Orang Tua Rentan Menjadi Target Kejahatan Siber, Ini yang Harus Dilakukan!
Mengapa Orang Tua Menjadi Target Empuk Penipu?
Rabu, 14 Januari 2026 | 17:25 WIB
Kamu punya banyak handphone rusak di rumah? Pasti bingung ya mau dibuang, diperbaiki, atau dijual?
Perangkat elektronik yang kita gunakan setiap hari, seperti ponsel, komputer, laptop, tablet, televisi, dan perangkat elektronik lainnya, memiliki umur pakai terbatas dan seringkali akhirnya menjadi e-waste ketika rusak atau tidak digunakan lagi.
Memang saat ini sampah elektronik, atau e-waste, merupakan salah satu tantangan lingkungan terbesar yang kita hadapi di era digital ini.
E-waste memiliki dampak negatif yang signifikan terhadap lingkungan dan kesehatan manusia. Banyak perangkat elektronik mengandung bahan-bahan berbahaya seperti merkuri, kadmium, timbal, dan berbagai logam berat lainnya yang dapat mencemari tanah, air, dan udara jika dibuang secara tidak benar. Proses pembuangan e-waste yang tidak tepat juga dapat menyebabkan polusi dan kerusakan lingkungan yang serius.
Menghadapi masalah ini, ada dua opsi utama yang bisa diambil: membuang atau memperbaiki e-waste.
1. Buang Sampah Elektronik
Metode ini seringkali menjadi pilihan yang paling mudah dan cepat. Namun, membuang e-waste ke tempat pembuangan akhir biasa berarti mengabaikan dampaknya pada lingkungan.
Baca juga : 5 Aplikasi Mudahkan Mengurus Sampah Di Rumah!
Sampah elektronik yang berbeda dengan sampah lainnya penting untuk mencari tempat daur ulang elektronik atau fasilitas pengelolaan e-waste yang sah, seperti ke Dinas Lingkungan Hidup terdekat, atau di platform cleantech seperti Rekosistem, E-waste RJ, Mall Sampah dan lainnya. Proses daur ulang e-waste yang tepat dapat mengurangi dampak negatifnya dan membantu dalam mengurangi permintaan akan sumber daya alam baru.
2. Perbaiki Sampah Elektronik
Memperbaiki e-waste adalah pendekatan yang lebih berkelanjutan. Jika mungkin, mencoba memperbaiki perangkat elektronik yang rusak dapat memperpanjang umur pakainya, mengurangi jumlah e-waste yang dibuang, dan menghemat sumber daya alam. Inisiatif seperti perbaikan elektronik dan gerakan "Do-It-Yourself" (DIY) semakin populer untuk mengajarkan orang-orang cara memperbaiki perangkat elektronik mereka sendiri.
Namun, ada beberapa kendala dalam memperbaiki e-waste. Perangkat elektronik modern semakin rumit dan sulit untuk diperbaiki tanpa pengetahuan khusus dan alat yang tepat. Beberapa produsen juga merancang perangkat dengan komponen tertanam, sehingga membuat perbaikan menjadi sulit atau tidak mungkin dilakukan.
Baca juga : Ini Dia Aturan Terkait E-Waste Yang Wajib Diketahui
Untuk mengatasi masalah ini, penting bagi produsen untuk merancang perangkat dengan perbaikan mudah dan daur ulang dalam pikiran, mengurangi penggunaan bahan berbahaya, dan mendukung hak konsumen untuk memperbaiki produk mereka.
Kesimpulannya, mengatasi masalah e-waste adalah tanggung jawab bersama kita semua. Pilihan terbaik adalah meminimalkan pembuangan e-waste dengan memperbaiki perangkat elektronik ketika memungkinkan dan mengambil langkah-langkah untuk mendaur ulang e-waste dengan benar. Selain itu, sebagai konsumen, kita juga dapat mendukung produsen yang berkomitmen untuk merancang produk yang lebih mudah diperbaiki dan berkelanjutan. Dengan langkah-langkah ini, kita dapat berkontribusi pada upaya menjaga lingkungan dan mengurangi dampak negatif sampah elektronik terhadap planet kita.
Mengapa Orang Tua Menjadi Target Empuk Penipu?
Rabu, 14 Januari 2026 | 17:25 WIB
Pembaruan Google Photo membawa editing ke level yang sangat personal dan mendalam, seperti:
Selasa, 30 Desember 2025 | 18:08 WIB
Selain itu, pertumbuhan di level pedesaan ini sejalan dengan data makro nasional. Bank Indonesia (BI) mencatat, hingga September 2025, jumlah pengguna QRIS di Indonesia telah berhasil menembus angka 45 juta pengguna.
Senin, 10 November 2025 | 10:11 WIB
Fitur-fitur baru ini memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk membantu reator, mulai dari tahap awal pembuatan ide hingga proses penyutingan video panjang.
Selasa, 4 November 2025 | 17:58 WIB
Pada akhir 2025 nanti, diperkirakan sekitar sepertiga dari smartphone yang terjual di seluruh dunia akan punya fitur AI generatif. Bukan hanya ponsel premium, tapi juga kelas menengah.
Kamis, 2 Oktober 2025 | 17:06 WIB
Platform pencari kerja Pintarnya menggabungkan kecerdasan buatan (AI) untuk mempercepat proses rekrutmen, sekaligus membuka akses ke layanan keuangan bagi pekerja sektor informal.
Senin, 22 September 2025 | 13:46 WIB
File APK yang diklaim sebagai video demo dari aksi massa di jalanan sedang disebar ke berbagai grup Whatsapp. Hati-hati, jangan asal klik apa lagi ikut menyebarkan ke grup WA lain!
Rabu, 3 September 2025 | 11:44 WIB
Diperkenalkan di Mobile World Congress (MWC) 2025, Barcelona, kelebihan utama Lenovo Yoga Solar PC terletak pada panel surya yang terintegrasi di bagian cover laptop.
Selasa, 19 Agustus 2025 | 12:57 WIB
Doug MacDowell sukses merakit ulang mesin kopi buatan tahun 1980-an itu menjadi PC dengan bodi mesin kopi. Apakah komputer rakitan itu bisa berfungsi dengan baik?
Rabu, 6 Agustus 2025 | 17:55 WIB
Jika penyimpanan data yang disediakan Google secara gratis sebesar 15GB habis, kamu bisa berlangganan Google One. Tapi bagaimana jika kamu tiba-tiba ingin berhenti langganan?
Senin, 4 Agustus 2025 | 15:56 WIB
Jika ingin mengirim cold message pada orang yang tidak kamu kenal di LinkedIn, ada beberapa hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan.
Jumat, 25 Juli 2025 | 15:52 WIB
Di tengah arus informasi yang terus tumbuh, pengambilan keputusan berbasis data sangat dibutuhkan. Yuk pelajari!
Selasa, 22 Juli 2025 | 11:09 WIB
IHC dan ICC resmi memperkenalkan platform otaQku. Apa itu?
Kamis, 17 Juli 2025 | 17:32 WIB
Polri memperkenalkan robot humanoid dan robot quadruped (i-K9), yang siap jadi rekan kerja Polri terutama dalam situasi beresiko tinggi. Apa saja fiturnya?
Kamis, 10 Juli 2025 | 11:51 WIB
Berikut Daftar Password Paling Umum Dibobol Hacker:
Senin, 30 Juni 2025 | 10:25 WIB