LogoDIGINATION LOGO

6 Startup Indonesia Berangkat ke Festival Teknologi AS

author Oleh Desy Yuliastuti Rabu, 14 Februari 2018 | 12:48 WIB
Share
Sejalan dengan misi keberlanjutan dalam meningkatkan pertumbuhan perekonomian kreatif Indonesia, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) memberangkatkan enam perusahaan rintisan ke festival seni kreatif dan teknologi terbesar di dunia, South by Southwest (SXSW) 2018 di Austin, Texas, Amerika Serikat (AS)
Share

Sejalan dengan misi keberlanjutan dalam meningkatkan pertumbuhan perekonomian kreatif Indonesia, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) memberangkatkan enam perusahaan rintisan ke festival seni kreatif dan teknologi terbesar di dunia, South by Southwest (SXSW) 2018 di Austin, Texas, Amerika Serikat (AS).

Melalui Pavilion Archipelageek di SXSW 2018 yang berlangsung pada 9-18 Maret 2018, keenam startup diharapkan bisa mempromosikan produk-produknya, dan mendapat investor. Keenam startup tersebut adalah Kata.ai, Seruniaudio, Saft7robotics, Squline, dan Mycotech. Satu tempat lagi diisi oleh Vestifarm yang diboyong Telkomsel melalui program Telkomsel NextDev.

“Kami harap, startup dan musisi yang ikut bisa memaksimalkan SXSW sebagai ajang mencari kemitraan untuk melebarkan sayap ke pasar internasional,” ujar Wakil Kepala Bekraf Ricky Pesik saat konferensi pers SXSW 2018 di Djakarta Theater, Jakarta pada Selasa (13/2).

Tak hanya itu, Bekraf juga membawa serta tiga musisi Tanah Air, yakni Rich Brian, Efek Rumah Kaca (ERK), dan Kimokal. Dari industri perfilman, Minikino yang dikenal sebagai organisasi penyelenggara film pendek juga akan mewakili Indonesia di ajang tersebut.

Bekraf menilai Festival SXSW 2018 menjadi momen tepat untuk menunjukkan potensi yang dimiliki sekaligus menjaring investor dan rekanan kolaborasi bagi para startup. Avani, salah satu startup yang ikut SXSW 2017 misalnya, kini sudah mendapat banyak rekanan bisnis.

Menariknya, tahun ini salah satu startup yakni Saft7robotics tak hanya memperkenalkan diri, tapi mempromosikan lisensi atas virtual reality motion simulator platform. “Jadi bukan hanya fisik, Indonesia juga menjual kekayaan intelektual,” kata Direktur Pengembangan Pasar Luar Negeri Bekraf Bonifasius W Pudjianto.

Keberangkatan perwakilan Indonesia ke negeri Paman Sam tersebut juga disambut gembira oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Houston, Amerika Serikat. Sebagai bentuk dukungan KJRI Houston terhadap program Archipelageek, rencananya para wakil Indonesia akan dipertemukan dengan Chamber of Commerce di Houston untuk membangun jaringan bisnis.

“Kami berharap kepada masyarakat agar turut mendukung dan memberikan semangat kepada wakil Indonesia agar tampil maksimal di acara akbar ini. Semoga kiprah wakil dari Indonesia dapat menjadi semangat baru untuk kemajuan ekonomi kreatif di Tanah Air,” tutup Ricky Pesik.

  • Editor: Wicak Hidayat
TAGS
LATEST ARTICLE