LogoDIGINATION LOGO

Menerjang Ombak Bisnis Kuliner ala Warpopski

author Oleh Nur Shinta Dewi Rabu, 1 Desember 2021 | 11:44 WIB
Share
Share

Bisnis kuliner bukan lagi bisnis yang terbilang mudah dipasarkan. Karena ragam makanan dan kreativitas pemilik kedai yang mengubah makanan kaki lima menjadi makanan superior ala restauran menjadikan bisnis kuliner memiliki tantangan tersendiri bagi pemiliknya.

Melalui virtual talkshow Digital DNA Riyan Riyadi, owner dari Warpopski menceritakan bagaimana menerjang ombak bisnis kuliner, bahkan menjadi kedai yang mampu bertahan ketika Covid-19 menggulung sebagian besar bisnis kuliner yang berada di Tebet Jakarta Selatan.

“Kemarin waktu diawal pandemi nggak boleh dine-in Warpopski punya ketakutan tersendiri gitu, dilingkungan kita di Tebet banyak banget warung makan yang tutup (bangkrut), tapi tanpa sadar kita memperhatikan itu tapi warung kita tetap buka,” kata Riyan Riyadi, owner Warpopski.

Pandemi Covid-19 bukan menggulung kedai dibilangan Tebet ini, namun malah menjadikan Warpopski menjadi Warung yang lebih baik lagi. Apa sih sebenarnya rahasia Warpopski sehingga berhasil menerjang ombak kuliner? Yuk simak!

Beranjak ke Online

Tidak sedikit warung makan yang akhirnya beralih ke dunia digital. Banyak ahli yang mengungkap jika pemilik usaha tidak segera beralih ke digital maka mereka sudah siap untuk gulung tikar.

Pada Digital DNA x BNI Jum'at 26 November 2021, Riyan mengungkap tidak mudah mempertahankan kedai mereka saat pandemi, saat itulah mereka masuk ke dalam dunia online yang akhirnya membawa rejeki lebih bagi Warpopski.

“Sejujurnya sebelum pandemi kita bisa buat 300-350 porsi pas pandemi kita sempat tiarap 3-5 hari pertama pandemi, yang beli Cuma 2-5 porsi setelah itu di bulan Maret banyak online, akhirnya kita online,” kata Riyan

Belajar dari Pengalaman

“Waktu itu pernah kita udah prepare dari Pagi, tapi nggak ada yang beli. Warpopski juga pernah ngebuang makanan karena itu nggak bisa disimpan. Pada akhirnya kita ngakalin, kasih satu porsi atau lebih untuk driver yang dapat orderan di warung kita, akhirnya dari situlah kita mulai bangkit,” ungkap Riyan menceritakan kesedihannya menghadapi krisis yang diakibatkan Covid-19

Pandemi ternyata membawa hikmah bagi si pemilik warung. Saat ini Warpopski bukan sekedar warung nasi namun menjadi warung yang sangat peduli sesama.  

Berkat pengalaman buruk, Warpopski bisa menjadikan pengalaman buruk menjadi pengalaman yang membawa mereka pada strategi yang lebih baik.

“Sekarang semenjak ada pandemi, warung kita lebih aware sama makanan, sama prihal konten yang sifatnya berbagi dan itu sangat berpengaruh di strategi makanan jadi mereka kan jadi senang ya bekerja sama kita,” kata Riyan.

Baca juga : Bisnis Kuliner Masih Relate Nggak Sih di Tahun 2022?

Branding yang Lebih Baik

Bukan pencitraan, Warpopski juga mempraktikan kepedulian mereka pada konsumen. Warpopski merasa mereka butuh ‘ngomelin’ customer mereka yang tidak habis agar lebih peduli dengan makanan.

“Di Tebet banyak sekali restauran, warung dan sebagainya, Warpopski lagi-lagi aware sama makanan yang dihidangkan bukan berarti sudah dibayar makanan jadi milik konsumen sepenuhnya, nggak. Di Warpopski mungkin satu-satunya di Tebet yang berani ngomelin konsumen ketika makan nggak habis,” kata Riyan

Membuat Extended Product

Tidak hanya menu makanan yang beragam, Warpopski pun juga membuat extend product untuk diversifikasi usaha mereka. Tidak main-main, Warpopski juga meminjam Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari BNI untuk mengembangkan usahanya. Berkat bantuan dari BNI, Warpopski mampu berkembang dan menjadikan bisnis mereka menjadi lebih baik lagi.

“Kemarin kita pinjam dengan BNI sekitar Rp50 juta untuk membuat extend product berupa sambal, bawang goreng dan teri kacang. Itu dia 3 product extended Warpopski yang dijual di online dan 2 bulan ini sangat bagus dan membantu,” kata Riyan.

Berkat bantuan KUR BNI Riyan bisa bangkit dan menjadikan bisnisnya lebih bervariatif. Tidak hanya Riyan, program BNI ini juga diperuntukan bagi masyarakat terutama pemilik bisnis untuk membangkitkan bisnis mereka.

Baca juga : Mewujudkan Harapan Mengembangkan Usaha dengan KUR BNI

Konsisten adalah Kunci

Dari keempat poin Riyan mengungkap bisnis yang dijalankan secara online maupun offline memiliki peluang yang sama, yang terpenting adalah konsisten. Bahkan Riyan melihat banyak warung makan yang makanannya dan restauran yang tidak memiliki kesan namun tetap bertahan itu, karena konsisten.

“Banyak warung makan yang makanannya tidak terlalu punya kesan tapi konsisten untuk dagang. Ya sampai sekarang tetap ada. Yang jelas kita punya ratusan penduduk di Jakarta atau di kota-kota lain yang dekat dengan Jakarta itu aja udah peluang yang kita harus ambil, jadi konsisten adalah satu-satunya cara untuk selalu dibutuhkan oleh orang lain,” kata Riyan.

Itulah beberapa strategi Warpopski sehingga berhasil menerjang ombak bisnis kuliner meski dalam keadaan krisis. Pelajaran yang bisa diambil Warpopski bisa belajar dengan baik dari krisis ekonomi Covid-19 melalui rebranding baru yang lebih tepat guna. Disisi lain mereka juga berani mengambil tantangan baru dengan meminjam KUR dari BNI demi perjalanan bisnis yang lebih baik lagi.

Untuk kamu yang juga ingin mengembangkan bisnis lewat KUR BNI, saat ini KUR BNI bisa diajukan secara online melalui bisa link https://eform.bni.co.id/BNI_eForm/kurOption . Yuk sukseskan usaha mu dengan ragam kemudahan dari BNI!

  • Editor: Tri Wahono
TAGS
LATEST ARTICLE

Begini Fakta Generasi Sandwich

Generasi sandwich masih berhak happy meski terhimpit dua tanggungan ekonomi sekaligus, apa rahasianya?

Selasa, 18 Januari 2022 | 22:13 WIB

Industri Gaming di Dunia Metaverse 

Jika gaming Indonesia berhasil sukses di dunia Internet, apakah metaverse juga membawa pengalaman yang sama bahkan bisa lebih berpotensi?

Selasa, 4 Januari 2022 | 17:52 WIB