LogoDIGINATION LOGO

Ini Risiko di Balik Canggihnya Aplikasi Digihealth

Oleh Ana Fauziyah Senin, 12 November 2018 | 16:15 WIB
Share
ilustrasi digihealth (shutterstock)
Share

Kamu termasuk pengguna aplikasi kesehatan di ponsel? Yap, penggunaan teknologi digital telah merambat dunia kesehatan dengan kemunculan bermacam aplikasi. Melalui smartphone, aplikasi-aplikasi tersebut dengan mudah dapat diakses penggunanya.

Aplikasi-aplikasi ini memberikan banyak manfaat, di antaranya yang pertama untuk menyebarluaskan informasi, memberikan edukasi dan meningkatkan kepedulian masyarakat akan kesehatan. Kedua, bisa digunakan untuk mendiagnosis dan mendeteksi dini suatu penyakit, bahkan bisa memeriksa pasien dari jarak jauh dengan telemedicine. Ketiga, sebagai support system bagi keberlanjutan perawatan pasien dengan cara mengatur jadwal kunjung, mengingatkan untuk minum obat dan lain sebagainya.

Namun di balik semua manfaat yang ditawarkan, kamu harus tahu juga risiko yang mungkin mengiringinya. Sebab, tidak ada satu pun yang sempurna. Seperti apa sih risiko yang mungkin timbul? Yuk simak satu persatu.

Baca juga: 3 Kunci Sukses Bisnis Digihealth

Tidak selalu sesuai dengan kondisi kesehatanmu

Aplikasi kesehatan memang dapat digunakan untuk berbagai tujuan, seperti melacak gejala penyakit, mengelola kondisi pasien, atau membantu perawatan. Namun, apa yang disediakannya tidak selalu sesuai dengan kondisi kesehatanmu, lho. Perlu kamu ingat, saat berkonsultasi ke dokter saja kita dianjurkan untuk mencari second opinion karena bisa saja terjadi kesalahan diagnosa. Logikanya, berkonsultasi dengan dokter secara langsung saja bisa meleset diagnosanya, apalagi berkonsultasi melalui aplikasi?

Karena itu, sebelu menggunakan aplikasi, baiknya pastikan apakah aplikasi tersebut didukung oleh para dokter profesional dan ahli di bidang kesehatan. Cek juga apakah telah direkomendasikan oleh organisasi atau asosiasi kesehatan tertentu, sehingga informasi dalam aplikasi tersebut dapat dipercaya. Jadi, pastikan bukan aplikasi kesehatan abal-abal yang dijalankan oleh orang yang tidak kompeten di bidang kesehatan, ya.

Baca juga: 5 Hal Ini Bisa Digihealth Lakukan

ilustrasi digihealth (shutterstock)
Risiko pencurian data pribadi

Sangat penting untuk meneliti dan memahami kebijakan privasi setiap menggunakan aplikasi di dalam ponsel. Mengetahui pengaturan privasi pada smartphone berarti kamu menjaga dari kemungkinan risiko pencurian data pribadi. Perlu diingat bahwa teknologi apapun rentan terhadap peretasan, jadi pertimbangkan informasi apa saja yang kamu bagikan.

Informasi pribadi seperti identitas diri, alamat, lokasi kamu berada, daftar kontak, atau koleksi foto merupakan data pribadi yang sensitif dan rawan disalahgunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Apalagi ada beberapa aplikasi kesehatan yang meminta memasukkan rekam medis ke dalam aplikasi.

Jadi, kamu perlu hati-hati dan waspada jika aplikasi yang kamu gunakan meminta akses ke informasi pribadi tersebut, ya. Memang tidak semuanya, tapi ada risiko jika pengembang aplikasi membagikan informasi tersebut dengan orang lain selain dokter yang menanganimu. Baca setiap ketentuan penggunaan untuk setiap aplikasi dengan teliti. Untuk mengantisipasi pencurian data jika ponselmu berpindah tangan, sebaiknya gunakan kata sandi pada perangkat selulermu.

Baca juga: Digihealth, Bisa Cek Menstruasi Sampai Atur Kehamilan

Risiko ada udang di balik batu

Risiko selanjutnya adalah ada udang di balik batu alias kemungkinan adanya konflik kepentingan di balik sebuah aplikasi. Maksudnya, kamu harus mencari tahu apakah pengembang juga terlibat dalam pengembangan produk komersial? Apakah mereka bermaksud mempromosikan produk tersebut melalui aplikasi yang mereka kembangkan? Adakah kemungkinan data kamu dimanfaatkan untuk kepentingan pengembangan produk tersebut? Karena itu, pertimbangkan untuk mempelajari lebih lanjut tentang perusahaan atau organisasi yang mengembangkan aplikasi.

Selalu teliti dalam menggunakan aplikasi kesehatan, ya!

Baca juga: Digihealth, Masa Depan Dunia Kesehatan

  • Editor: Dikdik Taufik Hidayat
  • Sumber: Better Health Together, Canadian Medical Association
TAGS
RECOMMENDATION

10 Teknologi Kesehatan Masa Depan

Kemajuan dunia media tidak bisa lepas dari peran teknologi di dalamnya. Teknologi canggih ini membantu meningkatkan mutu perawatan kesehatan untuk lebih baik lagi. Lalu apa saja teknologi yang dimanfaatkan dalam dunia kesehatan? Berikut 10 daftarnya.

Sabtu, 3 November 2018 | 16:00 WIB
LATEST ARTICLE

Ternyata Ini Cara Mendapatkan Pendanaan Investor!

Mencapai pendanaan Series A untuk sebuah startup butuh waktu yang tidak cepat. Oleh karena itu, jangan pernah menyerah dan yakin kan selalu diri agar bisnismu dilirik investor.

Kamis, 13 Desember 2018 | 08:15 WIB

Sst... Ini Dia Tren Artificial Intelligence Tahun 2019!

Perkembangan pesat teknologi artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan tidak dapat dibendung lagi. Teknologipun berhasil masuk ke dalam segala bidang kehidupan manusia termasuk dunia bisnis. Lalu bagaimana tren AI pada tahun 2019?

Rabu, 12 Desember 2018 | 08:15 WIB

Bosan Saat Delay? Mmm, 'Jualan', Nyok!

Menunggu waktu delay tentu membosankan dan menyebalkan. Daripada buang-buang waktu percuma, kamu bisa manfaatkan waktu ini untuk mempromosikan bisnis. Kenapa, nggak?

Selasa, 11 Desember 2018 | 16:15 WIB

Perluas Jaringan Bisnis Dengan 3 Tips Ini!

Berbisnis tidak bisa dilakukan sendiri, butuh rekan untuk berkolaborasi. Tapi, apa artinya kolaborasi tanpa jaringan pertemanan yang luas?

Selasa, 11 Desember 2018 | 11:15 WIB

6 Cara Hadapi "Toxic Boss"

Punya bos yang gak enak tentu akan berpengaruh pada produktivitas dan kualitas kerja. Jangan buru-buru resign, pelajari dulu 6 hal ini

Senin, 10 Desember 2018 | 11:15 WIB

Nih, Peluang Investasi Baru: eSport!

Industri eSport menjadi sorotan para investor karena menjanjikan keuntungan yang besar dalam beberapa tahun investasi. Namun sebelum memulai investasimu di dunia eSport kamu harus mengetahui 4 hal ini.

Jumat, 7 Desember 2018 | 16:15 WIB