Orang Tua Rentan Menjadi Target Kejahatan Siber, Ini yang Harus Dilakukan!
Mengapa Orang Tua Menjadi Target Empuk Penipu?
Rabu, 14 Januari 2026 | 17:25 WIB
Konflik bisa saja terjadi di kantor, apalagi menghadapi rekan kerja nyebelin. Saat dikritik, justru dia merasa paling benar dan menyiapkan segudang perlawanan. Berurusan dengan karakter demikian memang sulit bagi siapa pun, tapi sekaligus menantang dan menguji sejauh mana kamu bisa bersikap elegan. Namun, harus diakui konflik internal bisa bikin mood jelek, bahkan berpengaruh pada kinerja.
Sebagai profesional, tentu tak bisa selamanya menghindari apalagi bermusuhan. Elena Lipson, founder Mosaic Growth Partners, sebuah firma konsultasi bisnis dan pelatihan yang berbasis Washington, D. C., Amerika Serikat membagikan pengalamannya menghadapi rekan kerja dengan cara elegan.
Baca juga: Pekerja Digital Kreatif Memiliki Masa Depan Cerah, Ini Faktanya
Hadapi baik-baik
Menurut Elena, bagaimanapun seseorang berjuang keras meningkatkan karier dan jabatan, kamu akan tampak tidak profesional jika berkonflik dengan rekan kerja. Contoh kasus saat Elena menangani seorang klien yang emosional, ia tak menyarankan untuk bertindak reaktif. Menurutnya, dengan berkelahi, menghindar, atau mendiamkan tak benar-benar bisa menyelesaikan masalah atau menciptakan situasi menguntungkan.
Jadi, apa yang bisa kamu lakukan? Daripada melawan balik, lebih baik redam emosi sejenak dan cobalah bersimpati dan lihat dari sudut pandang lain. Cari tahu, mengapa sikap rekan kerja jadi menyebalkan? Bisa jadi ada faktor internal, seperti melihatmu atau rekan lain memiliki pengetahuan lebih yang tidak dia miliki dalam urusan pekerjaan, tapi gengsi mengakuinya.
Menurut Elena, menghindar pun bukan cara yang baik. Untuk meredam perselisihan, cobalah berkomunikasi lebih banyak. Ajaklah dia makan siang, minum kopi, dan ajukan pertanyaan. Jadilah pendengar yang baik. Biarkan rekanmu merasa didengar meskipun kamu tak setuju dengan pendapatnya. Dengan komunikasi, kamu bisa memiliki kesempatan untuk mengatasi situasi.
Jadilah diplomatik, tidak menuduh, dan tetap rendah hati akan memberi kesan kamu bisa diajak bekerja sama untuk kelangsungan pekerjaan. Yang jelas, konflik dengan rekan kerja hanya membuang waktu, lebih baik fokus pada karier.
Baca juga: 6 Cara Hadapi Toxic Boss
Pada beberapa kasus, kamu bisa memberikan masukan terkait sikap rekan kerja. Namun, bagaimana jika terlanjur bebal, gengsi, dan tak bisa menerima saran? Sebaiknya, jangan sekali-kali membalas dendam dengan gantian menjelek-jelekkan dirinya. Lakukan upaya lain untuk mengungkapkan perasaanmu.
Elena juga menyarankan, cobalah membuat jurnal khayalan tentang tujuan pekerjaan yang bisa dilakukan bersama dan fokus pada pengelolaan emosi di masa depan. “Membuat jurnal khayalan dapat membantu meredakan situasi dan membuat Anda menyadari bahwa itu tidak akan menjadi masalah dalam jangka panjang,” ungkapnya. Strategi-strategi ini mungkin terkesan membuat sikapmu tidak natural, terutama untuk wanita. Namun, seiring waktu dan latihan maka situasi bisa saja makin membaik.
Apabila cara tersebut benar-benar tidak dapat memperbaiki situasi, jangan bertahan. Menjadi sengsara di tempat kerja yang menyebalkan dengan toxic friendship dan konflik dapat merusak harga diri, kesejahteraan emosional, dan kesehatan mental. Namun, perlu diingat bersikap elegan akan membuktikan pada semua orang bahwa kamu profesional, bahkan lebih baik daripada “musuh”.
Yuk, dimulai!
Baca juga: Artificial Intelligence Ternyata Bisa Bikin Kamu Enjoy Kerja, Lho!
Mengapa Orang Tua Menjadi Target Empuk Penipu?
Rabu, 14 Januari 2026 | 17:25 WIB
Pembaruan Google Photo membawa editing ke level yang sangat personal dan mendalam, seperti:
Selasa, 30 Desember 2025 | 18:08 WIB
Selain itu, pertumbuhan di level pedesaan ini sejalan dengan data makro nasional. Bank Indonesia (BI) mencatat, hingga September 2025, jumlah pengguna QRIS di Indonesia telah berhasil menembus angka 45 juta pengguna.
Senin, 10 November 2025 | 10:11 WIB
Fitur-fitur baru ini memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk membantu reator, mulai dari tahap awal pembuatan ide hingga proses penyutingan video panjang.
Selasa, 4 November 2025 | 17:58 WIB
Pada akhir 2025 nanti, diperkirakan sekitar sepertiga dari smartphone yang terjual di seluruh dunia akan punya fitur AI generatif. Bukan hanya ponsel premium, tapi juga kelas menengah.
Kamis, 2 Oktober 2025 | 17:06 WIB
Platform pencari kerja Pintarnya menggabungkan kecerdasan buatan (AI) untuk mempercepat proses rekrutmen, sekaligus membuka akses ke layanan keuangan bagi pekerja sektor informal.
Senin, 22 September 2025 | 13:46 WIB
File APK yang diklaim sebagai video demo dari aksi massa di jalanan sedang disebar ke berbagai grup Whatsapp. Hati-hati, jangan asal klik apa lagi ikut menyebarkan ke grup WA lain!
Rabu, 3 September 2025 | 11:44 WIB
Diperkenalkan di Mobile World Congress (MWC) 2025, Barcelona, kelebihan utama Lenovo Yoga Solar PC terletak pada panel surya yang terintegrasi di bagian cover laptop.
Selasa, 19 Agustus 2025 | 12:57 WIB
Doug MacDowell sukses merakit ulang mesin kopi buatan tahun 1980-an itu menjadi PC dengan bodi mesin kopi. Apakah komputer rakitan itu bisa berfungsi dengan baik?
Rabu, 6 Agustus 2025 | 17:55 WIB
Jika penyimpanan data yang disediakan Google secara gratis sebesar 15GB habis, kamu bisa berlangganan Google One. Tapi bagaimana jika kamu tiba-tiba ingin berhenti langganan?
Senin, 4 Agustus 2025 | 15:56 WIB
Jika ingin mengirim cold message pada orang yang tidak kamu kenal di LinkedIn, ada beberapa hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan.
Jumat, 25 Juli 2025 | 15:52 WIB
Di tengah arus informasi yang terus tumbuh, pengambilan keputusan berbasis data sangat dibutuhkan. Yuk pelajari!
Selasa, 22 Juli 2025 | 11:09 WIB
IHC dan ICC resmi memperkenalkan platform otaQku. Apa itu?
Kamis, 17 Juli 2025 | 17:32 WIB
Polri memperkenalkan robot humanoid dan robot quadruped (i-K9), yang siap jadi rekan kerja Polri terutama dalam situasi beresiko tinggi. Apa saja fiturnya?
Kamis, 10 Juli 2025 | 11:51 WIB
Berikut Daftar Password Paling Umum Dibobol Hacker:
Senin, 30 Juni 2025 | 10:25 WIB