LogoDIGINATION LOGO

Travel Startup, Cari Peluang Sekaligus Beri Manfaat

Oleh H. Alfhatin Pratama Jumat, 27 Juli 2018 | 04:29 WIB
Share
Potensi bisnis travel di Indonesia sangat baik
Share

Potensi bisnis travel di Indonesia sangat baik. Ini berkat kondisi geografis dan kebudayaan yang sangat beragam. Dengan perkembangan digital, wisatawan pun makin getol memanfaatkan kemudahan yang muncul, misalnya untuk mendapatkan tiket atau penginapan murah. 

Di sisi lain, digital juga membuka peluang bisnis travel. Dalam diskusi #digitalksID bertajuk “Meraih Peluang Bisnis Jadi Travel Entrepreneur” ditampilka tiga jenis bisnis yang lahir berkat kemudahan teknologi. 

Pertama, ada Frame-A-Trip, sebuah travel startup yang fokus ke jasa fotografer perjalanan. Startup ini cukup dikenal melalui salah satu co-foundernya, Dian Sastrowardoyo. 

Kedua, hadir juga OpenTrip App, sebuah aplikasi yang mengagregasi berbagai jasa “open trip” alias paket perjalanan wisata yang dikelola secara independen.

Ketiga, ada Spektakel.id Plesir, bagian dari direktori kegiatan seni dan budaya Spektakel.id, Plesir ini menawarkan paket travel experience yang mendalam, seperti live in di rumah penduduk lokal. 

Dari ketiga startup itu, meskipun berbeda, ada satu kesamaan: ketiganya mencoba memberikan manfaat pada penduduk lokal. Frame A Trip pada fotografer lokal, Open Trip pada pemandu atau penyedia paket wisata lokal dan Spektakel.id Plesir pada penduduk. 

Endra Marsudi, Co-Founder Frame A Trip, mengatakan bahwa generasi millennials senang mengabadikan momen mereka saat berwisata. Oleh karena itu, Frame A Trip menjadi wadah untuk menghubungkan fotografer lokal profesional kepada traveller di tempat destinasi wisata. 

David Cuh Sitohang, Founder OpenTrip Apps, mengatakan bahwa bisnisnya mengutamakan perjalanan wisata yang murah dan nyaman dengan Travel Leader lokal profesional yang benar-benar mengenal daerahnya ketika menjadi destinasi wisata. 

“Ya, travel seperti ini memang banyak tapi jika ingin mengembangkannya jangan lihat kompetitornya tapi lihat konsumennya. Kalau lihat kompetitornya, kita sudah kalah duluan.”, tambah David.

Dimas Jayasrana, Founder Spektakel.id, menilai bahwa sering kali pariwisata Indonesia hanya dilihat dari fisiknya saja. Oleh karena itu, Dimas melihat peluang bisnis travel—walaupun Dimas tidak menjadikan bisnis sebagai tujuan utamanya—dari segi seni dan budaya yang dimiliki Indonesia supaya dikenal masyarakat luas. 

Melalui Spektakel.id, Dimas juga sekaligus memberikan manfaat kepada masyarakat lokal dengan memberikan presentase profit yang lebih besar kepada mereka.

Nah, apakah kamu sudah menemukan peluang bisnis travelmu? 

  • Editor: Wicak Hidayat
TAGS
LATEST ARTICLE

Sst... Ini Dia Tren Artificial Intelligence Tahun 2019!

Perkembangan pesat teknologi artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan tidak dapat dibendung lagi. Teknologipun berhasil masuk ke dalam segala bidang kehidupan manusia termasuk dunia bisnis. Lalu bagaimana tren AI pada tahun 2019?

Rabu, 12 Desember 2018 | 08:15 WIB

Bosan Saat Delay? Mmm, 'Jualan', Nyok!

Menunggu waktu delay tentu membosankan dan menyebalkan. Daripada buang-buang waktu percuma, kamu bisa manfaatkan waktu ini untuk mempromosikan bisnis. Kenapa, nggak?

Selasa, 11 Desember 2018 | 16:15 WIB

Perluas Jaringan Bisnis Dengan 3 Tips Ini!

Berbisnis tidak bisa dilakukan sendiri, butuh rekan untuk berkolaborasi. Tapi, apa artinya kolaborasi tanpa jaringan pertemanan yang luas?

Selasa, 11 Desember 2018 | 11:15 WIB

6 Cara Hadapi "Toxic Boss"

Punya bos yang gak enak tentu akan berpengaruh pada produktivitas dan kualitas kerja. Jangan buru-buru resign, pelajari dulu 6 hal ini

Senin, 10 Desember 2018 | 11:15 WIB

Nih, Peluang Investasi Baru: eSport!

Industri eSport menjadi sorotan para investor karena menjanjikan keuntungan yang besar dalam beberapa tahun investasi. Namun sebelum memulai investasimu di dunia eSport kamu harus mengetahui 4 hal ini.

Jumat, 7 Desember 2018 | 16:15 WIB

Aplikasi yang Bikin ODHA Tak Terkucilkan

Data tahun 2017 menunjukkan bahwa ada 36,9 juta orang hidup dengan HIV/AIDS. Stigma, diskriminasi dan kurangnya pengetahuan tentang penyakit ini semakin memperparah keadaan

Rabu, 5 Desember 2018 | 12:19 WIB