LogoDIGINATION LOGO

Sri Mulyani: Regulasi Industri Kreatif dan Startup Akan Dipermudah

author Oleh Desy Yuliastuti Jumat, 6 Oktober 2017 | 12:47 WIB
Share
Iklim startup dan ekonomi kreatif semakin menggeliat di Tanah Air
Share

Iklim startup dan ekonomi kreatif semakin menggeliat di Tanah Air. Namun, sering kali terhambat regulasi yang berbelit-belit. Menanggapi hal ini, Sri Mulyani, Menteri Keuangan Republik Indonesia, berjanji akan mempermudah dengan memberlakukan sistem satu pintu.

“Pemerintah berusaha bikin satu tempat khusus untuk mempermudah regulasi industri kreatif. Dari menkeu, ekspor impor dipermudah hanya dengan syarat memiliki NPWP. Kami akan melihat hal yang bisa disimplify untuk mengurangi aturan supaya ekonomi bisa bergerak positif,” kata Sri Mulyani di acara iDeafest 2017 x Tokopedia di Jakarta Convention Center (6/10).

Ia mengakui saat ini regulasi pemerintah sering menyulitkan industri kreatif atau pun startup. Hal ini karena semua industri kreatif memiliki aturan tersendiri dan yang terpenting harus bayar pajak.

“Presiden Jokowi dan susunan pemerintahan membuat sebuah kebijakan khusus untuk industri kreatif. Industri kreatif itu bukan sekadar e-commerce. Tapi semua yang punya nilai terhadap segala hal yang berkaitan dengan kreativitas, termasuk arsitek, penulis, dan desain grafis,” katanya.

Tak hanya itu, mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menekankan pentingnya tiga hal yang harus disinergikan, yakni masyarakat, infrastruktur, dan policy. Apalagi, Presiden Joko Widodo telah memasukkan industri ini sebagai prioritas utama yang harus dikembangkan.

"Dia (Jokowi) minta kita jangan pasif. Bagaimana bisa menggunakan APBN agar bisa support anda semua. Kalau pemerintah belanjakan pendidikan, infrastruktur, bantu berikan insentif pajak, itu cara kita untuk buat tren bisa antisipasi, dan buat masyarakat Indonesia bisa menikmatinya dan banyak manfaat dari lapangan pekerjaan maupun hasilnya,” tambahnya.

Sri Mulyani mengaku terus memikirkan strategi dan skema agar startup bisa berjalan baik. Namun, ia memiliki pesan bagi pelaku startup agar jangan hanya membangun platform saja, tetapi bisa connected, menjaga responsibility, dan memperlakukan orang lain dengan baik.

"Kayak Nadiem waktu bikin GO-JEK. Tadinya dipikir cuma bikin platform, ternyata berhubungan dengan segala macam, lakukan saja, ketika masuk jadi institusi normal, harus pekerjakan orang," ungkapnya.

  • Editor: Wicak Hidayat
TAGS
LATEST ARTICLE