LogoDIGINATION LOGO

Cryptocurrency Untuk Bayar Pajak, Emang Bisa?

author Oleh Alfhatin Pratama Kamis, 29 November 2018 | 08:15 WIB
Share
Ilustrasi Bitcoin (shutterstock)
Share

Bitcoin, salah satu cryptocurrency yang berbentuk uang elektronik, terus mengalami penurunan nilai tukar terhadap USD. Tetapi, hal ini tidak mempengaruhi pemerintah salah satu negara bagian di Amerika Serikat (AS), Ohio, untuk melegalkannya sebagai salah satu mata uang alternatif untuk membayar pajak. Dilansir dari Wall Street Journal (WSJ), per 25 November 2018, Ohio resmi menjadi negara bagian pertama di AS, bahkan menjadi pemerintahan pertama di dunia, yang mengizinkan pembayaran pajak menggunakan cryptocurrency, khususnya Bitcoin. 

"Kami bangga menjadikan Ohio sebagai negara bagian pertama di negara ini (AS) yang menerima pembayaran pajak menggunakan cryptocurrency. Kami melakukan ini untuk memberikan lebih banyak opsi dan kemudahan bagi masyarakat Ohio dalam  pembayaran  pajak. Hal ini juga menjadi sebuah langkah besar bagi pemerintahan Ohio untuk  merangkul teknologi,"  kata Josh Mandel, State Treasurer untuk Pemerintah Negara Bagian Ohio, dilansir dari Forbes.

Namun, belum semua masyarakat Ohio dapat melakukan pembayaran pajak dengan Bitcoin. Menurut Josh, sistem pembayaran baru ini hanya diterapkan untuk pemilik bisnis di Ohio. Ke depannya layanan wajib pajak perorangan juga akan menggunakan Bitcoin, tapi waktunya belum ditentukan. Tidak hanya soal siapa yang bisa membayar dengan Bitcoin, Pemerintah Ohio juga berencana menambah cryptocurrency lainnya sebagai pilihan untuk pembayaran.

Baca juga: E-Commerce Butuh Cryptocurrency?

Ilustrasi pembayaran menggunakan Bitcoin (shutterstock)
Melalui platform Ohio Crypto para pembayar pajak harus mendaftar online terlebih dahulu dan melakukan verifikasi data. Setelah itu, mereka dapat membayar pajak menggunakan bitcoin sesuai dengan tarif pajak yang harus mereka bayar.

Seluruh proses pembayaran dalam cryptocurrency ini diawasi oleh pihak ketiga, BitPay, perusahaan penyedia layanan pembayaran dalam cryptocurrency. Setelah dikumpulkan, pembayaran pajak akan dikonversi ke dalam USD dan dimasukkan ke dalam kas Pemerintah Ohio. Hal ini dilakukan untuk mengurangi risiko pemalsuan data dan kecurigaan masyarakat bahwa pemerintah akan menimbun atau berinvestasi cryptocurrency.

"Dengan BitPay, Ohio dapat memanfaatkan teknologi blockchain, mengubah cara pembayaran konvensional dan memperoleh manfaat dari pengurangan risiko penipuan identitas pembayar pajak. Pembayaran juga dapat dilakukan dengan mudah dan cepat dengan perangkat apa pun," kata Stephen Pair, co-founder dan CEO BitPay.

Walaupun sebelum peresmian mendapatkan banyak penolakan dari badan legislatif negara bagian, Ohio berhasil menunjukkan keberhasilannya. Beberapa negara bagian di AS lainnya masih berjuang agar dapat memperbolehkan pembayaran pajak dengan cryptocurrency. 

Mmm, boleh, gak di Indonesia, ya ?

Baca juga: TCG Berbasis Blockchain Dukung Pemain eSport

  • Editor: Dikdik Taufik Hidayat
  • Sumber: Forbes, Wall Street Journal
TAGS
RECOMMENDATION

5 Risiko Investasi Bitcoin yang Perlu Diwaspadai

Selain Bitcoin, ternyata ada banyak mata uang digital alias cryptocurrency yang dilirik menjadi produk untuk berinvestasi di dunia maya, seperti Etherium, Litecoin, Ripple, dan sebagainya

Rabu, 3 Januari 2018 | 09:50 WIB
LATEST ARTICLE

Mau Mulai Bisnis? Keluarlah dari Zona Nyaman!

Zona nyaman memang membuat kita sulit beranjak. Tetapi, untuk memulai bisnis kita harus keluar dari zona nyaman tersebut. Yuk, simak cerita CEO dan Co-Founder Logisly tentang bagaimana ia keluar dari zona nyaman dan memulai bisnisnya.

Senin, 19 Agustus 2019 | 14:28 WIB

Ini Dia Konsep Smart City ala TIBCO!

Konsep smart city banyak ditawarkan oleh beberapa perusahaan, salah satunya TIBCO Software Inc. Seperti apa sih konsepnya?

Selasa, 30 Juli 2019 | 11:15 WIB