Cara Bikin “Caricature of Me and My Job” Pakai ChatGPT, Sudah Coba?
Mau mencoba tren AI "Caricature of Me and My Job"? Mau dibuat lebih personal dan akurat? Yuk simak informasi berikut!
Rabu, 18 Februari 2026 | 16:28 WIB
Kasus Pinjol (pinjaman online) ilegal telah banyak memakan korban, setidaknya, banyak masyarakat lapisan bawah yang tertipu dan terjerat bunga tinggi dari pinjol. Manajemen bisnis yang tidak sesuai regulasi, menjadikan bunga bisa naik berkali-kali lipat kepada nasabah.
Alhasil, maraknya pinjol ilegal membuat tingkat kepercayaan masyarakat menurun terhadap aplikasi Peer-to-Peer (P2P) Lending. Padahal Kominfo mendukung penuh hadirnya P2P lending karena dianggap memberikan distribusi yang baik untuk inklusi keuangan.
Per Agustus 2021, tercatat nilai pendanaan yang masih berjalan (outstanding pinjaman) sebesar Rp 26 triliun atau naik 115,1 persen year-on-year (yoy). Akumulasi penyaluran dana industri itu sekitar Rp 249,94 Triliun, dan jumlah rekening pengguna mencapai 69 juta rekening.
Pinjol memang menjawab kebutuhan melalui kemudahan yang ada, namun pertanyaannya bagaimana memitigasi risiko yang diakibatkan oleh pinjaman online ilegal?
Yasmine Meylia Head of Government Relations Kredit Pintar Indonesia melalui Virtual Talkshow Digital DNA bertajuk “Pinjol Ilegal, antara Kebutuhan dan Kemudahan? Jum’at 12 November 2021 mengungkap hadirnya industri P2P Lending atau pinjol di Indonesia sebetulnya menghadirkan dua tujuan utama yang bersifat mulia.
“Ada dua tujuan utama dan saya rasa tujuan utama ini sama-sama memiliki tujuan yang mulia. Pertama, kami membantu masyarakat yang belum tersentuh bank atau unbankable untuk mendapat akses pendanaan. Kedua, kami juga ingin berkontribusi pada inklusi keuangan, misalnya usaha mikro yang membutuhkan modal tambahan untuk usaha mereka maka pendanaan konvensional seperti bank itu tidak dengan cepat dapat dipenuhi,” ungkap Yasmin.
Industri P2P lending bisa menjadi alternatif karena syaratnya itu mudah, prosesnya juga lebih cepat karena industri P2P lending juga bisa menjangkau masyarakat tanpa menghadirkan kantor secara fisik.
“Kalau dilihat dari data-data ini sebetulnya penerimaan industri pinjol oleh publik itu sangat baik, mungkin karena penerimaan pasar yang baik ini memancing pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” ungkap Yasmin saat menanggapi maraknya pinjol ilegal di Indonesia.
Sebagai perusahaan P2P Lending, Yasmin Meylia Head of Government Relations Kredit Pintar Indonesia menggarisbawahi pentingnya memperhatikan syarat dan ketentuan agar masyarakat tidak lagi terjerat bunga tinggi dan ancaman yang dilakukan pinjol ilegal.
“Ini yang sering di dengar ‘pinjaman online bisa mendapat akses kontak’ kalau di legal tidak bisa. Perusahaan pinjol legal juga ada pembatasan di biaya maksimumnya, bahkan saat ini biaya maksimumnya sudah turun 50% atau 0,4% per hari. Kredit Pintar mengikuti itu jadi kami punya variasi produk baik konsumtif maupun produktif semua mengacu pada skema maksimum biaya tersebut. Kami juga menyediakan after servicenya, dimana jika peminjam mengalami kesulitan atau ada yang ingin ditanyakan bisa langsung menghubungi customer service, beda dengan pinjol ilegal. Semua managemen kami juga telah mengikuti sertifikasi dan sudah terverifikasi OJK,” kata Yasmin.
Baca juga : 5 Platform Pinjol Terpercaya
Menanggapi hal ini, Tofan Saban Wakil Ketua Bidang Hubungan Masyarakat Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) dan COO & Co-Founder Aktivaku juga membenarkan perlu adanya literasi digital agar menghindari pinjaman online.
“melihat bahwa di industri keuangan indonesia saat ini khususnya di pinjaman online pertumbuhannya lumayan cepat karena demandnya itu ada di masyarakat kita. Masalahnya, inklusi keuangannya berjalan lancar namun tidak diiringi dengan literasi digital itu sendiri. Hingga akhirnya, jika ada yang ilegal masyarakat kita hanya tau pinjaman online. Tidak tahu mana yang legal dan ilegal. sehingga memberi citra buruk bagi platform pinjol yang legal,” ungkap Tofan.
Saat ditanya bagaimana asosiasi memberikan mitigasi untuk para pinjol ilegal atau pinjol legal yang nakal, AFPI merespon “Dari kami jika ada pinjaman online legal yang kepeleset melakukan pelanggaran di luar aturan-aturan regulasi, disitu ada AFPI sebagai polisinya, untuk menghukum platform-platform tersebut,” tambah Tofan.
Baca juga : Bagaimana Membedakan Fintech Legal dan Pinjol Ilegal?
Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) sendiri sepakat menurunkan biaya pinjaman dari maksimal 0,8 persen per hari menjadi 0,4 persen per hari. Keputusan ini diambil sebagai salah satu upaya asosiasi untuk turut memberantas penyedia jasa pinjol ilegal.
Selain itu, AFPI selalu berkontribusi dengan AFTECH, Kepolisian, Satgas waspada investasi, dan juga membentuk satgas pemberantasan pinjol ilegal untuk saling bertukar informasi agar bisa menindak secara cepat semua pinjol ilegal yang terus muncul. Ujian sertifikasi juga dilakukan di setiap jajaran petinggi startup fintech agar seluruh stakeholder memiliki visi dan misi yang sama dalam membangun kehidupan fintech di Indonesia.
Setidaknya Hingga Oktober kemarin, Satgas Waspada Investasi kembali menutup 116 pinjol ilegal, yang berarti ada 3.631 total pinjaman online ilegal yang diblokir sejak 2018 hingga Oktober 2021.
Untuk semakin memperketat penyebaran pinjol ilegal, AFPI mengajak masyarakat untuk mulai rajin untuk riset sebelum melakukan pinjaman online. Dalam langkah ini AFPI berkerjasama dengan AFTECH meluncurkan website www.cekfintech.id untuk mempermudah masyarakat mengecek platform fintech baik fintech p2p lending, digital payment, crowdfunding atau platform keuangan lainnya, yang telah memenuhi regulasi pemerintah dan terdaftar OJK.
Mau mencoba tren AI "Caricature of Me and My Job"? Mau dibuat lebih personal dan akurat? Yuk simak informasi berikut!
Rabu, 18 Februari 2026 | 16:28 WIB
Google akan mengirimkan server berukuran kecil ke luar angkasa. Mereka bekerja sama dengan perusahaan bernama planet untuk meluncurkan dua satelit prototipe yang membawa server tersebut.
Rabu, 18 Februari 2026 | 16:17 WIB
Mahasiswa dari berbagai jurusan membutuhkan pemahaman dasar tentang Data Analytics. Kalau kamu tertarik mulai mengenal Data Analytics tanpa harus langsung berkomitmen besar, Yuk simak informasi berikut!
Kamis, 12 Februari 2026 | 11:52 WIB
Mengapa Orang Tua Menjadi Target Empuk Penipu?
Rabu, 14 Januari 2026 | 17:25 WIB
Pembaruan Google Photo membawa editing ke level yang sangat personal dan mendalam, seperti:
Selasa, 30 Desember 2025 | 18:08 WIB
Selain itu, pertumbuhan di level pedesaan ini sejalan dengan data makro nasional. Bank Indonesia (BI) mencatat, hingga September 2025, jumlah pengguna QRIS di Indonesia telah berhasil menembus angka 45 juta pengguna.
Senin, 10 November 2025 | 10:11 WIB
Fitur-fitur baru ini memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk membantu reator, mulai dari tahap awal pembuatan ide hingga proses penyutingan video panjang.
Selasa, 4 November 2025 | 17:58 WIB
Pada akhir 2025 nanti, diperkirakan sekitar sepertiga dari smartphone yang terjual di seluruh dunia akan punya fitur AI generatif. Bukan hanya ponsel premium, tapi juga kelas menengah.
Kamis, 2 Oktober 2025 | 17:06 WIB
Platform pencari kerja Pintarnya menggabungkan kecerdasan buatan (AI) untuk mempercepat proses rekrutmen, sekaligus membuka akses ke layanan keuangan bagi pekerja sektor informal.
Senin, 22 September 2025 | 13:46 WIB
File APK yang diklaim sebagai video demo dari aksi massa di jalanan sedang disebar ke berbagai grup Whatsapp. Hati-hati, jangan asal klik apa lagi ikut menyebarkan ke grup WA lain!
Rabu, 3 September 2025 | 11:44 WIB
Diperkenalkan di Mobile World Congress (MWC) 2025, Barcelona, kelebihan utama Lenovo Yoga Solar PC terletak pada panel surya yang terintegrasi di bagian cover laptop.
Selasa, 19 Agustus 2025 | 12:57 WIB
Doug MacDowell sukses merakit ulang mesin kopi buatan tahun 1980-an itu menjadi PC dengan bodi mesin kopi. Apakah komputer rakitan itu bisa berfungsi dengan baik?
Rabu, 6 Agustus 2025 | 17:55 WIB
Jika penyimpanan data yang disediakan Google secara gratis sebesar 15GB habis, kamu bisa berlangganan Google One. Tapi bagaimana jika kamu tiba-tiba ingin berhenti langganan?
Senin, 4 Agustus 2025 | 15:56 WIB
Jika ingin mengirim cold message pada orang yang tidak kamu kenal di LinkedIn, ada beberapa hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan.
Jumat, 25 Juli 2025 | 15:52 WIB
Di tengah arus informasi yang terus tumbuh, pengambilan keputusan berbasis data sangat dibutuhkan. Yuk pelajari!
Selasa, 22 Juli 2025 | 11:09 WIB