LogoDIGINATION LOGO

Baznas Gandeng Go-Pay Bikin Sedekah Digital

Oleh Desy Yuliastuti Rabu, 16 Mei 2018 | 10:51 WIB
Share
Go-Pay dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) meluncurkan program sedekah nontunai lewat kode QR atau QR Code
Share

Go-Pay dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) meluncurkan program sedekah nontunai lewat kode QR atau QR Code.

Deputi Baznas, Arifin Purwakananta, mengatakan terobosan ini dilakukan untuk mempermudah masyarakat bersedekah. Menurutnya, Baznas menurutnya selalu mencari cara baru termasuk memperkenalkan metode infak nontunai (cashless).

"Kami melihat dengan metode ini, tidak hanya memudahkan masyarakat tetapi juga sedekah akan tercatat dalam sistem kami sehingga menjadi lebih transparan. Ini termasuk upaya kami dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” kata Arifin di kantor Baznas, Jakarta, Rabu (16/5/2018).

Arifin mengatakan, masyarakat yang ingin bersedekah dapat langsung memindai (scan) QR Code lewat aplikasi Go-Jek. Selanjutnya, aplikasi secara otomatis mendeteksi dan masyarakat bisa langsung memasukkan nominal uang yang ingin disedekahkan. Ke depannya, pengguna Go-pay juga bisa memanfaatkan QR Code untuk membayar zakat fitrah.

-

QR Code Baznas dapat ditemui masyarakat di berbagai lokasi di Jabodetabek. Antara lain di 23 stasiun kereta, gerbong commuter line, billboard, 20 gedung perkantoran, serta di gerai Baznas yang tersebar di pusat perbelanjaan. Ke depannya lokasi QR Code akan dipasang di seluruh Indonesia.

Dana yang terkumpul dari donasi melalui Go-Pay rencananya akan digunakan untuk program-program pendistribusian dan pendayagunaan. “Donasinya akan dimanfaatkan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan melalui berbagai program, di bidang ekonomi, kesehata, dakwah, dan kemanusiaan,” jelas Arifin.

Baca juga: Sedekah Nontunai Lebih Mudah Dengan ‘Kencleng Digital’

Pada Ramadan tahun ini, Baznas menargetkan menghimpun dana kisaran Rp2 miliar dari sedekah dan infak masyarakat melalui platform digital. Keseluruhan di 2018, Baznas berharap bisa menghimpun dana zakat, infak, dan sedekah sebesar Rp8 triliun.

“Baznas sudah memanfaatkan alat digital dalam sedekah dan infaq ini 30% dari donasi yang terhimpun di Baznas. Prediksi saya dalam 2 tahun-3 tahun ini akan ada migrasi pembayaran melalui perbankan maupun tunai ke donasi digital sebanyak lebih 50%," ujar Arifin.

Pada kesempatan yang sama, Managing Director Go-Pay, Budi Gandasoebrata, mengatakan pihaknya tidak memasang target besaran sedekah yang akan diterima selama bulan Ramadan lewat program ini.

-

Ia juga mengatakan program ini tidak menyasar segmen tertentu tapi untuk semua pengguna Go-Pay. Tak ada biaya tambahan dan batasan untuk jumlah minimal yang ingin disedekahkan.

"Tidak ada biaya transaksi yang ditetapkan. Semua uang yang disedekahkan secara utuh langsung masuk ke kas Baznas. Langkah ini juga sekaligus mendorong semakin luasnya Gerakan Nasional Non Tunai, termasuk dalam berdonasi dan Ramadan menjadi momentum yang tepat," pungkasnya.

Sebagai informasi, sejak 2016 Baznas juga telah menyalurkan paket sembako bekerjasama dengan Go-Jek sebagai agen pengiriman sembako melalui program Ramadan Bahagia. Tahun ini, Baznas juga menggandeng Shopee lewat program donasi kampanye #MemberidariHati mulai dari 30 April 31 Mei 2018.

Baca juga: GNNT, Fintech dan Kota Cerdas

  • Editor: Wicak Hidayat
TAGS
LATEST ARTICLE

Serba-serbi Pendanaan Startup!

Mencari tahu pilihan pendanaan apa yang paling masuk akal bagi setiap orang terlihat cukup rumit karena kebutuhan setiap startup berbeda.

Jumat, 22 Maret 2019 | 08:05 WIB

Sedang Mencari Funding? Hindari 3 Kesalahan Ini

Memiliki ide brilian, langkah selanjutnya adalah mencari pendanaan. Sebelum bertemu investor, pelajari tiga kesalahan umum ini. Jangan sampai kamu melakukannya

Kamis, 21 Maret 2019 | 09:10 WIB

AI untuk UMKM. Mmm, Seperti Apa, ya?

Dari 60 juta UMKM Indonesia hanya 5 % yang sudah memanfaatkan internet. Untuk mendorong pertumbuhan ini Halosis hadir untuk memajukan UMKM dengan teknologi Artificial Intelligence.

Kamis, 14 Maret 2019 | 09:30 WIB

Bisnis Laundry Autopilot Untuk Pensiunan

Bisnis bisa dimulai kapan saja, bahkan ketika pensiun. Bisnis laundry autopilot bisa menjadi pilihan untuk para pensiunan yang tetap ingin menghasilkan walaupun sudah tidak bekerja di kantor.

Jumat, 8 Maret 2019 | 10:12 WIB