LogoDIGINATION LOGO

8 Tren dan Rekomendasi Marketing Channel 2023

author Oleh Nur Shinta Dewi Kamis, 22 Desember 2022 | 12:46 WIB
Share
Share

 

Memasuki tahun 2023, sebagian dari kamu pasti sudah memikirkan strategi pemasaran yang cocok di tahun depan. Tahun baru menjadi peluang baru, oleh sebab itu tren dan peluang tahun 2023 perlu kita pelajari untuk segera kita terapkan pada aktivitas pemasaran. 

Brand Media Indonesia, perusahaan agensi yang bergerak di bidang produksi dan pemasaran digital, baru saja merangkum beberapa informasi terkait marketing channel yang bisa kamu manfaatkan untuk strategi marketing di tahun depan

Data ini memberikan analisis bagaimana kamu bisa memanfaatkan marketing channel untuk mengembangkan usaha. Berikut tren dan rekomendasi marketing channel 2023 agar lebih siap menyambut tren bisnis di tahun yang baru :

Populasi konsumen digital terus meningkat

Pandemi Covid-19 membuat aktivitas konsumen berubah menjadi serba digital. Mulai dari berbelanja kebutuhan rumah, hobi, ataupun bahkan memesan makanan, internet jadi sebuah kebutuhan pokok. 

Data Reportal mencatat saat ini ada lebih dari 5 miliar orang yang menggunakan internet, dan pengguna media sosial baru saja mencapai angka 4,7 miliar. Hasil riset lainnya, Meta dan Bain & Company, mengungkap jumlah konsumen digital di Indonesia ditaksir mencapai 168 juta orang pada 2022 atau mengalami kenaikan 9,09% dibandingkan pada tahun lalu. 

Perlu kamu ketahui Indonesia memiliki jumlah konsumen digital terbanyak se-Asia Tenggara. 

Ketika jumlah potensial konsumen selalu bertambah tiap tahunnya, tentu kamu harus menyesuaikan diri supaya transaksi yang terjadi pun bisa mengalami kenaikan yang sama. Ini adalah sebuah marketing channel yang sangat menjanjikan untuk mengembangkan bisnis.

Baca juga : Siap-siap Sukses di Tahun Depan, Berikut Tren Digital Marketing 2023

Hybrid event meningkat di tahun depan

Walaupun berbelanja online bersifat sangat praktis, bukan artinya konsumen sudah 100% beralih ke online untuk semua aktivitas jual-beli. 

Laporan Meta dan Bain & Company, mencatat, 12% konsumen mengaku setidaknya satu kali mengganti metode belanja sebuah produk dari online ke offline. Ini karena transaksi offline mempunyai 2 keunggulan besar, yaitu pengalaman menyentuh produk secara langsung dan tak perlu mengkhawatirkan shipping/delivery (pengiriman).

Tahun 2022 kita melihat jika event offline sudah banyak dilaksanakan. Sementara dunia digital tidak mungkin kita lepas begitu saja. Jadi, kamu perlu merumuskan strategi yang bisa melancarkan seluruh proses customer journey

Tren hybrid event diperkirakan meningkat di tahun 2023. Memanfaat dua marketing channel antara offline dan online akan semakin diminati karena dianggap dapat menjangkau banyak target.

Marketer tidak boleh fokus ke satu platform media sosial

Ketika banyak pertanyaan mengenai ‘Platform yang mana yang cocok untuk memasarkan produk kamu?’ Jawabannya adalah semua platform punya potensi.

Memang jika dilihat dari hasil riset, banyak yang mengungkap jika TikTok menjadi platform yang paling banyak dimanfaatkan saat ini. Laporan dari Data Reportal mencatat TikTok berada di urutan pertama, diikuti Youtube, Facebok, Whatsapp, dan Instagram, pada laporan Time Using Social Apps.

Namun dari hasil riset yang sama, motivasi menggunakan TikTok sangat berbeda dengan platform lain seperti Instagram. Tiga perempat pengguna TikTok mengatakan bahwa mereka menggunakan layanan ini untuk menemukan video lucu dan menghibur. Berbeda dengan 16% lainnya yang mengatakan menggunakan sosial media untuk berkomunikasi.

Tidak ada jawaban yang tepat untuk pertanyaan di atas. Karena pendekatan yang paling optimal adalah mengalokasikan anggaran marketing channel sesuai dengan merek, target, dan kampanye yang sedang dijalankan. Oleh sebab itu jika ada pertanyaan lain yang menanyakan ‘Seberapa penting Digital Campaign dari 0-10?’ jawabannya adalah 10.

Baca juga : Tren Instagram 2023, Ini Konten Kesukaan Gen Z !

Video pendek paling laris, tapi video panjang jangan diabaikan

Meta dan Bain & Company mencatat video menjadi tipe konten yang paling sering dikonsumsi di internet, menggantikan aktivitas sosial media yang tahun lalu meraih peringkat teratas. Artinya, promosi konten yang dilakukan melalui medium video bisa menjadi sumber ketertarikan konsumen paling besar.

Meski banyak riset mengungkap short video menjadi format video yang paling digemari konsumen, pemanfaatan konten dengan format long video juga tidak boleh diabaikan. Terutama jika kamu ingin melakukan brand awareness yang sustainable. Kamu bisa membangun konten seperti web series atau talkshow bersama expertise agar produk kamu semakin dikenal.

Live Commerce jadi incaran konsumen

Jika di tahun 2022 produkmu banyak laku terjual ketika live streaming. Di Tahun 2023 kamu wajib memperbanyak waktu dan produk yang dijual. 

Hasil riset Ipsos SEA Study 2021 mengungkapkan bahwa sebanyak 69% konsumen di Asia Tenggara mulai mengakses live stream shopping dan 66% membeli produk melalui streaming langsung.

Konsumen cenderung lebih terdorong untuk berinteraksi dengan konten yang berbentuk streaming. Karena disana mereka bisa melihat langsung bagaimana bentuk produk dan berinteraksi langsung dengan host. Itulah mengapa live commerce dinilai semakin diandalkan dalam strategi marketing untuk berbagai platform di tahun depan.

Nano influencer jadi incaran marketer

Kolaborasi dengan Key Opinion Leader (KOL)/ Influencer dinilai mampu secara efektif meningkatkan angka return of investment (ROI). Influencer Marketing Hub mengungkap pengaruh KOL terhadap brand menghadirkan 79% konsumen mencari informasi lebih terhadap suatu brand, 65% visit website atau aplikasi brand, dan 40% melakukan pembelian.

Jika dulu kamu masih mengincar influencer yang memiliki banyak pengikut, di tahun ini kamu bisa eksplor lebih jauh produkmu bersama dengan nano influencer. Nano influencer dianggap dapat mengurangi budget marketing, yang kemungkinan besar akan dipangkas seiring isu resesi. 

Untuk berkolaborasi dengan nano influencer, pastikan nano influencer yang dipilih memiliki  memiliki citra yang baik, dan isi konten yang  sesuai dengan produk kamu.

Baca juga : Siap Hadapi Potensi Resesi, Ini Strategi Perkuat Bisnis di Tahun 2023

Penulisan SEO masih menjual

Sebagai seorang marketer kamu juga harus mulai memperluas strategi dalam mengoptimalkan mesin pencari.

Fitur voice search ini awalnya dipakai untuk pertanyaan yang memerlukan jawaban sederhana. Namun sekarang, semakin banyak orang yang menggunakan fitur voice search untuk mencari informasi yang lebih detail, seperti “Bagaimana cara membersihkan mesin cuci?”

Oleh karena itu, penulisan SEO masih sangat menjual terutama untuk konsumen yang membutuhkan informasi yang detail dengan tips yang diharapkan bisa mereka dapat dari website produk yang mereka miliki. 

Agensi digital banyak dicari

Bayang-bayang resesi masih menghantui memasuki tahun 2023, beberapa perusahaan sudah terlihat melakukan restrukturisasi, pemutusan hubungan kerja, dan pemotongan anggaran operasional. Tentu jumlah karyawan yang menyusut, dan anggaran yang lebih ramping membuat tantangan tersendiri bagi para marketer. 

Apabila tim kamu kekurangan sumber daya, tidak ada salahnya bekerja sama dengan agensi digital terpercaya. Jasa yang ditawarkan oleh agensi digital ternyata sangat membantu pelaku bisnis, dari pembuatan ide, produksi konten, hingga media yang tepat untuk sebuah brand.

Salah satu kelebihan dari agensi adalah mereka terdiri dari para profesional yang berpengalaman. Hal ini memungkinkan untuk memberi lebih banyak insight untuk kemajuan brand kamu. 

Itulah beberapa insight tren dan rekomendasi marketing channel 2023 yang dirangkum oleh tim Brand Media Indonesia agar kamu lebih siap menyambut tantangan di tahun depan.

Yuk sambut tahun baru, hadapi tantangan menjadi sebuah peluang!

 

Tentang Brand Media Indonesia

Brand Media Indonesia agensi digital yang terdiri dari tim profesional dan berpengalaman yang memiliki aspirasi aktif membantu bisnis dan entrepreneur menjadi penggerak ekonomi digital di Tanah Air. Kami senantiasa menyatukan misi dan bersama membangun mindset "Digital DNA” agar pelaku usaha memiliki value, model bisnis, serta corporate culture, yang sesuai dengan karakter Digital.

  • Editor: Tri Wahono
TAGS
LATEST ARTICLE