5 Poin Mengelola Supplier untuk Perkuat Bisnis

author Oleh Deriz Syarief Senin, 27 Mei 2019 | 16:43 WIB
Share
Ilustrasi Supplier Management
Share

Dalam bisnis, pelanggan adalah raja. Tapi pernahkah kamu memikirkan para supplier atau pemasok? Berkat para supplier inilah, bisnis bisa melahirkan produk yang bernilai sehingga pelanggan mau mengeluarkan uang untuk membelinya. Bisnis gerai kopi premium misalnya, tak bisa lepas dari peran supplier yang memasok biji kopi bermutu tinggi. Kamu yang berbisnis fashion pastinya paham bahwa bahan baku utama (tekstil), bahan baku pendukung (kemasan) dan alat dari para supplier akan sangat menentukan bagaimana karakter brand tampil di mata konsumen.

Semakin besar bisnismu, semakin penting mengelola supplier. Aktivitas ini dikenal sebagai Supplier Relationship Management (SRM). Sebelum supplier kamu makin banyak dan pengelolaannya makin kompleks, kamu bisa memulainya dengan mengenal lebih dalam supplier, istilahnya "Know Your Supplier."

Ada lima poin penting tentang pengelolaan supplier ini.

1. Posisikan supplier sebagai partner

Mulailah dengan mengubah mindset bahwa supplier adalah partner, bukan cuma vendor. Pola relasi antara bisnis dengan supplier jauh lebih dari sekadar transaksional saja, tetapi mengarah kepada strategic relationship. Sebagai bagian dari strategi, sebisa mungkin libatkan supplier dalam pengembangan produk dan rencana bisnis. Kamu bisa memilah-milah peran supplier berdasarkan nilai strategisnya bagi bisnismu, posisi tawar dan faktor risiko.

2. Ciptakan keunggulan kompetitif bersama supplier

Bereksplorasilah bersama supplier untuk mengetahui bagaimana produk dan jasa yang mereka tawarkan bisa menciptakan keunggulan kompetitif bagi bisnismu. Supaya bisnis kamu punya keunggulan berupa cost leadership (lebih murah dibandingkan kompetitor), ajak diskusi supplier untuk mendapatkan harga khusus untuk pembelian dalam volume tertentu. Bicarakan juga dengan mereka, bagaimana strategi untuk meningkatkan kualitas, delivery dan dukungan purna jual. Disini supplier sudah masuk dalam rantai nilai (value chain) dari bisnismu.

Baca juga: Jangan Tertipu! Tips Pilih Supplier

Ilustrasi Inovasi
3. Supplier sebagai pendorong inovasi

Posisikan supplier sebagai salah satu pendorong inovasi. Poin ini vital bagi kamu yang terjun di bisnis teknologi, atau yang komponen teknologi dalam produknya bernilai signifikan. Melalui penerapan Know Your Supplier, kamu bisa mengetahui bagaimana rencana pengembangan dan peta jalan (roadmap) dari supplier sedari dini. Berbekal pengetahuan ini, kamu bisa sedini mungkin mulai mengembangkan produk yang memanfaatkan fitur atau fungsi baru dari supplier. Sebaliknya, kamu juga bisa mendapatkan feedback dari supplier mengenai produk yang akan kamu luncurkan. Supplier juga bisa mengisi kekurangan dan celah dari produk kamu itu.

4. Kerjasama erat memenuhi standar industri

Keempat, bekerjasama dengan supplier untuk memenuhi standar-standar kualitas industri. Pemenuhan standar kualitas ini vital bagi kamu yang bisnisnya tergolong highly-regulated seperti financial technology (fintech) dan kesehatan. Seringkali tidaklah mudah pun murah untuk bisa memenuhi standar industri. Jika bisnis kamu tergolong startup, dan supplier kamu juga startup, ada baiknya sama-sama mempelajari dan menerapkan standar-standar industri tersebut.

5. Efisiensi biaya akusisi supplier.

Kelima, sama seperti akuisisi pelanggan, biaya menjaga supplier yang sudah sejalan dan sehati dengan bisnis kamu lebih rendah daripada mendapatkan supplier baru. Apalagi jika bisnis kamu mensyarakatkan supplier menyediakan spesifikasi teknis, waktu penghantaran dan standar kualitas yang khusus.

Jadi, mulailah mengenal lebih dekat dan dalam supplier-mu. Ubahlah aktivitas Purchasing biasa menjadi sebuah awal dari Supplier Relationship Management. Kira-kira apa tantangan yang hadapi dalam mengeloa supplier? Sudahkah mereka menjadi bagian strategis dari bisnis kamu. Share ya.

  • Editor: Deriz Syarief
TAGS
RECOMMENDATION

Jangan Tertipu! Ini Tips Pilih Supplier

Kalo kamu sudah mantap ingin menjadi reseller, tentunya kamu butuh supplier. Jangan sampai tertipu, simak tips berikut ini.

Jumat, 9 November 2018 | 08:08 WIB
LATEST ARTICLE

Mau Mulai Bisnis? Keluarlah dari Zona Nyaman!

Zona nyaman memang membuat kita sulit beranjak. Tetapi, untuk memulai bisnis kita harus keluar dari zona nyaman tersebut. Yuk, simak cerita CEO dan Co-Founder Logisly tentang bagaimana ia keluar dari zona nyaman dan memulai bisnisnya.

Senin, 19 Agustus 2019 | 14:28 WIB