LogoDIGINATION LOGO

Gaess, Peluang Besar Untuk Startup Kesehatan di Indonesia, Nih!

Oleh Alfhatin Pratama Jumat, 10 Mei 2019 | 17:03 WIB
Share
Ilustrasi startup kesehatan berbasis aplikasi (shutterstock)
Share

Permasalahan kesehatan di Indonesia yang cukup kompleks pastinya tidak serta-merta selesai jika ditangani Pemerintah saja. Tentu perlu adanya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak swasta lainnya untuk mencari solusinya.

Kalau bicara soal kesehatan, Menteri Komunikasi dan Informatik (Menkominfo) Rudiantara pernah berkata bahwa bidang kesehatan bisa menjadi peluang besar untuk sebuah startup dapat berkembang.

Optimisme dari menteri yang kerap dipanggil Chief RA itu ternyata tak berbeda dengan salah seorang yang terjun langsung dalam dunia kesehatan. Adalah Stephanie Patricia, dokter sekaligus co-founder dan COO dan Co-Founder Medi-Call. Ini sebuah startup kesehatan berbasis aplikasi dan website yang memberi layanan home visit/ home care. 

"Kalau bicara peluang startup, khususnya bidang kesehatan di luar Pulau Jawa dan Bali, peluang pasarnya cukup besar. Kenapa? Karena, Indonesia bukan hanya Jawa dan Bali saja tapi dari Sabang sampai Merauke," katanya kepada Digination.id.

Baca juga: Sakit dan Nggak Bisa Datang ke Dokter? Kontak Medi-Call Aja!

Stephanie Patricia, COO dan Co-Founder Medi-Call (Dok. Pribadi)
Walaupun masih ada yang meragukan potensi startup kesehatan di tengah masyarakat yang belum seluruhnya terkoneksi internet, ia tetap optimis.

"Masyarakat yang membutuhkan layanan Medi-Call, yang menyediakan layanan kesehatan kunjungan ke rumah, tentu bukan hanya di Pulau Jawa dan Bali saja," kata perempuan yang kerap disapa Patrice itu.

Menurutnya, peran internet sangat penting, apalagi, untuk startup yang berbasis aplikasi atau website. Di sisi lain, belum menyeluruhnya koneksi internet di Indonesia menjadi tantangan tersendiri.

Karenanya, menurut Patrice, startup yang ingin mengembangkan layanannya ke berbagai daerah di Indonesia tentunya harus berpikir lebih kreatif lagi. Jangan sampai melupakan nilai kebudayaan daerah tersebut. Startup harus tahu apa yang ingin mereka lakukan dan bagaimana cara mereka melakukannya agar layanan yang diberikan benar-benar sesuai dan diterima masyarakat.

Baca juga: Fintech Connect, Ketika Kesehatan Bertemu Teknologi

Ilustrasi layanan kesehatan (shutterstock)
Hingga saat ini, Medi-call sudah hadir di 20 kota dengan 387 Dokter, 379 Perawat, 480 Bidan, dan 130 Fisioterapis yang siap datang ke lokasi pasien kapan saja dibutuhkan. Aplikasinya pun sudah dilengkapi dengan fitur MediChat untuk konsultasi interaktif.

Terakhir, Patrice memberikan tips bagi calon founder atau co-founder startup khususnya yang ingin fokus pada bidang kesehatan. Katanya, Indonesia sangat besar. Semakin besar populasinya, semakin beragam masyarakatnya, tentu masalahnya akan semakin banyak. Kalau kita melihat masalah sebagai peluang tentu peluangnya akan lebih banyak lagi.

"Nah, tips dari saya adalah jadilah pengamat dan pendengar yang baik. Dengar masalah yang ada di masyarakat, observasi masalahnya, dan berikan solusi pada permasalahan yang ada. Karena, kunci dari startup itu membantu menyelesaikan masalah. Selamat berjuang!" tutupnya.

Siyap?

Baca juga: Sst.. Ini Dia Tips 'Minta Uang' ke Venture Capital!

  • Editor: Dikdik Taufik Hidayat
TAGS
RECOMMENDATION

10 Teknologi Kesehatan Masa Depan

Kemajuan dunia media tidak bisa lepas dari peran teknologi di dalamnya. Teknologi canggih ini membantu meningkatkan mutu perawatan kesehatan untuk lebih baik lagi. Lalu apa saja teknologi yang dimanfaatkan dalam dunia kesehatan? Berikut 10 daftarnya.

Sabtu, 3 November 2018 | 16:00 WIB
LATEST ARTICLE

Mudahnya Berbisnis di Uni Eropa Lewat Estonia...

Era digital yang semakin terbuka tanpa memandang batas membuat peluang berbisnis juga ikut terbuka lebar. Salah satunya melalui program asal Estonia ini. Yuk, cari tahu lebih lengkap!

Selasa, 18 Juni 2019 | 08:15 WIB

Memata-matai Karyawan, Boleh Nggak Sih?

Penting mengetahui apa yang sebenarnya dilakukan tenaga kerja Anda, namun banyak karyawan menolak untuk dipantau. Tetapi jika pemantauan dilakukan dengan benar, karyawanlah yang mendapat manfaatnya

Sabtu, 15 Juni 2019 | 09:30 WIB