LogoDIGINATION LOGO

5 Red Flag Keuangan Rumah Tangga

author Oleh Dewi Shinta N Senin, 20 November 2023 | 19:06 WIB
Share
Share

 

Kata orang pernikahan tidak seindah saat masa pacaran. Jika ketika pacaran pacarmu rajin antar jemput, traktir dan rela berkorban demi kamu. Tapi ketika menikah, tiba-tiba semua berubah total, termasuk soal keuangan. Kenapa ya alasannya?

Ketika seorang sudah menikah, tentu semua harus dipikirkan bersama, seperti kebutuhan pokok rumah tangga, biaya pendidikan anak, dana darurat, termasuk cicilan KPR rumah. Maka adakalanya, kita merasa pasangan kita mulai pelit.

Namun disisi lain, pelit yang dimaksud ini bukan seperti yang kamu pikirkan. Tentu pasanganmu sudah mulai memikirkan biaya pokok sehari-sehari, biaya sekolah, cicilan KPR dan dana darurat. Hal ini dilakukan untuk kesejahteraan dan stabilitas hubungan rumah tangga.

Karena itulah, kamu sebaiknya menyadari sekecil apapun permasalahan keuangan rumah tangga yang tengah di hadapi, sehingga akan:

  • Mengurangi potensi konflik dan ketegangan yang dapat merusak keharmonisan keluarga
  • Mengelola arus kas dengan lebih baik dan utang yang terkendali
  • Mencapai tujuan keuangan bersama secara efektif
  • Mencegah krisis keuangan keluarga
  • Menjaga stabilitas, kebahagiaan, dan kesejahteraan keluarga.

Tapi, bagaimana jika ternyata terjadi sebaliknya, malah pasangan kamu yang tidak peduli dengan keuangan keluarga? Nah ini yang patut kamu waspadai karena hal ini menjadi salah satu red flag keuangan rumah tangga. 

Baca juga: Rencanakan Keuangan dengan Bijak, Berikut ini 4 Langkah Mempersiapkan Dana Darurat

Apa Saja Tanda-tanda (Red Flags) Keuangan Rumah Tangga?

Setiap keluarga baiknya dapat mengidentifikasi tanda-tanda yang akan menjadi masalah keuangan rumah tangga atau red flags agar bisa mengatasi permasalahan keuangan sesuai dengan akar masalahnya. Berikut adalah red flags dalam keuangan berumah tangga yang dikutip dari Finansialku!

1. Pengeluaran Tidak Terkendali

Tanda pertama yang dirasakan adalah pengeluaran lebih tinggi dari penghasilan dengan anggaran yang tidak jelas. Arus kas menjadi negatif sehingga akan menimbulkan tanda-tanda masalah lainnya.

2. Bermasalah dengan Utang

Arus kas negatif akan menjurus penggunaan utang terus menerus. Gali lubang tutup lubang menjadi strategi penggunaan utang yang ternyata hanya menimbulkan masalah lebih besar.

3. Aset yang Terus Menyusut

Kesulitan keuangan akan menimbulkan cara untuk menutupi masalah dengan menjual aset yang dimiliki hingga habis. Penurunan kepemilikan aset perlu diwaspadai adanya kesulitan finansial.

4. Tidak Memiliki Tabungan dan Investasi

Tanda red flags lainnya adalah tidak adanya saldo tabungan bahkan tidak memiliki investasi untuk tujuan keuangan. Bahayanya adalah dana pendidikan anak, dana pensiun, dan dana darurat yang tidak dipersiapkan, akan muncul masalah baru di kemudian hari. Nah, jika kamu dan pasangan ingin menghindari masalah ini, yuk, tentukan instrumen investasi yang tepat sesuai kebutuhan dan tujuan keuangan.

5. Abai Terhadap Tujuan Keuangan Jangka Panjang

Sulitnya kehidupan keuangan di masa sekarang akan berdampak pada tujuan keuangan jangka panjang yang cenderung diabaikan. Kesulitan saat ini biasanya membuat suatu keluarga hanya terpaku pada masalah yang sedang dihadapinya, alih-alih memikirkan masa depan.

Perencanaan keuangan adalah kunci penting dalam menghindari masalah keuangan dan potensi konflik dalam pernikahan. Perencanaan keuangan yang baik membantu mengidentifikasi dan mengatasi potensi konflik sebelum mereka menjadi masalah serius.

Berikut adalah beberapa langkah yang dapat kamu lakukan untuk mengatasi masalah keuangan keluarga.

Baca juga: Perilaku Masyarakat dalam Menggunakan Pinjol

1. Komunikasi Secara Transparan

Hal pertama yang perlu dilakukan adalah menjalin komunikasi secara terbuka dengan pasangan. Komunikasi yang jujur dan terbuka adalah kunci untuk mengatasi permasalahan keuangan keluarga, agar mencapai kesepakatan bersama.

2. Evaluasi Keuangan Keluarga Terutama pada Utang

Evaluasi keuangan keluarga, terutama pada utang, adalah langkah penting untuk memahami dan mengelola situasi keuangan keluarga dengan lebih baik. Tinjau anggaran arus kas rumah tangga beserta aset dan kewajiban yang dimiliki.

3. Membuat Prioritas Bersama

Identifikasi dan tentukan prioritas keuangan keluarga secara bersama-sama. Urutkan prioritas dari yang paling penting dan mendesak terlebih dahulu. Buatlah timeline dan uraikan cara yang memungkinkan untuk mencapai prioritas-prioritas tersebut.

4. Buat Perencanaan Keuangan

Buatlah rencana keuangan keluarga secara spesifik berdasarkan prioritas-prioritas yang telah ditentukan. Tentukan alokasi untuk setiap pos pengeluaran yang mendukung tujuan bersama agar tidak menghasilkan arus kas yang negatif. Tentukan juga bagaimana cara mencapai tujuan keuangan keluarga dengan kondisi sulit yang sedang dialami.

5. Konsisten dan Disiplin

Mengatasi masalah keuangan keluarga memerlukan waktu, usaha, dan kerja sama antar anggota keluarga. Perlu kedisiplinan untuk mencapai kesejahteraan finansial. Tindakan yang konsisten akan membuahkan hasil yang kamu inginkan.

  • Editor: Dewi Shinta N
TAGS
LATEST ARTICLE