LogoDIGINATION LOGO

Butuh Modal? Kamu Bisa Pinjam ke Startup

Oleh Ana Fauziyah Jumat, 5 Oktober 2018 | 11:25 WIB
Share
ilustrasi peminjaman modal usaha (Shutterstock)
Share

Punya ide bisnis potensial tapi bingung karena cekak modal? Jangan buru-buru patah semangat dan memupus niat bisnismu. Sebab saat ini sudah banyak startup yang siap memberikan kamu pinjaman dengan mudah dan bisa dilakukan secara online. Secara umum, perusahaan yang memberikan dana pinjaman online disebut dengan perusahaan peer to peer (P2P) lending. Mereka akan menjadi perantara antara pemberi pinjaman dan pihak yang memerlukan pinjaman.

Mencari tempat pinjaman dana tunai secara online dengan syarat mudah bukan perkara gampang. Perhatikan dulu kredibilitas perusahaan sebelum meminjam uang secara online ke mereka. Untuk itu, Digination.id telah menyusun daftar perusahaan P2P lending yang bisa kamu jadikan referensi tempat meminjam dana. Perusahaan-perusahaan berikut juga telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Lalu apa saja perusahaan yang bisa kamu jadikan tempat meminjam dana online? Simak ulasan berikut.

  1. UangTeman

UangTeman adalah situs yang memberikan layanan pinjaman tanpa agunan. Dana yang dikucurkan mulai dari Rp.1 juta hingga Rp.3 juta dengan masa tenggang pengembalian selama satu bulan atau tiga puluh hari. Startup yang didirikan oleh Aidil Zulkifli pada tahun 2017 lalu ini telah hadir di berbagai kota di Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Semarang, Yogyakarta, dan kota-kota besar lainnya di Indonesia.

Untuk mengajukan pinjaman ke UangTeman, kamu bisa mengisi formulir dan menyiapkan dokumen-dokumen pendukung seperti foto KTP, foto diri terbaru, dan slip gaji terakhir. Dana akan dicairkan langsung ke rekening pemohon hanya dalam waktu 1-2 hari kerja.

  1. Investree

Didirikan pada Mei 2019, Investree merupakan startup pemberi pinjaman modal yang digawangi oleh orang-orang yang berpengalaman di bidang bisnis perbankan, antara lain Adrian Gunadi yang dulunya merupakan Managing Director bidang Retail Banking di Bank Muamalat.

Investree menghadirkan dua jenis layanan yaitu Pinjaman Bisnis dan Pinjaman Personal. Pinjaman Bisnis mensyaratkan pemohon pinjaman menyertakan tagihan (invoice) berjalan. Untuk Pinjaman Bisnis, dana yang dialirkan bisa mencapai delapan puluh persen dari nominal tagihan tersebut. Sementara Pinjaman Personal merupakan layanan peminjaman yang bisa dimanfaatkan oleh para karyawan perusahaan yang telah bekerja sama dengan Investree. Cicilan untuk membayar pinjaman akan dilakukan dengan sistem potong gaji setiap bulannya.

Untuk mengajukan pinjaman di Investree, kamu bisa melakukan registrasi di situs Investree. Ajukan pinjaman dengan melengkapi data-data yang dibutuhkan. Setelah aplikasi dianggap layak dan diverifikasi, pengajuan peminjaman kamu akan ditawarkan ke para investor. Jika ada investor yang tertarik, Investree akan mengucurkan dana dari investor kepada peminjam.

Baca juga: Asosiasi Fintech Akan Tetapkan Batas Bunga Pinjaman P2P Lending

  1. Modalku

Diluncurkan pada bulan Januari 2016, Modalku merupakan platform peer-to-peer (P2P) lending yang memungkinkan para pemilik usaha kecil dan menengah (UKM) untuk mengajukan pinjaman sebesar Rp.50 juta hingga Rp.500 juta selama tiga sampai dua belas bulan. Dari setiap kesepakatan, Modalku menarik komisi sebesar 3 hingga 4 persen dari pemberi pinjaman, dan 3 persen dari peminjam.

Untuk mengajukan pinjaman di Modalku, kamu harus melakukan registrasi di situs Modalku dan melengkapi dokumen-dokumen yang diperlukan. Tim Modalku akan memproses aplikasi pinjaman tersebut. Jika disetujui, Modalku akan mendanai pinjaman dengan proses crowdfunding dan peminjam akan menerima dana pinjaman setelah crowdfunding selesai.

  1. Amartha

Berdiri sejak tahun 2010, Amartha merupakan layanan P2P lending yang menerapkan sistem yang mereka namai Tanggung Renteng. Sistem ini bekerja dengan cara memberikan pinjaman kepada anggota kelompok warga berjumlah sekitar lima belas hingga dua puluh orang, yang telah mereka bina di berbagai desa. Apabila ada seorang anggota kelompok tersebut yang tidak mengembalikan pinjaman, maka anggota lain harus bertanggung jawab untuk melunasinya.

Untuk mengajukan pinjaman di Amartha, para anggota diharuskan membentuk kelompok yang terdiri dari 15-20 orang di area tempat tinggalnya. Selain akan ada pelatihan yang wajib diikuti oleh calon peminjam sebelum diberikan pembiayaan. Setelah dilakukan review, proposal pembiayaan akan terdaftar di marketplace Amartha untuk ditawarkan kepada investor yang berminat. Jika ada investor yang berminat, Amartha akan memfasilitasi akad dan pencairan kepada peminjam.

Baca juga: Bekraf Ingin Bantu Startup Cari Modal

  1. KoinWorks

Startup yang didirikan oleh Benedicto Haryono ini memungkinkan banyak orang untuk menjadi investor hanya dengan modal Rp.100.000 saja. Selain bisa memilih akan dipinjamkan ke mana uang mereka, investor juga bisa memantau secara real time bagaimana performa debitur dalam mengembalikan uang pinjaman. KoinWorks mengambil komisi dari peminjam sebesar dua sampai empat persen, dan dari pemberi pinjaman sebesar satu persen. Keunggulan KoinWorks adalah dilengkapi dengan dana proteksi untuk meminimalkan dampak kerugian untuk investor.

Untuk mengajukan pinjaman ke KoinWorks, kamu harus melakukan registrasi dan mengisi formulir aplikasi pengajuan pinjaman di situs KoinWorks. Bila pengajuan memenuhi syarat, akan berlanjut ke proses berikutnya yaitu mengunggah dokumen-dokumen yang diperlukan. Setelah semua dokumen diverifikasi, pinjaman akan diterbitkan ke dalam sistem sehingga setiap investor dapat mulai berinvestasi sampai 100% terdanai. Kemudian dana pinjaman akan dicairkan ke rekening bank peminjam.

  • Editor: Wicak Hidayat
TAGS
RECOMMENDATION
LATEST ARTICLE

Dekorasi Interior ala Living Loving

Mendekorasi rumah atau interior ruangan ternyata gampang-gampang susah. Living Loving berbagi untuk itu...

Selasa, 16 Oktober 2018 | 16:20 WIB

Berani Gagal dan Percayailah Ide Gilamu

Berstatus mahasiswa bukan alasan untuk tidak berbisnis, justru di usiamu yang masih muda tersebut adalah saat yang tepat untuk memulai jadi entrepreneur

Selasa, 16 Oktober 2018 | 11:20 WIB

IMF-WBG Luncurkan Digital Economy for All

2018 Annual Meeting IMF-WBG meluncurkan inisiatif Digital Economy for All (DE4All) karena ekonomi digital dianggap sangat penting di tengah masifnya perkembangan teknologi

Senin, 15 Oktober 2018 | 16:20 WIB

Belajar dari 5 Produk Gagal Google

Google akan menutup Google Plus, satu lagi produk gagal dari raksasa internet tersebut. Apa yang bisa kita pelajari?

Sabtu, 13 Oktober 2018 | 16:20 WIB

Bisnis Jam Tangan Semen Dimulai dari Tidak Peduli

"Kami bisa menumpahkan segalanya, terlebih keegoisan dan pengetahuan kami, ke dalam produk dan membuat sesuatu tanpa peduli siapapun" ujar Restu Irwansyah Setiawan, salah satu pendiri Lakanua.

Sabtu, 13 Oktober 2018 | 13:00 WIB

Salah Cari Partner Bisnis? Awas Bubar di Tengah Jalan

"Partner harus sangat tahu ide dan visi kamu itu seperti apa. Karena banyak kejadian saat partner dapat salah visi, salah komunikasi di tengah jalan, bubar," kata Christian Sugiono.

Sabtu, 13 Oktober 2018 | 08:50 WIB