Orang Tua Rentan Menjadi Target Kejahatan Siber, Ini yang Harus Dilakukan!
Mengapa Orang Tua Menjadi Target Empuk Penipu?
Rabu, 14 Januari 2026 | 17:25 WIB
"Resolusi lu tahun ini apa sih?"
"Investasi yang konsisten dong"
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi sepanjang 2022 berhasil tumbuh 5,31%, lebih tinggi dibanding capaian tahun 2021 yang mengalami pertumbuhan sebesar 3,7%. Hal ini menunjukkan, potensi perekonomian nasional terus beranjak pulih lebih cepat dan kondisi perekonomian Indonesia akan semakin membaik pada tahun 2023 ini.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2023 diproyeksi akan melanjutkan tren positif. Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2023 tetap kuat pada kisaran 4,5-5,3%, dan akan terus meningkat menjadi 4,7-5,5% pada 2024. Perekonomian Indonesia didukung oleh konsumsi swasta, investasi, dan tetap positifnya kinerja ekspor di tengah pertumbuhan ekonomi global yang melambat.
Financial Expert Ajaib Sekuritas, Chisty Maryani, menjelaskan secara historis performa IHSG satu tahun (12 bulan) sebelum diselenggarakan pemilihan umum (pemilu) presiden dalam 3 periode terakhir sebagian besar ditutup menguat, misalnya pada pemilu periode 2009, 2014 dan 2019 IHSG mengalami penguatan masing masing 13,2%, 10,9% dan 7,7%.
Selain itu, DPR bersama pemerintah juga sepakat mengenai besaran anggaran pemilu tahun 2024 senilai Rp76,6 triliun, melonjak 199% dibandingkan anggaran pemilu tahun 2019 sebesar Rp25,59 triliun. Sejalan dengan itu, anggaran pemilu berpotensi menopang konsumsi dan ekonomi nasional.
“Fundamental ekonomi Indonesia yang kuat dan potensi terus bertumbuhnya perekonomian Indonesia, akan menjadi momentum untuk #WaktunyaKonsisten investasi dalam mewujudkan resolusi yang telah kita canangkan di awal 2023 ini,” kata Chisty Maryani.
Baca juga : Bitcoin Terus Naik, Aset Kripto Bakal Bullish di Februari
Chisty menjelaskan, sebelum memulai konsisten untuk berinvestasi, setiap investor harus menentukan tujuan dan jangka waktu investasi. Keduanya merupakan langkah dasar agar investasi lebih terarah dan konsisten dalam mencapai keinginan dalam investasi.
“Tujuan investasi dapat berupa biaya untuk menikah, membeli rumah, menyiapkan dana pensiun, dan lain-lain. Tentukan tujuan dan jangka waktu investasi agar tidak kehilangan motivasi dan tetap konsisten,” katanya.
Menurut Chisty, setelah menentukan tujuan investasi, ada metode investasi yang dapat dilakukan agar investor dapat konsisten dan rutin melakukan investasi layaknya menabung. Metode investasi ini disebut dengan strategi Dollar Cost Averaging (DCA). Strategi ini dilakukan secara berkala, konsisten, dan rutin dalam setiap periode.
“Dollar cost averaging adalah strategi investasi dengan jumlah yang tetap, dilakukan secara berkala, dan dalam kurung periode waktu tertentu tanpa mempertimbangkan posisi harga sahamnya,” kata Chisty.
Chisty mencontohkan, investor dapat menyisihkan Rp1 juta setiap bulan untuk berinvestasi di pasar saham, baik itu pasar saham sedang naik atau turun. Dengan alokasi rutin dan konsisten maka investor dapat mengurangi risiko kerugian karena melakukan investasi secara berkala, sehingga investor mendapatkan nilai rata-rata yang baik di tengah volatilitas harga saham.
Menurut Chisty, dengan menerapkan DCA maka konsistensi berinvestasi tetap dapat berjalan meskipun IHSG sedang naik atau turun. Metode DCA melatih disiplin diri sebagai investor perseorangan, dengan komitmen untuk berinvestasi secara konsisten sesuai target yang telah ditetapkan agar hasil yang lebih besar di masa mendatang.
Baca juga : Apa sih itu Crypto Blue Chip ?
Menurutnya, ada empat keuntungan dari strategi DCA untuk investor, yaitu, pertama, mendapatkan harga rata-rata saham yang optimal. Ketika menerapkan metode ini, investor pun tidak perlu terlalu mengkhawatirkan volatilitas harga saham dan tetap melakukan pembelian. Hal ini membuat kerugian dalam portofolio menurun, sehingga harga rata-rata sahamnya membaik.
Kedua, membantu konsisten berinvestasi. Metode ini dapat mengurangi risiko penurunan nilai investasi yang ada dan membentuk kebiasaan baik dalam berinvestasi.
Ketiga, membantu mengontrol emosi dalam pengambilan keputusan investasi.
“Naik turunnya harga saham kadangkala membuat investor lebih emosional. Ketika harga saham naik, ada kecenderungan untuk membeli saham dalam jumlah besar demi meningkatkan keuntungan. Sebaliknya, ketika harga turun, biasanya investor terburu-buru cut loss agar tidak rugi lebih dalam,” katanya.
Keempat, sederhana dan mudah. Strategi ini cukup sederhana karena konsisten menabung dalam jumlah yang sama di setiap periodenya tanpa mengkhawatirkan kondisi apapun di pasar. Metode ini biasanya disarankan untuk investor pemula sebab tidak memerlukan perhitungan yang rumit.
“Namun metode DCA ini tidak cocok diterapkan dalam emiten yang tidak bertumbuh atau emiten yang terus merugi karena kinerja perusahaan yang buruk. Untuk itu, penting bagi setiap investor untuk memahami fundamental setiap emiten mana yang cocok dengan profil risiko dan tujuan investasi,” kata Chisty.
Kamu bisa memulai #WaktunyaKonsisten investasi dengan aplikasi Ajaib. Aplikasi Ajaib telah dipercaya lebih dari 2 juta investor Indonesia, dan menawarkan platform investasi saham dan reksadana dengan proses pendaftaran mudah, 100% online, dan tanpa minimum investasi.
Mengapa Orang Tua Menjadi Target Empuk Penipu?
Rabu, 14 Januari 2026 | 17:25 WIB
Pembaruan Google Photo membawa editing ke level yang sangat personal dan mendalam, seperti:
Selasa, 30 Desember 2025 | 18:08 WIB
Selain itu, pertumbuhan di level pedesaan ini sejalan dengan data makro nasional. Bank Indonesia (BI) mencatat, hingga September 2025, jumlah pengguna QRIS di Indonesia telah berhasil menembus angka 45 juta pengguna.
Senin, 10 November 2025 | 10:11 WIB
Fitur-fitur baru ini memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk membantu reator, mulai dari tahap awal pembuatan ide hingga proses penyutingan video panjang.
Selasa, 4 November 2025 | 17:58 WIB
Pada akhir 2025 nanti, diperkirakan sekitar sepertiga dari smartphone yang terjual di seluruh dunia akan punya fitur AI generatif. Bukan hanya ponsel premium, tapi juga kelas menengah.
Kamis, 2 Oktober 2025 | 17:06 WIB
Platform pencari kerja Pintarnya menggabungkan kecerdasan buatan (AI) untuk mempercepat proses rekrutmen, sekaligus membuka akses ke layanan keuangan bagi pekerja sektor informal.
Senin, 22 September 2025 | 13:46 WIB
File APK yang diklaim sebagai video demo dari aksi massa di jalanan sedang disebar ke berbagai grup Whatsapp. Hati-hati, jangan asal klik apa lagi ikut menyebarkan ke grup WA lain!
Rabu, 3 September 2025 | 11:44 WIB
Diperkenalkan di Mobile World Congress (MWC) 2025, Barcelona, kelebihan utama Lenovo Yoga Solar PC terletak pada panel surya yang terintegrasi di bagian cover laptop.
Selasa, 19 Agustus 2025 | 12:57 WIB
Doug MacDowell sukses merakit ulang mesin kopi buatan tahun 1980-an itu menjadi PC dengan bodi mesin kopi. Apakah komputer rakitan itu bisa berfungsi dengan baik?
Rabu, 6 Agustus 2025 | 17:55 WIB
Jika penyimpanan data yang disediakan Google secara gratis sebesar 15GB habis, kamu bisa berlangganan Google One. Tapi bagaimana jika kamu tiba-tiba ingin berhenti langganan?
Senin, 4 Agustus 2025 | 15:56 WIB
Jika ingin mengirim cold message pada orang yang tidak kamu kenal di LinkedIn, ada beberapa hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan.
Jumat, 25 Juli 2025 | 15:52 WIB
Di tengah arus informasi yang terus tumbuh, pengambilan keputusan berbasis data sangat dibutuhkan. Yuk pelajari!
Selasa, 22 Juli 2025 | 11:09 WIB
IHC dan ICC resmi memperkenalkan platform otaQku. Apa itu?
Kamis, 17 Juli 2025 | 17:32 WIB
Polri memperkenalkan robot humanoid dan robot quadruped (i-K9), yang siap jadi rekan kerja Polri terutama dalam situasi beresiko tinggi. Apa saja fiturnya?
Kamis, 10 Juli 2025 | 11:51 WIB
Berikut Daftar Password Paling Umum Dibobol Hacker:
Senin, 30 Juni 2025 | 10:25 WIB