LogoDIGINATION LOGO

Bagaimana Membuat Konten Menjadi Viral?

author Oleh Nur Shinta Dewi Selasa, 17 November 2020 | 19:39 WIB
Share
Share

Dimasa yang dinamis ini pemilik brand berlomba membuat inovasi dan layanan baru untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Namun karena adanya pembatasan sosial dan minimnya interaksi secara tatap muka, memperkenalkan produk melalui konten menjadi pilihan yang tepat untuk mengoptimalkan produk.

Baik konten gambar atau video pasti memerlukan tulisan untuk mengembangkan kata-kata. Hanya dengan konten tulisan suatu produk dapat tergambar jelas bahkan bisa menjadi viral.

Tentu dalam penerapannya, menulis konten butuh keahlian merangkai kata yang baik untuk mendapatkan kesan mendalam bagi para pembaca. Tidak sedikit konten tulisan yang diabaikan karena strategi yang salah dan tidak memiliki nilai bagi pembaca.

Lalu bagaimana konten dapat diterima khalayak dan menjadi viral? Dian Noeh Abubakar CEO dan Founder KVB perusahaan Public Relation ternama di Indonesia, memberikan tips bagaimana konten menjadi viral dan dipilih oleh banyak wartawan, simak ya.

Buat Konten Kontroversial
Indonesia merupakan negara yang sangat mudah menjadikan konten menjadi viral. Nah dari sinilah seberapa beranikah pemilik brand untuk membuat konten kontroversial agar menjadi viral? Menurut Dian, orang Indonesia cenderung perasa dan suka menolong, jika melihat konten kontroversial mereka akan mudah untuk menyebarkan atau forward konten tersebut. Menurut Dian konten yang bersifat menolong dan memiliki pengetahuan dapat lebih berpotensi viral di Indonesia.

Masukan Data
Memasukan data juga penting untuk memberikan kredibilitas konten yang akan di viralkan. Saat ini masyarakat Indonesia cenderung menganggap konten yang tersebar di Whatsapp atau Facebooknya adalah konten hoax, maka harus ada riset data yang dapat memperkuat isi konten sehingga dapat dipercaya oleh pembaca.

Pilih platform yang sesuai
Selanjutnya adalah pilihlah platform yang sesuai. Menurut Dian penggunaan platform diseluruh belahan dunia akan berbeda-beda. Contohnya Indonesia  yang mulai beralih menggunakan platform Tik-Tok. Perkembangan teknologi sangat cepat, pemilik brand harus mengenal target audiencenya dan tren pengguna sosial media di wilayah yang akan dijangkau.

Kolaborasi
Koloborasi juga perlu dilakukan pemilik brand yang baru saja merintis. Bagaimana pun, pembaca akan tertarik jika berita yang disajikan berasal dari brand yang memiliki nama yang terkenal. Melalui kolaborasi, kamu bisa memviralkan brand kamu. Tentu dengan kolaborasi ini, kamu perlu memberikan dampak kepada brand yang kamu ajak, dampak itu bisa melalui inovasi, produk, atau solusi berkelanjutan.

Tetapkan Timing yang Pas
Pemilihan Waktu atau timing juga perlu diperhatikan oleh pemilik brand. Ada kalanya, jika kita tidak memperhatikan timing yang tepat, dalam waktu bersamaan bisa ada lima atau lebih konten yang juga memiliki potensi viral. Tidak mau kan konten yang kamu buat tertimbun dengan banyaknya konten yang masuk? Nah bagaimana memilih waktu yang tepat untuk menyebarkan konten? Dikutip dari Entrepreneur, timing yang tepat untuk menyebarkan konten adalah hari ke dua sampai ke empat setiap pekannya, artinya antara hari Selasa, Rabu Atau Kamis. Menurut mereka, hari Senin, banyak orang yang sibuk dengan pekerjaan, sedangkan di hari Jum’at orang ingin pulang lebih cepat dari biasanya, jadi mereka cenderung mengabaikan email dan berita.

Itulah tips yang bisa kamu lakukan untuk memviralkan brand kamu. Berbanggalah kamu tinggal di negeri yang sangat terbuka dengan konten viral. Tapi ingat ya, buatlah konten yang jujur dan sesuai dengan produk dan target kamu. Jangan karena mengejar viral, kamu melupakan kode etik dan membuat nama brand kamu tercemar, jangan ya!

  • Editor: Rommy Rustami
TAGS
RECOMMENDATION

Media Sosialmu Adalah Cermin Dirimu. Waspadalah!

Jangan pernah asal ekspresikan kemarahan dan kebencian di media sosial! Apa yang telah di-posting akan menjadi rekam jejak digitalmu yang tidak akan pernah hilang.

Senin, 25 Februari 2019 | 08:15 WIB
LATEST ARTICLE