LogoDIGINATION LOGO

Hidup Tanpa Digital? Mungkin, Gitu?

Oleh Ana Fauziyah Selasa, 4 Desember 2018 | 16:15 WIB
Share
semua serba digital (Shutterstock)
Share

Bayangkan skenario berikut! Kulkas di dapur mengeluarkan bunyi notifikasi yang menyatakan bahwa persedian sayur mayur dan buah-buahan telah menipis. Pesan tersebut diterima aplikasi di smartphone milikmu. Kemudian dengan sekali klik, kamu menyetujui beberapa perintah untuk dijalankan. Aplikasi secara otomatis melakukan pemesanan ke sebuah supermarket.

Pesanan diterima oleh komputer milik supermarket dan sekeranjang sayur mayur dan buah-buahan dikirimkan ke rumahmu menggunakan mobil pintar tanpa pengemudi yang bisa menghindari kemacetan lalu lintas. Pesanan sayur mayur dan buah-buahan tersebut tiba dengan selamat di depan rumah tanpa menunggu berjam-jam. Tagihan dibayar aplikasi dan uang diterima secara otomatis oleh penjual. Hmm, begitu mudah dan praktis, kan?

Selama dua dekade terakhir, hidup kita perlahan-lahan diambil alih oleh teknologi di semua sisi. Tak percaya? Luangkan waktu sejenak untuk melihat sekelilingmu. Berapa banyak waktu dihabiskan untuk bermain gadget, berapa banyak aplikasi yang di-install di ponsel, seberapa sering kamu menggunakan aplikasi tersebut untuk semua aktivitas sehari-hari?

Baca juga: Digitalisasi, Kunci Efisiensi Energi di Industri 4.0

Tidak bisa dimungkiri bahwa perkembangan gadget, internet, dan digitalisasi telah mengubah cara kita bekerja, bermain, dan bahkan membesarkan anak-anak. Koneksi online telah menyebabkan perubahan besar, baik di ranah profesional maupun pribadi. Bahkan karena semakin tergantungnya kita dengan teknologi, Tedd Gebski, seorang ahli pemasaran online menyatakan bahwa manusia modern tidak bisa hidup tanpa digitalisasi.

Dilansir dari Motus, Selasa (4/12), Gebski yang memiliki pengalaman lebih dari 15 tahun di bidang pemasaran dan eCommerce ini secara gamblang menuturkan bagaimana teknologi dan digitalisasi membawa dampak siginifikan dalam kehidupan kita sehari-hari. Disarikan dari ulasan Gebski tersebut, berikut 3 alasan kenapa kita tidak bisa hidup tanpa digitalisasi.

Teknologi dan digitalisasi semakin mengubah cara hidup. (Foto: Pixabay)
Istilah profesional berarti digitalisasi

Dalam dunia kerja, 79% karyawan saat ini bekerja secara virtual. Pekerjaan sekarang ini mulai dilakukan melalui e-mail, kolaborasi online, chatting, konferensi video, atau kombinasi dari hal-hal di atas. Sebuah studi dari Pew Research tahun 2013 menemukan bahwa 94% pekerja adalah pengguna internet. Ini termasuk pekerja penuh waktu, paruh waktu, dan freelance di perusahaan teknologi, perusahaan besar, dan usaha kecil, yang bekerja di kota, pinggiran kota, atau di desa-desa.

Saat ini berkomunikasi secara profesional berarti mengirim e-mail atau chatting, bukan menulis surat, mengirim faks, atau menghabiskan berjam-jam di telepon. E-mail telah menjadi sarana komunikasi utama di tempat kerja modern. Sebuah laporan utama yang dikutip oleh surat kabar Inggris The Telegraph menemukan bahwa penggabungan teknologi ke dalam cara bekerja menyebabkan 84% peningkatan produktivitas per jam untuk pekerja kantor sejak tahun 1970-an.

Baca juga: Lebih Produktif di Era Digital? Bisa!

Teknologi semakin melayani kebutuhan pribadi

Bukan hanya untuk pekerjaan dan kebutuhan profesional saja, teknologi saat ini semakin merambah kehidupan pribadi kita. Pada 1980-an dan 1990-an, televisi bisa dikatakan perangkat paling canggih yang ada di setiap rumah. Namun sejak tahun 2000-an, komputer pribadi, telepon genggam, gadget, dan smartphone telah menghuni ruang-ruang di rumah dan ikut mewarnai setiap aktivitas kita sehari-hari, serta membantu belajar, bersosialisasi, berkencan, dan banyak lagi.

Lahirnya generasi digital native

Siapa pun yang lahir sebelum munculnya teknologi dalam kehidupan sehari-hari mereka disebut sebagai digital immigrant. Mereka merupakan generasi masyarakat yang berteknologi canggih. Tetapi generasi yang lahir di milenium ini disebut dengan digital native karena merekalah yang pertama yang lahir dan hidup era digitalisasi.

Generasi ini sangat "rakus" menyerap semua jenis teknologi dan piawai mengoperasikannya. Teknologi bukan hanya menjadi bagian dalam hidup mereka, tapi hidup mereka sendiri adalah ruang-ruang konsumsi digital. Karena itu mustahil memisahkan para digital native ini dengan teknologi.

Kamu sendiri bisa hidup tanpa gadget?

Baca juga: Dalam Industri Perbankan, Digitalisasi Penting!

  • Editor: Dikdik Taufik Hidayat
  • Sumber: Entrepreneur, Motus
TAGS
RECOMMENDATION

60 Persen UKM di ASEAN Berinvestasi ke Teknologi pada 2018

Sebagian pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) di kawasan Asia Tenggara (ASEAN) menyadari bahwa kebutuhan untuk berinovasi dan berinvestasi di bidang teknologi sangat diperlukan dalam menghadapi era industri digital

Kamis, 22 Februari 2018 | 05:26 WIB

3 Cara Jitu Cari Perhatian di Dunia Digital

Pernah dengar ungkapan tak kenal maka tak sayang, kan? Yap, di era yang semakin didominasi internet saat ini, dunia maya menjadi ajang untuk unjuk diri, lho...

Kamis, 18 Oktober 2018 | 08:20 WIB
LATEST ARTICLE

Mudahnya Berbisnis di Uni Eropa Lewat Estonia...

Era digital yang semakin terbuka tanpa memandang batas membuat peluang berbisnis juga ikut terbuka lebar. Salah satunya melalui program asal Estonia ini. Yuk, cari tahu lebih lengkap!

Selasa, 18 Juni 2019 | 08:15 WIB

Memata-matai Karyawan, Boleh Nggak Sih?

Penting mengetahui apa yang sebenarnya dilakukan tenaga kerja Anda, namun banyak karyawan menolak untuk dipantau. Tetapi jika pemantauan dilakukan dengan benar, karyawanlah yang mendapat manfaatnya

Sabtu, 15 Juni 2019 | 09:30 WIB