Indonesia Segera Punya Peraturan AI, Apa Pengaruh untuk Pelaku Bisnis?
Pemerintah siapkan 2 Perpres AI 2026 tentang Etika & Roadmap. Cari tahu dampaknya bagi pelaku bisnis selengkapnya di sini!
Rabu, 12 Agustus 2026 | 17:02 WIB
Hacker Bjorka kembali aktif di Twitter dengan akun baru @bjorxanism pada Senin (12/09). Tidak butuh waktu lama bahkan sekitar pukul 10.11 WIB, akun Twitter baru Bjorka @bjorxanism sudah memiliki hampir 20 ribu followers atau pengikut.
Sebelumnya akun Twitter di suspend oleh pihak Twitter karena dirasa sudah melanggar aturan. Padahal akun Twitter sebelumnya ( @bjorkanism ) telah mengantongi lebih dari 135 ribu followers meski baru dibuat pada Jumat 9 September 2022.
Namun, mulai hari ini, rupanya Bjorka kembali membuat akun Twitter baru yang bernama @bjorxanism. Hal itu diketahui dari akun Telegram Bjorka.
"should i create a new twitter account? (apakah saya harus membuat akun Twitter baru). ok this is my new twitter account https://twitter.com/bjorxanism (oke ini akun twitter baru saya https://twitter.com/bjorxanism)," tulis Bjorka.
Di tweet pertamanya ia juga membantah jadi pengalihan isu kasus Irjen Ferdy Sambo yang sedang ramai diperbincangkan.
"Jika ada yang berpikir saya di sini untuk mengalihkan kasus Sambo, saya bahkan tidak tahu dia siapa. Tapi saya akan bantu supaya @ListyoSigitP mendengar desakan kalian," kata Bjorka dalam cuitannya di Twitter.
Baca juga : Ketum ISKI: Khawatir Keamanan Digital, Stop Ekspose Data Sendiri!
Sebelumnya, Bjorka telah membuat heboh karena mengancam membocorkan data presiden. Ia mengklaim membocorkan surat dan dokumen untuk presiden Indonesia, termasuk surat yang dikirim Badan Intelijen Negara (BIN).
Heru Budi Hartono Kepala Sekretariat Presiden pun memastikan tidak ada surat yang bocor. Ia juga mengingatkan jika aktivitas Bjorka telah melanggar hukum UU ITE.
“Tidak ada isi surat-surat yang bocor. Itu informasi bohong. Itu sudah melanggar hukum UU ITE. Pihak penegak hukum akan memproses secara hukum dan mencari pelakunya” kata Heru.
Nama Bjorka sendiri sudah mulai muncul sejak Agustus lalu di situs breached.to, karena mengklaim telah menjual 1,3 miliar data sim card ponsel masyarakat Indonesia. Ia menyertakan dua juta sampel data meliputi NIK, nomor telepon, nama penyedia provider, dan tanggal pendaftaran. Bjorka juga menyebut memiliki 26.730.797 data histori pencarian pelanggan IndiHome.
Baca juga : Tips Meningkatkan Keamanan Data Ketika Bertransaksi Online
Bjorka juga mengklaim telah menjual 105 juta data masyarakat yang ia dapatkan dari data Komisi Pemilihan Umum (KPU). Bahkan selanjutnya Bjorka ancam retas MyPertamina untuk dukung demontrans menolak kenaikan harga BBM.
Selain beberapa kasus diatas, beberapa pihak pun mengungkap ada bahaya lain dari pencurian data yang dilakukan Bjorka. Berikut kemungkinan yang terjadi jika data disalahgunakan :
Pakar keamanan siber menyebut masih terlalu dini untuk memastikan terkait ancaman dan keaslian data yang dibocorkan oleh peretas anonim Bjorka.
Chairman lembaga riset siber CISSReC (Communication & Information System Security Research Center) Pratama Prasadha mengatakan “Belum ada yang bisa dianalisis dari data sampel hasil breach-nya untuk dibuktikan apakah benar data ini berkaitan dengan surat menyurat Presiden,” katanya dalam keterangan resmi Minggu 11 September, yang di kutip dari Katadata.
Meski begitu, Pratama menilai Bjorka merupakan peretas yang cerdik dalam menyembunyikan identitasnya. Peretas ini juga unik karena ia mengerti kondisi di Indonesia.
“Biasanya hacker-hacker asli luar negeri yang mencuri data dari Indonesia, mereka hanya jualan saja. Tidak mengerti apa isinya, dan apa dampak politisnya. Ini si Bjorka mengerti sekali, bahkan melakukan profiling terhadap beberapa pejabat di Indonesia,” katanya.
Pemerintah siapkan 2 Perpres AI 2026 tentang Etika & Roadmap. Cari tahu dampaknya bagi pelaku bisnis selengkapnya di sini!
Rabu, 12 Agustus 2026 | 17:02 WIB
Simak perubahan perilaku Gen Z dalam berbelanja dan dampaknya bagi strategi bisnis.
Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:24 WIB
Simak perubahan perilaku Gen Z dalam berbelanja dan dampaknya bagi strategi bisnis.
Selasa, 11 Agustus 2026 | 17:41 WIB
Best practice untuk meningkatkan performa affiliate seller, berikut di antaranya:
Jumat, 5 Juni 2026 | 15:55 WIB
Walaupun AI sangat cepat dalam memproses informasi, AI tetap memiliki keterbatasan mendasar AI tidak benar-benar memahami manusia.
Selasa, 2 Juni 2026 | 17:52 WIB
Pernah merasa otak tiba-tiba "hang" atau susah fokus padahal tidak sedang mengerjakan tugas berat? Yuk, cari tahu apakah kamu sedang mengalami salah satu dari 8 masalah mental era digital yang sering tidak kita sadari ini!
Rabu, 8 April 2026 | 17:11 WIB
Demi keamanan anak di dunia digital, Roblox berencana menghadirkan mode offline, langkah ini jadi bagian dari adaptasi terhadap aturan baru di Indonesia.
Senin, 30 Maret 2026 | 17:12 WIB
Laporan ini menyusun tujuh tren penting di bidang keamanan yang mempengaruhi perkembangan strategi keamanan ke depannya. Tujuh tren tersebut adalah:
Senin, 30 Maret 2026 | 16:27 WIB
Aturan pandemi global kembali memanas, hasilnya bisa menentukan akses kesehatan yang lebih adil atau tidak di masa depan.
Jumat, 20 Maret 2026 | 22:51 WIB
Investasi emas kini lebih mudah, aman, dan tepercaya melalui fitur eMAS di aplikasi DANA.
Kamis, 12 Maret 2026 | 11:55 WIB
Mau mencoba tren AI "Caricature of Me and My Job"? Mau dibuat lebih personal dan akurat? Yuk simak informasi berikut!
Rabu, 18 Februari 2026 | 16:28 WIB
Google akan mengirimkan server berukuran kecil ke luar angkasa. Mereka bekerja sama dengan perusahaan bernama planet untuk meluncurkan dua satelit prototipe yang membawa server tersebut.
Rabu, 18 Februari 2026 | 16:17 WIB
Mahasiswa dari berbagai jurusan membutuhkan pemahaman dasar tentang Data Analytics. Kalau kamu tertarik mulai mengenal Data Analytics tanpa harus langsung berkomitmen besar, Yuk simak informasi berikut!
Kamis, 12 Februari 2026 | 11:52 WIB
Mengapa Orang Tua Menjadi Target Empuk Penipu?
Rabu, 14 Januari 2026 | 17:25 WIB
Simak lima tips sederhana dari DANA untuk melindungi dompet digitalmu supaya terhindar dari kejahatan siber!
Rabu, 31 Desember 2025 | 10:05 WIB