Affiliate Jadi Mesin Baru Dongkrak Omzet, Ini Tips Affiliate untuk Seller!
Best practice untuk meningkatkan performa affiliate seller, berikut di antaranya:
Jumat, 5 Juni 2026 | 15:55 WIB
Saat ini banyak marketer yang menggunakan Influencer untuk menjalankan kampanye pemasaran mereka. Influencer dianggap menjadi strategi marketing yang efektif karena memiliki followers terkait dengan niche tertentu.
Sebagai contoh, seorang Influencer makanan memiliki followers dengan minat seperti kuliner dan makanan. Sehingga brand makanan dapat memilih Influencer tersebut sebagai mitra promosi mereka.
Namun, menurut sebuah survei yang dilakukan oleh Hype Auditor, 42% marketer menemukan “harga” adalah salah satu hal yang paling sulit dalam mencari Influencer yang tepat untuk kampanye promosi mereka. Disisi lain karena rate card Influencer dipengaruhi dengan jumlah followers mereka.
Jika dikutip dari platform Influencer LEMON, harga atau rate card Influencer di Instagram rata-rata berkisar antara Rp350 ribu – Rp12 juta untuk scope of work posting Instagram Photo Feed, Instagram Stories, Instagram Video dan Instagram Swipe Up. TikTok Rp100 ribu - Rp5 juta, dan Influencer Youtube Rp300 ribu - Rp6juta tergantung dari jumlah followers mereka. Ini belum termasuk biaya akomodasi atau biaya manajemen yang otomatis membuat harga Influencer semakin membengkak.
Oleh karena itu, perlu sekali memastikan kinerja Influencer yang kamu ajak kerjasama agar kampanye yang kamu bangun tidak sia-sia danmembawa value untuk perusahaanmu. Lantas bagaimana cara menghitung metrik dan indikator kinerja Influencer? Mari kita bahas.
Baca juga : Begini Cara Memilih Influencer yang Tepat untuk Kampanye
Mengukur Reach
Jika kamu ingin mengetahui apakah kampanye pemasaran Influencer kamu berfungsi dengan baik, kamu harus menghitung jangkauan atau reach kampanye kamu. Jangkauan adalah metrik yang menunjukkan seberapa jauh pesan merek kamu telah menyebar dan berapa banyak calon pembeli yang telah dijangkau. Untuk menghitung jangkauan Influencer, kamu harus mempertimbangkan indikator kinerja utama atau KPI berikut:
Mengukur Engagement dan Target CPE
Langkah selanjutnya yang harus kamu ambil adalah mengukur keterlibatan kampanye pemasaran Influencer kamu. Untuk melakukan itu, kamu harus menganalisis statistik dari setiap posting yang disponsori dan setiap Story. Kamu harus memperhatikan indikator click, likes, komentar, reaction, share, brand mention dan jumlah posting yang disimpan (berlaku untuk Instagram).
Baca juga : Peran Digital Influencer dalam Pemasaran
Ada dua cara sederhana untuk mendapatkan data ini. Jika kamu bekerjasama dengan Influencer Instagram, kamu dapat memintanya untuk memberi kamu insight post. Jika kamu berkolaborasi dengan blogger dan Influencer Facebook, kamu dapat menggunakan alat pemasaran khusus seperti BuzzSumo. Alat ini akan memberi kamu gambaran menyeluruh tentang seberapa baik kinerja posting kamu.
Setelah mengetahui jumlah keterlibatan atau engagement, kamu dapat menghitung cost per engagement (CPE). Formulanya sederhana. Kamu hanya perlu membagi total pengeluaran iklan kamu dengan jumlah keterlibatan.
Mengukur Menggunakan Affiliate Link
Untuk melacak kinerja Influencer lainnya, kamu dapat melakukan dengan tautan afiliasi dan parameter Urchin Tracking Module (UTM). UTM merupakan sebuah kode yang disisipkan pada saat url website kamu diakses. Ini adalah cara paling sederhana, namun paling efektif untuk mengukur hasil kampanye pemasaran Anda dan untuk mengetahui Influencer mana yang memberi kamu lebih banyak uang.
Yang perlu kamu lakukan adalah menambahkan parameter UTM ke URL menggunakan Pembuat URL Kampanye Google Analytics. Jika kamu melakukan semuanya dengan benar, sistem akan memungkinkan kamu melacak kampanye Influencer kamu di Google Analytics.
Itu dia beberapa saran untuk mengukur metrik dan indikator kinerja Influencer. Jika kamu membutuhkan bantuan pemasaran digital dan Influencer kamu bisa kunjungi www.brandmedia.id atau Instagram @brandmediaindonesia.
Best practice untuk meningkatkan performa affiliate seller, berikut di antaranya:
Jumat, 5 Juni 2026 | 15:55 WIB
Walaupun AI sangat cepat dalam memproses informasi, AI tetap memiliki keterbatasan mendasar AI tidak benar-benar memahami manusia.
Selasa, 2 Juni 2026 | 17:52 WIB
Pernah merasa otak tiba-tiba "hang" atau susah fokus padahal tidak sedang mengerjakan tugas berat? Yuk, cari tahu apakah kamu sedang mengalami salah satu dari 8 masalah mental era digital yang sering tidak kita sadari ini!
Rabu, 8 April 2026 | 17:11 WIB
Demi keamanan anak di dunia digital, Roblox berencana menghadirkan mode offline, langkah ini jadi bagian dari adaptasi terhadap aturan baru di Indonesia.
Senin, 30 Maret 2026 | 17:12 WIB
Laporan ini menyusun tujuh tren penting di bidang keamanan yang mempengaruhi perkembangan strategi keamanan ke depannya. Tujuh tren tersebut adalah:
Senin, 30 Maret 2026 | 16:27 WIB
Aturan pandemi global kembali memanas, hasilnya bisa menentukan akses kesehatan yang lebih adil atau tidak di masa depan.
Jumat, 20 Maret 2026 | 22:51 WIB
Investasi emas kini lebih mudah, aman, dan tepercaya melalui fitur eMAS di aplikasi DANA.
Kamis, 12 Maret 2026 | 11:55 WIB
Mau mencoba tren AI "Caricature of Me and My Job"? Mau dibuat lebih personal dan akurat? Yuk simak informasi berikut!
Rabu, 18 Februari 2026 | 16:28 WIB
Google akan mengirimkan server berukuran kecil ke luar angkasa. Mereka bekerja sama dengan perusahaan bernama planet untuk meluncurkan dua satelit prototipe yang membawa server tersebut.
Rabu, 18 Februari 2026 | 16:17 WIB
Mahasiswa dari berbagai jurusan membutuhkan pemahaman dasar tentang Data Analytics. Kalau kamu tertarik mulai mengenal Data Analytics tanpa harus langsung berkomitmen besar, Yuk simak informasi berikut!
Kamis, 12 Februari 2026 | 11:52 WIB
Mengapa Orang Tua Menjadi Target Empuk Penipu?
Rabu, 14 Januari 2026 | 17:25 WIB
Simak lima tips sederhana dari DANA untuk melindungi dompet digitalmu supaya terhindar dari kejahatan siber!
Rabu, 31 Desember 2025 | 10:05 WIB
Pembaruan Google Photo membawa editing ke level yang sangat personal dan mendalam, seperti:
Selasa, 30 Desember 2025 | 18:08 WIB
Selain itu, pertumbuhan di level pedesaan ini sejalan dengan data makro nasional. Bank Indonesia (BI) mencatat, hingga September 2025, jumlah pengguna QRIS di Indonesia telah berhasil menembus angka 45 juta pengguna.
Senin, 10 November 2025 | 10:11 WIB
Fitur-fitur baru ini memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk membantu reator, mulai dari tahap awal pembuatan ide hingga proses penyutingan video panjang.
Selasa, 4 November 2025 | 17:58 WIB