10 Tips Branding Bisnis Lokal dengan Budget Minimal
Budget minimal tapi ingin branding terbaik. Berikut 10 tipsnya!
Senin, 20 Agustus 2018 | 15:55 WIB
Pengen punya bisnis F&B tapi nggak punya lahan luas untuk membuat sebuah restoran? Tenang, bisa kok!
Kamu bisa lihat model bisnis Eatlah dan Kopi Tuku yang memanfaatkan teknologi digital dalam menjalankan bisnisnya. Kedua brand ini membawa budaya "Take away", tren baru di industri F&B Indonesia. Take away menjadi solusi atas kebiasaan masyarakat yang mulai mengidamkan segala hal serba instan, termasuk makanan yang tinggal menunggu di antar ke tempat, tanpa harus bermacet-macetan di jalan.
Dalam acara Ideafest 2018 di Jakarta (27/10) pada sesi berjudul "Rise of Food Delivery Concept: Eat Out Without Go Out", dua brand besar ini membagikan pengalamannya sebagai inisiator tren take away di Indonesia.
Baca juga: Hijaukan Lingkungan Sambil Raup Keuntungan? Bisa!
Bertumpu Pada Teknologi Digital
Berawal dari fenomena media sosial yang mulai bergeser menjadi media promosi, salted egg chicken, Eatlah dan Es Kopi Susu Tetangga, Kopi Tuku booming karena sosial media. Banyak vlogger dan selebgram yang mereview produknya melalui Youtube dan Instastory di Instagram, membuat dua produk ini melejit di pasaran.
"Kopi Tuku dikenal dari foto tangan dan kopi yang sering kita liat di instastrory" kata Andanu Prasetyo, Founder Kopi Tuku.
Selain menggunakan sosial media sebagai salah satu alat marketingnya, keduanya juga memanfaatkan adanya digital platform lainnya yaitu food delivery. Eatlah dan Kopi Tuku menggunakan food delivery dari startup ride-hailing seperti Gojek dan Grab untuk mengantarkan produknya sampai ke pelanggan. Charina, salah satu founder Eatlah mengatakan bahwa 70 hingga 80 persen pesanan Eatlah berasal dari aplikasi ojek online.
Baca juga: Kolaborasi Bisa Menangkan Kompetisi? Pasti!
"Digital platform sangat penting, marketing kita bergantung pada digital platform. Begitu juga dengan teknologi yang membantu kita ngetrack penjualan, keuangan dan stocks dan kita juga udah ada digital POS ", Michael Chrisyanto, Co-Founder Eatlah.
Berkomunikasi Melalui Packaging
Tidak memiliki tempat begitu luas, Eatlah dan Kopi Tuku fokus mengambangkan rasa dan kemasan untuk mengganti customer experiance yang hilang. Experiance dibangun melalui kemasan unik dan rasa yang khas. Kopi Tuku terkenal karena rasa kopinya yang khas dengan pemanis gula aren, kemasan yang digunakan berupa plastik silk bening dengan logo Kopi Tuku yang iconic.
Begitu juga dengan Eatlah yang dikenal dengan salted eggnya yang enak dan kemasannya yang unik berupa kotak seperti kardus seperti rice cup Jepang. Dengan keunikannya, keduanya sukses menyalurkan experiance yang cara berbeda ke konsumennya.
Baca juga: Sociopreneurship, Bisnis Simbiosis Mutualisme
"Eatlah berkomunikasi dengan pelangganya hanya dengan packaging. Experiance nya ketika menerima dari si ojek onlinenya, mereka buka cabe potongnya, mereka buka sendoknya sampai ke dalamnya, mereka memfoto produknya. Dan ketika habispun masih ada sedikit gimik dengan tulisan "one more lah", ujar Michael.
Budget minimal tapi ingin branding terbaik. Berikut 10 tipsnya!
Senin, 20 Agustus 2018 | 15:55 WIB
Kunci terjun ke bisnis digital adalah disiplin untuk melayani dan men-deliver apa yang ditawarkan pada media online tersebut. Awaluddin meramu tips bermigrasi ke bisnis digital dalam 3C, yakni Character, Competence, dan Courage. Yuk disimak
Minggu, 26 Agustus 2018 | 10:00 WIB
Bagaimana industri makanan dan minuman bisa menghadapi masa depan dan perubahan yang akan datang?
Rabu, 29 Agustus 2018 | 16:10 WIB
Pernah merasa otak tiba-tiba "hang" atau susah fokus padahal tidak sedang mengerjakan tugas berat? Yuk, cari tahu apakah kamu sedang mengalami salah satu dari 8 masalah mental era digital yang sering tidak kita sadari ini!
Rabu, 8 April 2026 | 17:11 WIB
Demi keamanan anak di dunia digital, Roblox berencana menghadirkan mode offline, langkah ini jadi bagian dari adaptasi terhadap aturan baru di Indonesia.
Senin, 30 Maret 2026 | 17:12 WIB
Laporan ini menyusun tujuh tren penting di bidang keamanan yang mempengaruhi perkembangan strategi keamanan ke depannya. Tujuh tren tersebut adalah:
Senin, 30 Maret 2026 | 16:27 WIB
Aturan pandemi global kembali memanas, hasilnya bisa menentukan akses kesehatan yang lebih adil atau tidak di masa depan.
Jumat, 20 Maret 2026 | 22:51 WIB
Investasi emas kini lebih mudah, aman, dan tepercaya melalui fitur eMAS di aplikasi DANA.
Kamis, 12 Maret 2026 | 11:55 WIB
Mau mencoba tren AI "Caricature of Me and My Job"? Mau dibuat lebih personal dan akurat? Yuk simak informasi berikut!
Rabu, 18 Februari 2026 | 16:28 WIB
Google akan mengirimkan server berukuran kecil ke luar angkasa. Mereka bekerja sama dengan perusahaan bernama planet untuk meluncurkan dua satelit prototipe yang membawa server tersebut.
Rabu, 18 Februari 2026 | 16:17 WIB
Mahasiswa dari berbagai jurusan membutuhkan pemahaman dasar tentang Data Analytics. Kalau kamu tertarik mulai mengenal Data Analytics tanpa harus langsung berkomitmen besar, Yuk simak informasi berikut!
Kamis, 12 Februari 2026 | 11:52 WIB
Mengapa Orang Tua Menjadi Target Empuk Penipu?
Rabu, 14 Januari 2026 | 17:25 WIB
Simak lima tips sederhana dari DANA untuk melindungi dompet digitalmu supaya terhindar dari kejahatan siber!
Rabu, 31 Desember 2025 | 10:05 WIB
Pembaruan Google Photo membawa editing ke level yang sangat personal dan mendalam, seperti:
Selasa, 30 Desember 2025 | 18:08 WIB
Selain itu, pertumbuhan di level pedesaan ini sejalan dengan data makro nasional. Bank Indonesia (BI) mencatat, hingga September 2025, jumlah pengguna QRIS di Indonesia telah berhasil menembus angka 45 juta pengguna.
Senin, 10 November 2025 | 10:11 WIB
Fitur-fitur baru ini memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk membantu reator, mulai dari tahap awal pembuatan ide hingga proses penyutingan video panjang.
Selasa, 4 November 2025 | 17:58 WIB
Pada akhir 2025 nanti, diperkirakan sekitar sepertiga dari smartphone yang terjual di seluruh dunia akan punya fitur AI generatif. Bukan hanya ponsel premium, tapi juga kelas menengah.
Kamis, 2 Oktober 2025 | 17:06 WIB
Platform pencari kerja Pintarnya menggabungkan kecerdasan buatan (AI) untuk mempercepat proses rekrutmen, sekaligus membuka akses ke layanan keuangan bagi pekerja sektor informal.
Senin, 22 September 2025 | 13:46 WIB