LogoDIGINATION LOGO

Mudahnya Berbisnis di Uni Eropa Lewat Estonia...

Oleh Alfhatin Pratama Selasa, 18 Juni 2019 | 08:15 WIB
Share
Identitas digital e-Residency (Situs resmi e-Residency)
Share

Estonia, salah satu negara dengan masyarakat digital yang paling canggih di dunia memiliki sebuah program unggulan yang juga aset utama mereka. Apaan, ya? Estonia e-Residency atau e-Residency namanya. Program tersebut adalah sebuah status yang diberikan kepada pihak yang bukan warga negara ataupun penduduk Estonia, sehingga dapat memiliki identitas digital atau Digital ID dari Estonia dan akses terhadap berbagai layanan elektronik di sana.

Digination.id kemudian mewawancarai Arnaud Castaignet, Head of Public Relations untuk Estonia e-Residency melalui e-mail (1/6). "Singkatnya, status tersebut memungkinkan Anda terhubung dengan Estonia serta lingkungan bisnisnya, termasuk kebebasan untuk menjalankan sebuah perusahaan global yang berbasis di Uni Eropa secara online dari belahan dunia manapun," tambahnya. Sejak diluncurkan pertama kali Desember 2014a, e-Residency berhasil menggandeng lebih dari 55.000 orang dari 157 negara di dunia untuk berpartisipasi. 

Arnaud mengungkapkan, "e-Residency memang memberikan akses kepada layanan elektronik Estonia tetapi keuntungan utama dari program ini adalah kemungkinan mendaftarkan perusahaan berbasis di Estonia secara online. Menjadi e-Resident (pihak yang telah resmi memiliki identitas digital dari e-Residency) juga memungkinkan pengguna melakukan tandatangan digital. Kemudahan lain yang didapatkan adalah kemungkinan menggunakan fasilitas tersebut untuk bekerja atau berinvestasi pada perusahaan Estonia."

Baca juga: Nih, 5 Keuntungan Bekerja Remote. Kuy!

Ilustrasi peta negara Estonia (shutterstock)
Peluang dan manfaat bisnis yang bisa didapat

Banyak e-Resident yang berasal dari Finlandia telah menggunakan kartu mereka untuk bergabung dengan dewan direksi dari berbagai perusahaan Estonia atau menjalankan bisnis dengan warga negara Estonia.

Ada juga pemodal ventura asal Amerika Serikat (AS), Timothy Cook Draper atau Tim Draper yang menggunakan e-Residency untuk berinvestasi pada Funderbeamstartup asal Estonia yang fokus pada perdagangan saham.

Melalui e-Residency bisnis jenis apapun dapat dilakukan. "Mayoritas dari e-resident bergerak di sektor konsultansi atau teknologi informasi. Namun demikian, mulai dari industri pariwisata hingga kosmetik, e-resident juga memilikinya," tambah Arnaud. Beberapa e-resident telah melihat peluang dan mengambil manfaat dari e-Residency untuk mendirikan perusahaannya sendiri di Estonia dari jarak jauh. Siapa saja mereka?

Baca juga: Teknologi AI Petani Pintar Bantu Petani Dapatkan Kredit Usaha

Seorang menggunakan e-Residency (Situs resmi e-Residency)
1. Asep Bagja Priandana dan Retno Ika Safitri asal Indonesia, Tanibox

Tanibox merupakan perusahaan teknologi pertanian dengan produk utama berupa open source software atau perangkat lunak sumber terbuka yang disebut Tania. Saat ini, Tania telah digunakan oleh berbagai pihak dari mancanegara dan perusahaannya telah memiliki mitra di beberapa negara Uni Eropa seperti Hungaria, Lithuania, dan Swedia.

2. Yurii Holuzynets asal Ukraina, Riddletag

Riddletag, perusahaan rintisan dari Ukraina di bidang face recognition atau pengenalan wajah juga mengikuti program e-Residency. Mereka telah berhasil menyelesaikan tahapan pre-seed funding atau pendanaan pra-benih dari salah satu Angel Investor terkemuka di Eropa, Witold Gantzke.

3. Esen Bulut asal Turki, Rimuut

Perusahaan tersebut tergolong sangat sukses di kalangan komunitas pekerja lepas atau freelancer karena membantu mereka dalam urusan tagihan serta solusi pembayaran untuk membuat pekerjaan mereka lebih praktis, nyaman, dan aman. Beberapa perusahaan seperti Change.org, D&R Store, dan GarantiPartners, dan perusahaan profesional lainnya telah mempercayakan urusan mereka kepada Rimuut.

4. Ksenia Ashrafullina asal Rusia, Invisible City 

Invisible City merupakan aplikasi untuk membantu orang-orang memperoleh informasi terkait budaya di sekitar mereka secara offline dengan membantu para seniman lokal menyewa lokasi serta mengumpulkan para penikmat seni.

Baca juga: Sociopreneurship, Bisnis Simbiosis Mutualisme

Ilustrasi komunitas internasional yang saling berjejaring (shutterstock)
Selain aspek bisnis, aspek komunitas juga merupakan sesuatu yang penting. Menurut Arnaud, telah banyak e-resident yang mengorganisasi ajang pertemuan maupun acara lain di berbagai lokasi seperti Istanbul (Turki), Tokyo (Jepang), atau Chiang Mai (Thailand).

Sebagian dari mereka baru mendirikan Estonian E-Residents International Chamber Association (EERICA) untuk membantu menjalankan bisnis dengan Estonia maupun antara satu sama lain. Pihak e-Residency merasa sangat antusias dengan asosiasi ini karena sejalan dengan visi mereka untuk tidak hanya sebatas memiliki pengguna layanan, tetapi juga anggota-anggota aktif dari komunitas yang dibangun.

Bagi kamu yang tertarik untuk menjadi e-Resident, terlebih kamu yang memiliki startup bisa dengan mudah mendaftarkan diri melalui situs resminya di tautan ini. "Prosesnya sangatlah mudah. Ajukan aplikasi online melalui situs kami dan jangan lupa persiapkan salinan identitas yang dikeluarkan secara resmi oleh pemerintah setempat, foto digital dengan format seperti foto paspor, sebuah motivation letter, dan biaya Euro 100 untuk biaya pembuatan kartu e-Residency," kata Arnaud.

Selanjutnya, pihak Polisi dan Penjaga Perbatasan Estonia akan melakukan pengecekan terhadap latar belakang pihak yang mengajukan dan menginformasikan kembali setelah proses tersebut selesai. "Total durasi yang dibutuhkan adalah sekitar 6-8 minggu. Kami memahami bahwa proses tersebut mungkin menjadi isu tersendiri, namun proses ini sangatlah penting karena memungkinkan kami untuk mengetahui bahwa identitas pendaftar dapat diverifikasi dan pendaftar tersebut dapat dipercaya," tutup Arnaud.

Setelah semua proses selesai, identitas digital tersebut akan dikirimkan ke Kedutaan Besar Estonia atau Konsulat Jenderal Estonia di tempat terdekat.

Tertarik membuatnya?

Baca juga: Digital Twin Untuk Menilai Kesehatan Perusahaan? Bisa!

  • Editor: Dikdik Taufik Hidayat
TAGS
RECOMMENDATION

Kominfo Sederhanakan Perizinan Usaha

Sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo mengenai Kebijakan Percepatan Pelaksanaan Berusaha dalam Peraturan Presiden Nomor 91 Tahun 2017, Kementerian Komunikasi dan Informatika menyederhanakan perizinan dengan melibatkan pemangku kepentingan

Senin, 30 April 2018 | 15:09 WIB
LATEST ARTICLE

Mudahnya Berbisnis di Uni Eropa Lewat Estonia...

Era digital yang semakin terbuka tanpa memandang batas membuat peluang berbisnis juga ikut terbuka lebar. Salah satunya melalui program asal Estonia ini. Yuk, cari tahu lebih lengkap!

Selasa, 18 Juni 2019 | 08:15 WIB

Memata-matai Karyawan, Boleh Nggak Sih?

Penting mengetahui apa yang sebenarnya dilakukan tenaga kerja Anda, namun banyak karyawan menolak untuk dipantau. Tetapi jika pemantauan dilakukan dengan benar, karyawanlah yang mendapat manfaatnya

Sabtu, 15 Juni 2019 | 09:30 WIB