Jangan Ketinggalan! Ini Tren Dunia Kerja di 2019

author Oleh Aulia Annaisabiru Ermadi Kamis, 3 Januari 2019 | 11:35 WIB
Share
Ilustrasi tempat kerja (shutterstock)
Share

Tahun baru selalu membawa suasana baru. Berbagai tren pun terus berubah menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Salah satu yang tidak boleh ditinggalkan adalah tren dunia kerja di tahun 2019. Sebagai pelaku bisnis, kamu harus tahu dan mencari peluang apa yang bisa dikembangkan dan rencanakan. Apa saja tren di dunia kerja tahun 2019? Simak list berikut.

2019, Awal Generasi Z Mengambil Alih

Generasi milenial telah menjadi topik perbincangan di beberapa tahun terakhir. Namun di tahun ini, perbincangan tentang generasi Y mulai tergeser dengan munculnya generasi baru, generasi Z. Generasi yang terlahir pada rentang tahun 1997 hingga 2006 ini dikenal juga sebagai digital native, diramalkan akan memberikan arah baru bagi masa depan bisnis di tahun-tahun mendatang.

Baca juga: Pikat Generasi Z Dengan Hal Ini

Dengan populasi sebanyak 86 juta, gen Z diprediksi menyumbang 40 persen dari seluruh konsumsi dunia pada tahun 2020 dan berpotensi memberikan pengaruh hingga USD 166 hingga 333 miliar setiap tahunnya.

Kalau kamu pengusaha cerdas, lihatlah gen Z sebagai peluang besar. Generasi yang sekarang masih bersekolah atau sedang berkuliah, masuk dalam sweetspot sebagai target marketing. Untuk itu perlu untuk mempelajari bagaimana cara mendekati generasi ini hingga menjadikannya sebagai basis pelanggan.

Tak hanya itu, para generasi Z juga segera memasuki dunia kerja. Para pengusaha juga harus mempertimbangkan bagaimana merekrut dan melibatkan generasi ini dalam dunia kerja. Laporan dari Upwork, 73 persen dari Gen Z sudah memulai freelancing di tahun 2018. Yap! Gen Z mulai mendisrupsi dunia bisnis, kamu harus bersiap.

Baca juga: Mau Kerja Dengan Bahagia? Usulkan Kantormu Terapkan Ini...

Ilustrasi pekerja remote (shutterstock)

Tidak Harus Bekerja Di Kantor, Bisa Remote

Banyak yang beranggapan bahwa kantor adalah tempat terbaik untuk bekerja, dan rumah adalah tempat paling tidak kondusif untuk bekerja. Apakah benar? Faktanya sebaliknya, karyawan yang bekerja remote cenderung bisa lebih produktif lho.

Hasil penelitian dari Stanford menunjukkan bahwa ada peningkatan produktivitas pada para pekerja remote dari pada pekerja kantor. Hal ini terjadi karena para pekerja remote tidak harus menerjang kemacetan jalanan untuk masuk kantor atau tidak perlu bolak-balik ke rumah untuk mengurusi urusan rumah. Justru bekerja remote memiliki banyak keuntungannya, gesekan antar karyawan turun hampir setengahnya, biaya operasi juga turun hingga USD 1.400 per karyawan. 

Baca juga: Kata Siapa Kerja Dari Rumah Nggak Produktif?

Ilustrasi penggunaan AI (shutterstock)

Memanfaatkan AI (Artificial Intelligence)

Beberapa tahun terakhir, AI telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Jika kamu berlangganan Netflix, machine learning menilik kebiasaan menontonmu dan memberikan rekomendasi film yang sesuai. Begitu juga yang dilakukan di Amazon, algoritma-nya menganalisis kebiasaan beselancar di web untuk memberikan saran produk apa lagi yang akan ditawarakan.

Singkatnya, AI adalah tentang otomatisasi dan personalisasi pelanggan. Di tahun 2019 ini, sebagai pelaku bisnis yang cerdas, kamu harus mulai memperhitungkan AI guna memaksimalkan layanan pelanggan. Selain itu, mengadopsi AI memungkinkanmu untuk semakin mengoptimalkan upaya marketing guna menarik makin banyak pelanggan yang sebelumnya tidak terjangkau.

Baca juga: Lebih Dekat Dengan Pelanggan Berkat AI? Bisa! 

  • Editor: Wicak Hidayat
  • Sumber: Entrepreneur, USA Today
TAGS
RECOMMENDATION

7 Tips Menata Meja Kerja di Rumah

Menata meja kerja di rumah bermanfaat salah satunya agar kamu fokus pada pekerjaan. Berikut ini 7 tips menatanya agar kerja dari rumah jadi lebih bersemangat.

Jumat, 26 Oktober 2018 | 14:04 WIB
LATEST ARTICLE

Mau Mulai Bisnis? Keluarlah dari Zona Nyaman!

Zona nyaman memang membuat kita sulit beranjak. Tetapi, untuk memulai bisnis kita harus keluar dari zona nyaman tersebut. Yuk, simak cerita CEO dan Co-Founder Logisly tentang bagaimana ia keluar dari zona nyaman dan memulai bisnisnya.

Senin, 19 Agustus 2019 | 14:28 WIB