LogoDIGINATION LOGO

Potensi Transformasi Digital untuk UMKM Perlu Dimaksimalkan

author Oleh Desy Yuliastuti Jumat, 15 Desember 2017 | 12:59 WIB
Share
Visi ekonomi Indonesia 2020 ialah menjadi “The Digital Energy of Asia” dengan target pertumbuhan transaksi e-commerce sebesar US$ 130 Miliar
Share

Visi ekonomi Indonesia 2020 ialah menjadi “The Digital Energy of Asia” dengan target pertumbuhan transaksi e-commerce sebesar US$ 130 Miliar. Salah satunya melalui target 8 Juta UMKM Go Online pada 2019 dan penerbitan roadmap e-commerce.

Bagaimana teknologi dimanfaatkan untuk transformasi bisnis UMKM diulas dalam acara DigiTalksID bertajuk “Using Digital to Transform Your Bussiness: Pemanfaatan teknologi digital untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia ” di Gedung Kantor Pusat BNI, Jakarta, Kamis, (14/12).

DigiTalksID yang pertama kali diadakan Digination.id dihadiri Director of Consumer Bussiness PT Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk., Anggroro Eko Cahyo, yang menjelaskan Indonesia berpotensi besar untuk dilirik investor. BNI juga mendorong UMKM untuk memasarkan produk secara online melalui marketplace.

“Dengan pemanfaatan teknologi, semua orang di era ini bisa berkontribusi, dimulai dari kebutuhan sehari-hari. Bentuk dukungan BNI melalui BNI Digination Movement, bagaimana meng-empower masyarakat Indonesia. Lewat Agen 46 ke depannya diharapkan tidak ada lagi yang tidak terjangkau perbankan,” papar Anggoro.

Dalam sesi diskusi panel yang dimoderatori oleh Director Digination.id, Edi Taslim, tiga panelis dari berbagai latar belakang membagikan success story, upaya, dan tantangan yang dialami dalam proses transformasi digital dan membangun usaha.

-

Mengajak UMKM untuk menyadari potensi transformasi digital memang gampang-gampang susah. Direktur Informatika Kemenkominfo, Septriana Tangkary mengatakan, baru 9% UMKM yang menggunakan internet secara serius untuk menjual produknya, 36% sama sekali belum menyentuh internet, 37% menggunakan internet tingkat dasar, dan 18% sisanya tingkat menengah.

“Kendalanya selain literasi digital, kita perlu mentor untuk mengarahkan pesanan, packaging, dan menghubungkan barang dengan pemesan. Menggerakkan UMKM yang teknologinya sederhana butuh modal, teknik, dan alat. Kemkominfo tidak bekerja sendiri, tapi mengajak Kementerian Koperasi dan UKM, Kemenperin, Bekraf, dan idEA bergerak bersama,” papar Septriana.

Namun, tak semua UMKM cepat beradaptasi dan melirik marketplace sebagai pintu meningkatkan penjualan. Leontinus Alpha Edison, Co Founder Tokopedia menyebutkan UMKM menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia dengan kontribusi 58% terhadap GDP Indonesia, tapi masih banyak yang menggunakan cara bisnis konvensional.

“Tokopedia melakukan inisiatif dengan program Laman Kota khusus UMKM, yang bekerja sama dengan pemerintah kota setempat menunjang ekonomi inklusif. Laman Kota sudah menjangkau Jakarta, Bandung, Semarang, Palembang, dan Belitung. Kita juga mengadakan pelatihan internet marketing, khusus memfasilitasi orang yang sudah jualan online supaya lebih fokus belajar,” kata Leon.

Dalam sesi diskusi, Muadzin F. Jihad,  CEO Ranah Kopi, turut membagikan pengalamannya.“Dalam mengembangkan usaha, semua sosial media dan platform berusaha dipakai termasuk Tokopedia dan Bukalapak. Sebelumnya, saya membangun website sendiri tapi pengembangannya butuh biaya maka beralih ke marketplace dan terbukti 30% omzet didapat dari sana,” pungkasnya.

  • Editor: Wicak Hidayat
TAGS
LATEST ARTICLE