LogoDIGINATION LOGO

6 Cara Hadapi "Toxic Boss"

Oleh Aulia Annaisabiru Ermadi Senin, 10 Desember 2018 | 11:15 WIB
Share
Ilustrasi Toxic Boss (shutterstock)
Share

Banyak hal yang dapat mempengaruhi performa dan produktivitas karyawan. Selain karena kemampuan karyawan itu sendiri, ada faktor eksternal yang dapat mengganggu kualitas pekerjaan. Salah satunya adalah atasan atau bos.

Seorang atasan seharusnya bisa menjadi contoh dan teladan bagi para karyawannya. Tapi bagaimana jika atasanmu justru selalu bersikap semaunya dan mempermasalahkan hal-hal yang tidak penting? Bisa jadi kamu memiliki bos "beracun" atau toxic boss. Studi tahun 2018 dari Life Meets Work menemukan 56% karyawan Amerika mengklaim mereka memiliki toxic boss. 

Eits, jangan buru-buru resign. Agar karir tetap lancar, berikut cara-cara yang bisa kamu lakukan untuk berdamai dengan keadaan ini.

#1. Analisa situasi

Jika atasan berperilaku kurang menyenangkan, bertindak semaunya atau bahkan bersikap kasar, coba cari tahu alasannya dengan komunikasi. Memang, kemungkinan besar bos akan sulit untuk terbuka dan mendengar karyawannya. Tapi mencoba terbuka tentang hal ini akan berpengaruh besar pada produktivitasmu. Pikirkan tentang timing, dan coba memulai obrolan ketika bosmu dalam suasana tenang. Pastikan juga untuk berlatih dan mengantisipasi reaksi yang tidak diinginkan.

Baca juga: Ayo Ciptakan Lingkungan Kerja yang Inklusif Bagi Difabel!

Ilustrasi akibat toxic boss (shutterstock)
#2. Cari dukungan

Bekerja untuk seseorang yang tidak menyenangkan tentu sangat menguras energi. Perlu orang-orang yang selalu mendukung dan mengingatkan bahwa dirimu berharga. Memiliki lingkaran orang-orang yang positif akan membuatmu kuat dalam menghadapi segala situasi. 

#3. Jaga pola pikir positif

Ikuti kegiatan yang dapat menjaga pikiran tetap positif di tengah-tengah atmosfir negatif karena hal tersebut dapat memengaruhi emosimu. Pelajari cara untuk membuang pikiran-pikiran negatif ini jauh-jauh. Selalu fokus pada apa yang kamu raih dan selalu bersyukur menjadi kunci agar bisa bangkit ketika menerima serangan emosional.

#4. Ambil cuti

Menjaga kesehatan fisik dan mental sangat penting. Jika perlu, ambil cuti dan temukan aktivitas di luar pekerjaan yang dapat membantumu mengurangi stres. Yoga dan meditasi bisa menjadi pilihan kegiatan untuk merileksasi pikiran. Berlatih untuk berbicara pada diri sendiri dan meningkatkan kepercayaan diri perlu dilakukan. Ingat, kamu tidak memiliki kuasa mengontrol bagaimana atasanmu berperilaku, tetapi kamu bisa mengontrol caramu merespon perilakunya.

Baca juga: Mau Kerja Sambil Liburan? Kunjungi 7 Lokasi Ini

Ilustrasi konsulasi dengan HR (shutterstock)
#5. Konsultasi dengan HR

Jika masalah ini tidak bisa dihadapi sendiri, kamu bisa mempertimbangkan untuk berkonsultasi dengan HR. Ceritakan semua tentang masalah yang kamu hadapi dengan atasan dan upaya apa yang sudah kamu lakukan untuk memperbaiki situasi. Mereka mungkin dapat memberikan solusi yang lebih baik.

#6Take care of yourself

Situasi yang menekan emosional secara terus-menerus akan berpengaruh buruk secara fisik dan mental. Jangan memaksakan dirimu dalam kondisi ini. Bersiaplah untuk meninggalkan perusahaan dan mencari pengalaman yang baru. Resign menjadi solusi terbaik jika memang usaha-usaha tadi tidak memberikan hasil. Setiap hari hanya khawatir, stres dan frustasi dengan perilaku bos, inilah saatnya untuk pergi.

Pernah mengalaminya?

Baca juga: Ini, Lho, Tren Tempat Kerja Digital Modern!

  • Editor: Dikdik Taufik Hidayat
  • Sumber: Entrepreneur, Harvard Business Review, Happier
TAGS
RECOMMENDATION

10 Tips untuk Mengalahkan Kebiasaan Menunda Pekerjaan

Kebiasaan suka menunda-nunda pekerjaa ini terkesan sepele namun jika terus-menerus dibiarkan akan berdampak besar. Kebiasaan jelek ini bisa mengganggu karier dan kepercayaan dirimu.

Senin, 19 November 2018 | 14:00 WIB
LATEST ARTICLE

Mudahnya Berbisnis di Uni Eropa Lewat Estonia...

Era digital yang semakin terbuka tanpa memandang batas membuat peluang berbisnis juga ikut terbuka lebar. Salah satunya melalui program asal Estonia ini. Yuk, cari tahu lebih lengkap!

Selasa, 18 Juni 2019 | 08:15 WIB

Memata-matai Karyawan, Boleh Nggak Sih?

Penting mengetahui apa yang sebenarnya dilakukan tenaga kerja Anda, namun banyak karyawan menolak untuk dipantau. Tetapi jika pemantauan dilakukan dengan benar, karyawanlah yang mendapat manfaatnya

Sabtu, 15 Juni 2019 | 09:30 WIB