LogoDIGINATION LOGO

Hotel atau Airbnb, Pilih Mana?

Oleh Ana Fauziyah Selasa, 22 Januari 2019 | 08:15 WIB
Share
Ilustrasi menyewa penginapan. (Foto: Pexels)
Share

Jika di transportasi kita mengenal Go-Jek, Grab, dan Uber yang telah mendisrupsi sistem transportasi konvensional, di akomodasi ada Airbnb. Aplikasi yang didirikan oleh Brian Chesky pada tahun 2008 ini memungkinkan pemilik properti menyewakan rumah, apartemen, atau vila mereka pada pihak lain sebagai alternatif akomodasi layaknya hotel.

Cara memesan penginapan di Aibnb cukup mudah dan bisa diakses melalui aplikasi di smartphone. Pengguna tinggal mencari negara dan kota yang akan dikunjungi. Kemudian mengatur harga maksimal, jumlah kamar, fasilitas yang diinginkan, dan lain sebagainya.

Hingga saat ini Airbnb telah memiliki hampir 2 juta rumah sewaan. Layanan Airbnb juga tersedia di hampir semua negara, terutama di kota-kota yang menjadi destinasi tempat wisata favorit. Lambat laun, pamor Airbnb mulai menggeser peran hotel konvensional. Bahkan Airbnb disebut sebagai perusahaan penyedia akomodasi tanpa memiliki properti.

Banyak pengguna menyatakan bahwa menyewa tempat tinggal sementara lewat Airbnb lebih menguntungkan daripada di hotel. Keuntungan tersebut antara lain biayanya yang bisa ditekan sesuai bujet. Selain biaya yang bisa diminimalkan, berikut beberapa keuntungan lain menyewa kamar melalui Airbnb, disarikan dari INC-Asean, Rabu (16/1).

Baca juga: 3 Cara Jitu Liburan Produktif Bagi Entrepreneur

Ilustrasi berinteraksi dengan penduduk lokal. (Foto: Pexels)
Dapat menyelami budaya dan kehidupan lokal

Setiap negara dan kota tertentu memiliki budaya dan keunikan tersendiri. Jika tinggal di rumah penduduk lokal, kamu bisa berinteraksi langsung, bercakap-cakap dan membaur dengan mereka. Lain halnya jika tinggal di hotel yang dilayani oleh pekerja.

Tinggal dengan penduduk lokal memungkinkan kamu menyelami budaya dan kebiasaan setempat, mendapat rekomendasi tempat wisata menarik yang tidak diketahui wisatawan pada umumnya, dan tentu saja dapat mencicipi masakan khas daerah itu karena biasanya pemilik rumah juga menyediakan sarapan.

Mendapat ruang yang cukup untuk seluruh keluarga

Sebagian kamar hotel didesain maksimal hanya untuk dua orang. Jika kamu bepergian dengan anak-anak dan ingin tinggal di satu kamar, maka kamu harus meminta tambahan tempat tidur. Tapi, dengan menyewa rumah atau apartemen di Airbnb, kamu bisa memilih tempat dengan tempat tidur yang cukup, sofa, dan dapur. Dengan begitu, ada cukup ruang untuk seluruh anggota keluarga.

Baca juga: Mau Kerja Sambil Liburan? Kunjungi Lokasi Ini

Ilustrasi rumah unik. (Foto: Pexels)
Tempat tinggal yang unik

Tinggal di hotel mungkin nyaman dan aman. Tetapi jika mencoba mencari rumah yang disewakan penduduk lokal, mungkin kamu akan menemukan tempat-tempat tinggal unik dan memberikan pengalaman lain yang tidak akan kamu temui di hotel. Misalnya kamu bisa tinggal di pondokan kecil menghadap danau, rumah pohon, rumah yang memiliki peternakan kambing, dan lain sebagainya.

Peringkat dan review berjalan dua arah

Seperti sistem dalam sharing economy lainnya, peringkat dan review bisa berjalan dua arah. Penyewa dan pemilik rumah sama-sama bisa memberikan ulasan yang positif atau negatif antara satu dengan yang lain. Karena sistem peringkat dua arah ini, pemilik rumah akan berusaha sebaik mungkin melayani tamu. Sementara penyewa akan berusaha meninggalkan rumah dalam kondisi yang baik sehingga mendapatkan ulasan yang baik.

Jadi, pilih hotel atau Airbnb?

Baca juga: Liburan ke Luar Negeri Anti Mainstream

  • Editor: Dikdik Taufik Hidayat
  • Sumber: inc-asean, Airbnb
TAGS
RECOMMENDATION

Traveloka Kini Bisa Bayar di Hotel

Pertumbuhan memang sangat perlu dilakukan oleh perusahaan, mengingat pertumbuhan akan menjaga perusahaan agar tetap berjalan

Jumat, 4 Mei 2018 | 02:15 WIB
LATEST ARTICLE

Mudahnya Berbisnis di Uni Eropa Lewat Estonia...

Era digital yang semakin terbuka tanpa memandang batas membuat peluang berbisnis juga ikut terbuka lebar. Salah satunya melalui program asal Estonia ini. Yuk, cari tahu lebih lengkap!

Selasa, 18 Juni 2019 | 08:15 WIB

Memata-matai Karyawan, Boleh Nggak Sih?

Penting mengetahui apa yang sebenarnya dilakukan tenaga kerja Anda, namun banyak karyawan menolak untuk dipantau. Tetapi jika pemantauan dilakukan dengan benar, karyawanlah yang mendapat manfaatnya

Sabtu, 15 Juni 2019 | 09:30 WIB