Orang Tua Rentan Menjadi Target Kejahatan Siber, Ini yang Harus Dilakukan!
Mengapa Orang Tua Menjadi Target Empuk Penipu?
Rabu, 14 Januari 2026 | 17:25 WIB
Saat ini banyak marketer yang menggunakan Influencer untuk menjalankan kampanye pemasaran mereka. Influencer dianggap menjadi strategi marketing yang efektif karena memiliki followers terkait dengan niche tertentu.
Sebagai contoh, seorang Influencer makanan memiliki followers dengan minat seperti kuliner dan makanan. Sehingga brand makanan dapat memilih Influencer tersebut sebagai mitra promosi mereka.
Namun, menurut sebuah survei yang dilakukan oleh Hype Auditor, 42% marketer menemukan “harga” adalah salah satu hal yang paling sulit dalam mencari Influencer yang tepat untuk kampanye promosi mereka. Disisi lain karena rate card Influencer dipengaruhi dengan jumlah followers mereka.
Jika dikutip dari platform Influencer LEMON, harga atau rate card Influencer di Instagram rata-rata berkisar antara Rp350 ribu – Rp12 juta untuk scope of work posting Instagram Photo Feed, Instagram Stories, Instagram Video dan Instagram Swipe Up. TikTok Rp100 ribu - Rp5 juta, dan Influencer Youtube Rp300 ribu - Rp6juta tergantung dari jumlah followers mereka. Ini belum termasuk biaya akomodasi atau biaya manajemen yang otomatis membuat harga Influencer semakin membengkak.
Oleh karena itu, perlu sekali memastikan kinerja Influencer yang kamu ajak kerjasama agar kampanye yang kamu bangun tidak sia-sia danmembawa value untuk perusahaanmu. Lantas bagaimana cara menghitung metrik dan indikator kinerja Influencer? Mari kita bahas.
Baca juga : Begini Cara Memilih Influencer yang Tepat untuk Kampanye
Mengukur Reach
Jika kamu ingin mengetahui apakah kampanye pemasaran Influencer kamu berfungsi dengan baik, kamu harus menghitung jangkauan atau reach kampanye kamu. Jangkauan adalah metrik yang menunjukkan seberapa jauh pesan merek kamu telah menyebar dan berapa banyak calon pembeli yang telah dijangkau. Untuk menghitung jangkauan Influencer, kamu harus mempertimbangkan indikator kinerja utama atau KPI berikut:
Mengukur Engagement dan Target CPE
Langkah selanjutnya yang harus kamu ambil adalah mengukur keterlibatan kampanye pemasaran Influencer kamu. Untuk melakukan itu, kamu harus menganalisis statistik dari setiap posting yang disponsori dan setiap Story. Kamu harus memperhatikan indikator click, likes, komentar, reaction, share, brand mention dan jumlah posting yang disimpan (berlaku untuk Instagram).
Baca juga : Peran Digital Influencer dalam Pemasaran
Ada dua cara sederhana untuk mendapatkan data ini. Jika kamu bekerjasama dengan Influencer Instagram, kamu dapat memintanya untuk memberi kamu insight post. Jika kamu berkolaborasi dengan blogger dan Influencer Facebook, kamu dapat menggunakan alat pemasaran khusus seperti BuzzSumo. Alat ini akan memberi kamu gambaran menyeluruh tentang seberapa baik kinerja posting kamu.
Setelah mengetahui jumlah keterlibatan atau engagement, kamu dapat menghitung cost per engagement (CPE). Formulanya sederhana. Kamu hanya perlu membagi total pengeluaran iklan kamu dengan jumlah keterlibatan.
Mengukur Menggunakan Affiliate Link
Untuk melacak kinerja Influencer lainnya, kamu dapat melakukan dengan tautan afiliasi dan parameter Urchin Tracking Module (UTM). UTM merupakan sebuah kode yang disisipkan pada saat url website kamu diakses. Ini adalah cara paling sederhana, namun paling efektif untuk mengukur hasil kampanye pemasaran Anda dan untuk mengetahui Influencer mana yang memberi kamu lebih banyak uang.
Yang perlu kamu lakukan adalah menambahkan parameter UTM ke URL menggunakan Pembuat URL Kampanye Google Analytics. Jika kamu melakukan semuanya dengan benar, sistem akan memungkinkan kamu melacak kampanye Influencer kamu di Google Analytics.
Itu dia beberapa saran untuk mengukur metrik dan indikator kinerja Influencer. Jika kamu membutuhkan bantuan pemasaran digital dan Influencer kamu bisa kunjungi www.brandmedia.id atau Instagram @brandmediaindonesia.
Mengapa Orang Tua Menjadi Target Empuk Penipu?
Rabu, 14 Januari 2026 | 17:25 WIB
Pembaruan Google Photo membawa editing ke level yang sangat personal dan mendalam, seperti:
Selasa, 30 Desember 2025 | 18:08 WIB
Selain itu, pertumbuhan di level pedesaan ini sejalan dengan data makro nasional. Bank Indonesia (BI) mencatat, hingga September 2025, jumlah pengguna QRIS di Indonesia telah berhasil menembus angka 45 juta pengguna.
Senin, 10 November 2025 | 10:11 WIB
Fitur-fitur baru ini memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk membantu reator, mulai dari tahap awal pembuatan ide hingga proses penyutingan video panjang.
Selasa, 4 November 2025 | 17:58 WIB
Pada akhir 2025 nanti, diperkirakan sekitar sepertiga dari smartphone yang terjual di seluruh dunia akan punya fitur AI generatif. Bukan hanya ponsel premium, tapi juga kelas menengah.
Kamis, 2 Oktober 2025 | 17:06 WIB
Platform pencari kerja Pintarnya menggabungkan kecerdasan buatan (AI) untuk mempercepat proses rekrutmen, sekaligus membuka akses ke layanan keuangan bagi pekerja sektor informal.
Senin, 22 September 2025 | 13:46 WIB
File APK yang diklaim sebagai video demo dari aksi massa di jalanan sedang disebar ke berbagai grup Whatsapp. Hati-hati, jangan asal klik apa lagi ikut menyebarkan ke grup WA lain!
Rabu, 3 September 2025 | 11:44 WIB
Diperkenalkan di Mobile World Congress (MWC) 2025, Barcelona, kelebihan utama Lenovo Yoga Solar PC terletak pada panel surya yang terintegrasi di bagian cover laptop.
Selasa, 19 Agustus 2025 | 12:57 WIB
Doug MacDowell sukses merakit ulang mesin kopi buatan tahun 1980-an itu menjadi PC dengan bodi mesin kopi. Apakah komputer rakitan itu bisa berfungsi dengan baik?
Rabu, 6 Agustus 2025 | 17:55 WIB
Jika penyimpanan data yang disediakan Google secara gratis sebesar 15GB habis, kamu bisa berlangganan Google One. Tapi bagaimana jika kamu tiba-tiba ingin berhenti langganan?
Senin, 4 Agustus 2025 | 15:56 WIB
Jika ingin mengirim cold message pada orang yang tidak kamu kenal di LinkedIn, ada beberapa hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan.
Jumat, 25 Juli 2025 | 15:52 WIB
Di tengah arus informasi yang terus tumbuh, pengambilan keputusan berbasis data sangat dibutuhkan. Yuk pelajari!
Selasa, 22 Juli 2025 | 11:09 WIB
IHC dan ICC resmi memperkenalkan platform otaQku. Apa itu?
Kamis, 17 Juli 2025 | 17:32 WIB
Polri memperkenalkan robot humanoid dan robot quadruped (i-K9), yang siap jadi rekan kerja Polri terutama dalam situasi beresiko tinggi. Apa saja fiturnya?
Kamis, 10 Juli 2025 | 11:51 WIB
Berikut Daftar Password Paling Umum Dibobol Hacker:
Senin, 30 Juni 2025 | 10:25 WIB