LogoDIGINATION LOGO

TikTok Bakal Gabung dengan Tokopedia

author Oleh Dewi Shinta N Senin, 27 November 2023 | 20:01 WIB
Share
Share

 

Tiktok Shop dikabarkan akan bergabung dengan platform e-commerce Tokopedia, agar bisa tetap menjalankan bisnisnya di Indonesia. Seperti diketahui, Tiktok Shop sudah resmi tutup sejak 4 Oktober 2023 lalu.

Tutupnya Tiktok Shop didorong oleh pemerintah yang tidak mengizinkan platform tersebut melakukan bisnis socio-commerce. Itu karena, selama ini izin Tiktok hanya sebagai media sosial dan bukan e-commerce. Pemerintah menyatakan, jika Tiktok Shop ingin beroperasi di Indonesia, harus mengajukan izin sebagai e-commerce. 

Berkat ditutupnya TikTok Shop, TikTok dikabarkan mempertimbangkan untuk berinvestasi di GoTo Gojek Tokopedia dalam bentuk perusahaan patungan atau joint venture. Jika benar, transaksi keduanya bisa mencapai Rp 610 triliun di Asia Tenggara. 

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyampaikan, TikTok mendekati lima e-commerce termasuk Tokopedia, Blibli, Bukalapak, dan milik CT Corp. Ini dalam rangka upaya perusahaan Cina itu kembali ke Indonesia.

"Saya tahu ada tiga e-commerce yang sudah dihubungi TikTok. Saya tahu bukan dari TikTok, tapi dari mereka yang dihubungi," ujar Teten di Jakarta, Kamis (22/11). 

Baca juga: Prediksi Machine Learning pada Pinjaman Online

Oleh karena itu, Teten optimistis TikTok Shop akan segera hadir di Indonesia. TikTok pun dikabarkan mempertimbangkan untuk berinvestasi di GoTo Gojek Tokopedia dalam bentuk perusahaan patungan. 

Sumber Bloomberg menyampaikan bahwa TikTok sedang dalam pembicaraan untuk berinvestasi pada Tokopedia. "Investasi ini merupakan salah satu dari beberapa opsi yang dipertimbangkan oleh perusahaan Cina itu untuk mencoba dan memulai kembali bisnis toko online di pasar e-commerce terbesarnya," kata sumber Bloomberg, dikutip Rabu (22/11).

Laporan Google, Temasek, dan Bain and Company bertajuk ‘e-Conomy SEA 2023’ memprediksi GMV e-commerce Asia Tenggara naik 6% secara tahunan atau year on year (yoy) dari US$ 130 miliar menjadi US$ 139 miliar tahun ini. 

Jika merujuk pada data tersebut, maka nilai GMV masing-masing platform e-commerce di Asia Tenggara sebagai berikut: 

  • TikTok Shop 13,9% atau US$ 19,3 miliar (Rp 302 triliun) 
  • Shopee 45,9% atau US$ 63,8 miliar (Rp 999 triliun) 
  • Tokopedia 14,2% atau US$ 19,7 miliar (Rp 308 triliun) 
  • Lazada 17,5% atau US$ 24,3 miliar (Rp 380 triliun) 
  • Lainnya 8,6% atau US$ 11,9 miliar (Rp 184 triliun) 

Baca juga: Rencanakan Keuangan dengan Bijak, Berikut ini 4 Langkah Mempersiapkan Dana Darurat

Dengan demikian, transaksi gabungan Tokopedia dan TikTok Shop diperkirakan Rp 610 triliun tahun ini.

Momentum Works mencatat, Indonesia menyumbang sepertiga transaksi TikTok Shop. “TikTok Shop mencatatkan hampir tiga juta order per hari sebelum tutup di Indonesia,” kata Momentum Works dalam laporan, tiga pekan lalu (8/11). 

Momentum Works yakin TikTok Shop tidak akan keluar dari Indonesia, karena pasarnya yang besar. TikTok Shop tutup di Indonesia pada 4 Oktober, sepekan setelah Peraturan Menteri Perdagangan atau Permendag Nomor 31 Tahun 2023 terbit pada 27 September. Regulasi ini melarang fitur e-commerce dan media sosial dalam satu aplikasi.

Sumber :

https://ekonomi.republika.co.id/berita/s3c62w490/tiktok-shop-disebutkan-bakal-gabung-tokopedia-masih-bungkam

https://katadata.co.id/desysetyowati/digital/6562ab0e402a3/tiktok-dikabarkan-gabung-tokopedia-transaksi-diramal-rp-610-triliun

  • Editor: Dewi Shinta N
TAGS
LATEST ARTICLE