Orang Tua Rentan Menjadi Target Kejahatan Siber, Ini yang Harus Dilakukan!
Mengapa Orang Tua Menjadi Target Empuk Penipu?
Rabu, 14 Januari 2026 | 17:25 WIB
Selain Bitcoin, ternyata ada banyak mata uang digital alias cryptocurrency yang dilirik menjadi produk untuk berinvestasi di dunia maya, seperti Etherium, Litecoin, Ripple, dan sebagainya. Namun, sejak 2009 Bitcoin dikenal karena menjadi mata uang digital pertama yang terdesentralisasi.
Bitcoin pula yang yang pertama kali memperkenalkan teknologi blockchain yang memungkinkan investasi mata uang digital terus tumbuh. Teknologi ini kemudian diikuti oleh mata uang digital lain dengan terobosannya masing-masing. CoinMarketCap, sebuah situs bursa kripto mencatat hingga kini ada 903 mata uang virtual lain termasuk Bitcoin.
Investasi mata uang virtual seperti Bitcoin dan sejenisnya memang diminati karena fluktuasi harga yang terus meningkat, bahkan bisa membuat orang kaya mendadak. Meskipun begitu, mata uang virtual tidak diatur dalam aturan bank sentral dan statusnya illegal.
Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani, juga mengimbau masyarakat tidak berinvestasi atau bertransaksi dengan mata uang digital karena berisiko tinggi dan bukan merupakan alat pembayaran yang sah. Nah, bagi masyarakat yang masih berminat menginvestasikan kekayaannya, sebaiknya kenali dahulu 5 risiko berinvestasi dengan mata uang virtual.
Bitcoin dan mata uang virtual sejenisnya merupakan mata uang internasional yang unik, Transaksi atau perdagannya dilakukan secara diam-diam antarindividu sehingga membebaskan para investor dari biaya, seperti pajak.
Namun, mata uang ini tidak dijamin oleh pemerintah karena bukan dikeluarkan oleh bank sentral. Berbeda dengan investasi lainnya yang dananya dijamin oleh negara. Jika, tidak paham seluk beluk Bitcoin, bisa saja investor terjebak dalam kasus penipuan dan uang amblas dalam sekejap.
Meskipun banyak yang meraup kekayaan dari investasi mata uang digital, kenyataannya Bitcoin juga menjadi ancaman. Mata uang virtual berpotensi jadi sasaran empuk tindakan kriminal seperti pencucian uang. Mengapa?
Bitcoin disimpan dalam file digital atau wallet file dengan penomoran virtual sehingga jika suatu saat server atau hardisk penyimpan data mengalami kerusakan, ‘dompet’ beserta isinya bisa hilang begitu saja.
Apalagi jika terkena malware atau diretas oleh orang tak bertanggung jawab, tidak bisa ditelusuri siapa yang mencuri. Contohnya seperti kasus yang pernah terjadi di pasar Bitcoin Jepang MtGix yang telah diretas oleh “cybermalfrats” beberapa tahun lalu. Perusahaan ini telah kehilangan 750 ribu Bitcoin sejak saat itu.
Mata uang Bitcoin tidak terpengaruh oleh inflasi dan situasi politik mana pun. Hal ini membuat Bitcoin laris menjadi alat pembayaran, terutama untuk belanja online seperti membeli item game virtual, online poker, space iklan, dan transaksi di situs komersial lainnya.
Namun, mata uang virtual tak bisa digunakan untuk membeli produk tertentu, seperti kendaraan, pakaian, dan property. Pasalnya, para penjual atau merchant belum sepenuhnya percaya dengan Bitcoin.
Meskipun tak terpengaruh inflasi, di lain sisi mata uang virtual berpotensi menghadapi ketidakstabilan nilai mata uang yang ekstrem. Nilainya bisa saja sewaktu-waktu naik drastis dan sebaliknua, nilainya bisa menurun drastis jika ada isu negative atau ancaman.
Isu global sangat mempengaruhi nilai Bitcoin dan hingga kini tidak ada yang bisa memperkirakan nilainya ke depan. Misalnya saat krisis ekonomi dalam investasi Bitcoin terjadi pertama kali tahun 2013 dimana nilai mata uangnya menurun drastis dari US$ 266 menjadi US$ 125 pada akhir tahun.
Transaksi bebas dengan mata uang virtual membahayakan perekonomian negara. Transaksi tanpa pajak bisa menyebabkan fluktuasi yang besar.
Beberapa negara sangat bergantung pada penerimaan pajak sehingga berkurangnya pendapatan dari pajak dapat mengganggu sirkulasi keuangan. Dampaknya tentu saja berpengaruh pada anggaran yang digunakan untuk membiayai kebutuhan negara.
Di lain sisi, memang ada negara yang mengizinkan penggunaan Bitcoin secara bebas. Namun, tetap saja takkan terhindar dari ancaman pergeseran nilai mata uang yang mengancam laju perekonomian.
Mengapa Orang Tua Menjadi Target Empuk Penipu?
Rabu, 14 Januari 2026 | 17:25 WIB
Pembaruan Google Photo membawa editing ke level yang sangat personal dan mendalam, seperti:
Selasa, 30 Desember 2025 | 18:08 WIB
Selain itu, pertumbuhan di level pedesaan ini sejalan dengan data makro nasional. Bank Indonesia (BI) mencatat, hingga September 2025, jumlah pengguna QRIS di Indonesia telah berhasil menembus angka 45 juta pengguna.
Senin, 10 November 2025 | 10:11 WIB
Fitur-fitur baru ini memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk membantu reator, mulai dari tahap awal pembuatan ide hingga proses penyutingan video panjang.
Selasa, 4 November 2025 | 17:58 WIB
Pada akhir 2025 nanti, diperkirakan sekitar sepertiga dari smartphone yang terjual di seluruh dunia akan punya fitur AI generatif. Bukan hanya ponsel premium, tapi juga kelas menengah.
Kamis, 2 Oktober 2025 | 17:06 WIB
Platform pencari kerja Pintarnya menggabungkan kecerdasan buatan (AI) untuk mempercepat proses rekrutmen, sekaligus membuka akses ke layanan keuangan bagi pekerja sektor informal.
Senin, 22 September 2025 | 13:46 WIB
File APK yang diklaim sebagai video demo dari aksi massa di jalanan sedang disebar ke berbagai grup Whatsapp. Hati-hati, jangan asal klik apa lagi ikut menyebarkan ke grup WA lain!
Rabu, 3 September 2025 | 11:44 WIB
Diperkenalkan di Mobile World Congress (MWC) 2025, Barcelona, kelebihan utama Lenovo Yoga Solar PC terletak pada panel surya yang terintegrasi di bagian cover laptop.
Selasa, 19 Agustus 2025 | 12:57 WIB
Doug MacDowell sukses merakit ulang mesin kopi buatan tahun 1980-an itu menjadi PC dengan bodi mesin kopi. Apakah komputer rakitan itu bisa berfungsi dengan baik?
Rabu, 6 Agustus 2025 | 17:55 WIB
Jika penyimpanan data yang disediakan Google secara gratis sebesar 15GB habis, kamu bisa berlangganan Google One. Tapi bagaimana jika kamu tiba-tiba ingin berhenti langganan?
Senin, 4 Agustus 2025 | 15:56 WIB
Jika ingin mengirim cold message pada orang yang tidak kamu kenal di LinkedIn, ada beberapa hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan.
Jumat, 25 Juli 2025 | 15:52 WIB
Di tengah arus informasi yang terus tumbuh, pengambilan keputusan berbasis data sangat dibutuhkan. Yuk pelajari!
Selasa, 22 Juli 2025 | 11:09 WIB
IHC dan ICC resmi memperkenalkan platform otaQku. Apa itu?
Kamis, 17 Juli 2025 | 17:32 WIB
Polri memperkenalkan robot humanoid dan robot quadruped (i-K9), yang siap jadi rekan kerja Polri terutama dalam situasi beresiko tinggi. Apa saja fiturnya?
Kamis, 10 Juli 2025 | 11:51 WIB
Berikut Daftar Password Paling Umum Dibobol Hacker:
Senin, 30 Juni 2025 | 10:25 WIB