LogoDIGINATION LOGO

JetCommerce: Kampanye Belanja Online 9.9 Meningkatkan Angka Penjualan

author Oleh Rommy Rustami Jumat, 18 September 2020 | 22:58 WIB
Share
Share

Beragam merek produk produk kesehatan dan kecantikan mengalami peningkatan penjualan hingga sebanyak 10 kali lipat pada kampanye belanja daring 9.9 di berbagai platform e-commerce, dibandingkan dengan tahun sebelumnya pada periode yang sama.

Merek-merek produk kesehatan dan kecantikan yang telah menjadi mitra JetCommerce tersebut mencatatkan penjualan produk kesehatan dan kecantikan secara keseluruhan sebanyak 27.851 pesanan, atau 922% lebih banyak dari tahun lalu yang hanya berjumlah 2.724 pesanan.

Adapun produk kesehatan dan kecantikan yang paling banyak terjual di berbagai platform e-commerce seperti Shopee, Lazada, Akulaku, JD.ID dan Blibli pada periode kampanye belanja daring 9 September ini adalah Perfect Whip Facial Foam dari Senka, diikuti dengan Golden Age Refining Serum milik Y.O.U, dan produk Ultimune Power Infusing Serum Shiseido.

CEO Jet Commerce Indonesia Webber Chen menyatakan bahwa sejak awal pandemi, JetCommerce melihat adanya potensi pergeseran kebiasaan masyarakat dalam berbelanja kebutuhannya karena terbatasnya mobilitas.

"Melihat potensi ini, tim kami melakukan prediksi pergerakan tren di e-commerce dan menyusun perencanaan strategis yang dapat mendorong performa bisnis mitra kami, agar tidak hanya dapat membantu mereka bertahan, namun juga memperoleh hasil yang memuaskan di masa sulit seperti sekarang ini," katanya.

Dengan aksesibilitas yang mudah dan penetrasi yang cepat, platform e-commerce kini menjadi lanskap penjualan baru bagi perusahaan yang bermanfaat dalam meningkatkan performa, serta diprediksi dapat semakin berperan penting dalam membangun basis konsumen.

Hal ini sejalan dengan temuan Statista dalam laporan terbarunya yang menunjukkan bahwa penjualan produk kesehatan dan kecantikan melalui online channel atau kanal daring, terus mengalami kenaikan dari tahun ke tahun.

Pada 2017, 94% penjualan produk kesehatan dan kecantikan masih didominasi oleh penjualan secara luring, atau hanya 6% penjualan yang dihasilkan dari kanal daring. Namun, seiring dengan meningkatnya penetrasi e-commerce di Indonesia, penjualan produk kesehatan dan kecantikan melalui kanal daring terus meningkat hingga 17% pada tahun 2019.

Hingga bulan Mei tahun ini, penjualan produk kesehatan dan kecantikan melalui kanal daring telah mencapai angka 24%, dan diprediksi akan menyentuh angka hingga 40% pada tahun 2023.

Menurut Webber, kanal daring di masa depan akan menjadi semakin maju dan canggih, di mana tidak hanya akan berlaku sebagai kanal penjualan, namun juga sebuah platform terintegrasi yang dapat menarik traffic, dan menjadi wadah untuk pemasaran dan promosi bagi brand, serta dapat menyuguhkan pengalaman berbelanja yang lebih baik dan menarik untuk konsumen.

Keterbatasan mobilitas konsumen selama masa pandemi Covid-19 telah membantu meningkatkan kesadaran brand - brand produk kesehatan dan kecantikan untuk memperluas pasarnya dengan bermigrasi ke kanal daring. Namun, terdapat berbagai hambatan yang harus dilalui bagi brand yang baru memulai upayanya menjangkau pasar ini.

Berdasarkan hasil observasi Jet Commerce, hambatan terbesar bagi brand yang baru berekspansi ke pasar daring adalah banyak brand yang masih ragu untuk menyelami pasar ini secara ‘all in’ atau kurang bersungguh - sungguh dengan upayanya dalam mengeksplorasi kanal ini. Hal ini tentunya berdampak terhadap keseluruhan strategi dari riset dan pengembangan, rantai pasokan, dan investasi yang dilakukan oleh brand.

Di samping itu, banyak brand yang mengalami kesulitan karena tidak memahami cara berinteraksi secara daring dengan konsumennya, cara mendapatkan konsumen baru, membangun citranya di pasar daring, cara mempromosikan kampanyenya, serta mempertahankan performa operasional harian yang stabil.

  • Editor: Rommy Rustami
TAGS
LATEST ARTICLE

Persiapan 5G di Indonesia

Seperti apa proyeksi 5G dan tren industri telekomunikasi 2021 di Indonesia?

Senin, 21 Desember 2020 | 14:56 WIB