LogoDIGINATION LOGO

Siapkan Aturan Baru, BEI Targetkan 35 Startup IPO Tahun Ini

Oleh Desy Yuliastuti Kamis, 1 Maret 2018 | 07:52 WIB
Share
Direktur Utama BEI, Tito Sulistio, mengatakan saat ini pihaknya tengah berdiskusi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menerbitkan aturan untuk mempermudah startup melantai di bursa saham
Share

Direktur Utama BEI, Tito Sulistio, mengatakan saat ini pihaknya tengah berdiskusi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menerbitkan aturan untuk mempermudah startup melantai di bursa saham.

Regulasi yang ditargetkan rampung tahun ini akan menjadi pengganti peraturan lama yang dibuat tahun 2014. Tito berharap dengan menyesuaikan peraturan, akan semakin banyak perusahaan rintisan yang Go Public.

Baca juga: Startup Jangan Menunggu Besar Baru ‘Go Public’

Berdasarkan aturan yang ada, untuk melakukan Initial Public Offering (IPO), BEI mensyaratkan calon emiten memberikan proyeksi bisnis dua tahun ke depan. Tujuannya agar investor mengetahui proyeksi bisnis dan cashflow yang akan diterima selama mendanai perusahaan.

"Saya tidak bisa mengubah (ketentuan) itu, hanya untuk satu industri saja. Tapi kalau mau bicara, silakan datang. Kasih setidaknya plan yang kami minta. Kasih publik rencana dua tahun kerja," tutur Tito saat ditemui di acara Start-Up #GoPublic di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (28/2).

Selain memperbarui regulasi, BEI juga mengadvokasi agar program yang dimiliki startup bisa dikapitalisasi. Terkait hal ini, Tito mengatakan BEI masih berdiskusi dengan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI).

Baca juga: Indonesia Empat Besar Negara Penghasil Startup Terbanyak

Meskipun begitu, Tito belum memprediksi berapa perusahaan startup yang akan listing tahun ini. Namun, secara keseluruhan hingga akhir 2018 BEI menargetkan 35 startup untuk IPO.

Menariknya, ada sinyal unicorn startup akan melepas sahamnya ke publik. Dari empat unicorn, ada tiga yang sudah melakukan pembicaraan dengan BEI. "Ada beberapa dari mereka yang bilang bahwa akan untung di tiga, empat, atau lima tahun lagi. Silahkan bicara ke kita," ujarnya.

Baca juga: Kioson, Pionir Startup Indonesia Yang Melantai Di BEI

  • Editor: Wicak Hidayat
TAGS
LATEST ARTICLE

Mudahnya Berbisnis di Uni Eropa Lewat Estonia...

Era digital yang semakin terbuka tanpa memandang batas membuat peluang berbisnis juga ikut terbuka lebar. Salah satunya melalui program asal Estonia ini. Yuk, cari tahu lebih lengkap!

Selasa, 18 Juni 2019 | 08:15 WIB

Memata-matai Karyawan, Boleh Nggak Sih?

Penting mengetahui apa yang sebenarnya dilakukan tenaga kerja Anda, namun banyak karyawan menolak untuk dipantau. Tetapi jika pemantauan dilakukan dengan benar, karyawanlah yang mendapat manfaatnya

Sabtu, 15 Juni 2019 | 09:30 WIB