Ayo Ciptakan Lingkungan Kerja yang Inklusif Bagi Difabel!
Yuk, kita berkomitmen jadikan bisnis yang kita miliki menjadi ramah difabel. Bagaimana caranya?
Rabu, 21 November 2018 | 16:15 WIB
Hadirnya internet dan inovasinya yang terus berkembang membuat dunia semakin terhubung. Dari hari ke hari, batas antar negara menjadi tak kasatmata. Itulah yang menjadi alasan bagi banyak perusahaan untuk memperkerjakan karyawannya secara jarak jauh atau remote.
Menurut data Statista tahun 2017, terdapat 65% orang di Tiongkok bekerja remote setidaknya 2,5 hari atau lebih dalam seminggu. Peringkat kedua dan ketiga diikuti India dan Meksiko dengan angka mencapai 63%.
Terus meningkatnya pekerja remote di era digital saat ini tak menutup kemungkinan semakin meningkatnya jumlah perusahaan yang 100% dioperasikan secara remote atau dari jarak jauh.
Tak mudah menjalankan perusahaan remote. Perlu kebijakan yang tepat agar terhindar miskomunikasi karena jarak yang jauh. Meskipun demikian, hal ini telah menjadi kemungkinan dalam beberapa tahun terakhir.
Dalam sebuah wawancara di Forbes, Co-Founder dan CMO FreeUp, Connor Gillivan memberikan 4 tips untuk membangun perusahaan remote yang kompetitif. Mmm, seperti apa, ya? Yuk, simak!
Baca juga: Artificial Intelligence Ternyata Bisa Bikin Kamu Enjoy Kerja, Lho!
Jika perusahaan berbentuk kantor fisik, seorang bisa dengan mudah memeriksa karyawan yang duduk tidak jauh dari tempatnya. Tetapi, apa jadinya kalau karyawannya berada jauh di berbagai belahan dunia?
Untuk menjalankan perusahaan remote, seorang harus mampu untuk melakukan pengecekan terhadap karyawannya setiap hari. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan Whatsapp atau Skype, aplikasi komunikasi real-time untuk mengatasi permasalahan jarak. Jarak pun tiada arti kalau tim memiliki kekuatan yang solid.
Jangan lupa juga tetapkan tugas yang jelas, bagaimana setiap karyawan harus melaporkan progress harian. Jika laporan harian dirasa para karyawan tidak perlu, hal ini malahan mungkin akan menghambat produktivitas.
Baca juga: Lebih Produktif di Era Digital? Bisa!
Pertemuan Mingguan
Seiring berkembangnya perusahaan, sangat penting untuk terus membangun dan memelihara budaya perusahaan yang dapat menginspirasi dan memotivasi seluruh karyawan. Salah satu cara terbaik untuk menyatukan semua orang dalam perusahaan remote adalah menjadwalkan pertemuan semua pihak setiap minggu.
Jelas, bukan pertemuan tatap muka secara langsung melainkan online.
Tujuan pertemuan ini sangat penting. Di antaranya untuk menetapkan tujuan ke depan, khususnya tujuan setiap minggu, dan melakukan brainstorming untuk menghadapi permasalahan yang ada. Selain itu, pertemuan tersebut bisa dijadikan ajang evaluasi mingguan dan mendekatkan diri satu sama lain.
Baca juga: Ini, Lho, Tren Tempat Kerja Digital Modern!
Selain pertemuan mingguan, penting juga mendekatkan diri dan menjalin hubungan yang erat dengan setiap orang dalam tim. Hal ini harus cepat dilakukan karena ketika perusahaan semakin besar dan karyawan semakin banyak, sulit untuk mendekatkan diri pada setiap karyawan yang ada.
Mendekatkan diri secara personal bukan semata-mata untuk melekatkan tim dan mengenal tim lebih baik. Akan tetapi hal ini juga untuk mengevaluasi, memperbaharui visi misi perusahaan, dan membuat para karyawan setia pada perusahaan.
Evaluasi Triwulan
Evaluasi setiap 3 bulan tampaknya hal yang sudah biasa dan harus dilakukan setiap perusahaan. Evaluasi ini sangat diperlukan karena teknologi terus berkembang dan tren bisnis pun terus mengikuti. Ini mengharuskan perusahaan beradaptasi dan berkompetisi.
Dengan evaluasi tiap tiga bulan, hubungan kepercayaan diantara tim dapat terbangun kuat. Tim juga akan termotivasi untuk bekerja lebih keras, belajar lebih banyak, dan setia terhadap perusahaan lebih lama.
Bukan hal yang tidak mungkin, lho, untuk membangun perusahaan remote. Berani?
Baca juga: Kolaborasi Untuk Menang? Harus!
Yuk, kita berkomitmen jadikan bisnis yang kita miliki menjadi ramah difabel. Bagaimana caranya?
Rabu, 21 November 2018 | 16:15 WIB
Ini jurus ampuh agar kian produktif dan fokus saat bekerja di rumah
Sabtu, 15 Desember 2018 | 10:00 WIB
Tahun 2020 diprediksi akan ada sekitar 50% orang di dunia yang bekerja remote. Benar gak, sih bekerja remote banyak manfaatnya?
Jumat, 21 Desember 2018 | 16:15 WIB
Pernah merasa otak tiba-tiba "hang" atau susah fokus padahal tidak sedang mengerjakan tugas berat? Yuk, cari tahu apakah kamu sedang mengalami salah satu dari 8 masalah mental era digital yang sering tidak kita sadari ini!
Rabu, 8 April 2026 | 17:11 WIB
Demi keamanan anak di dunia digital, Roblox berencana menghadirkan mode offline, langkah ini jadi bagian dari adaptasi terhadap aturan baru di Indonesia.
Senin, 30 Maret 2026 | 17:12 WIB
Laporan ini menyusun tujuh tren penting di bidang keamanan yang mempengaruhi perkembangan strategi keamanan ke depannya. Tujuh tren tersebut adalah:
Senin, 30 Maret 2026 | 16:27 WIB
Aturan pandemi global kembali memanas, hasilnya bisa menentukan akses kesehatan yang lebih adil atau tidak di masa depan.
Jumat, 20 Maret 2026 | 22:51 WIB
Investasi emas kini lebih mudah, aman, dan tepercaya melalui fitur eMAS di aplikasi DANA.
Kamis, 12 Maret 2026 | 11:55 WIB
Mau mencoba tren AI "Caricature of Me and My Job"? Mau dibuat lebih personal dan akurat? Yuk simak informasi berikut!
Rabu, 18 Februari 2026 | 16:28 WIB
Google akan mengirimkan server berukuran kecil ke luar angkasa. Mereka bekerja sama dengan perusahaan bernama planet untuk meluncurkan dua satelit prototipe yang membawa server tersebut.
Rabu, 18 Februari 2026 | 16:17 WIB
Mahasiswa dari berbagai jurusan membutuhkan pemahaman dasar tentang Data Analytics. Kalau kamu tertarik mulai mengenal Data Analytics tanpa harus langsung berkomitmen besar, Yuk simak informasi berikut!
Kamis, 12 Februari 2026 | 11:52 WIB
Mengapa Orang Tua Menjadi Target Empuk Penipu?
Rabu, 14 Januari 2026 | 17:25 WIB
Simak lima tips sederhana dari DANA untuk melindungi dompet digitalmu supaya terhindar dari kejahatan siber!
Rabu, 31 Desember 2025 | 10:05 WIB
Pembaruan Google Photo membawa editing ke level yang sangat personal dan mendalam, seperti:
Selasa, 30 Desember 2025 | 18:08 WIB
Selain itu, pertumbuhan di level pedesaan ini sejalan dengan data makro nasional. Bank Indonesia (BI) mencatat, hingga September 2025, jumlah pengguna QRIS di Indonesia telah berhasil menembus angka 45 juta pengguna.
Senin, 10 November 2025 | 10:11 WIB
Fitur-fitur baru ini memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk membantu reator, mulai dari tahap awal pembuatan ide hingga proses penyutingan video panjang.
Selasa, 4 November 2025 | 17:58 WIB
Pada akhir 2025 nanti, diperkirakan sekitar sepertiga dari smartphone yang terjual di seluruh dunia akan punya fitur AI generatif. Bukan hanya ponsel premium, tapi juga kelas menengah.
Kamis, 2 Oktober 2025 | 17:06 WIB
Platform pencari kerja Pintarnya menggabungkan kecerdasan buatan (AI) untuk mempercepat proses rekrutmen, sekaligus membuka akses ke layanan keuangan bagi pekerja sektor informal.
Senin, 22 September 2025 | 13:46 WIB