LogoDIGINATION LOGO

Perusahaan Jepang Ini Berencana Gaji Karyawan dengan Bitcoin

Oleh Ana Fauziyah Sabtu, 16 Desember 2017 | 10:28 WIB
Share
Seiring dengan makin populernya mata uang digital Bitcoin juga nilainya yang semakin membumbung tinggi, sebuah perusahaan penyedia layanan internet di Jepang berencana membayar gaji karyawan mereka menggunakan mata uang virtual Bitcoin
Share

Seiring dengan makin populernya mata uang digital Bitcoin juga nilainya yang semakin membumbung tinggi, sebuah perusahaan penyedia layanan internet di Jepang berencana membayar gaji karyawan mereka menggunakan mata uang virtual Bitcoin.

Dilansir dari Business Insider (Sabtu, 16/12), perusahaan bernama GMO Internet Group ini akan memulai kebijakan pembayaran gaji dengan Bitcoin pada 2018. GMO Internet Group akan memberi karyawan pilihan untuk menerima pembayaran dari 10.000 yen (sekitar Rp 1,2 juta) sampai 100.000 yen (sekitar Rp 12 juta). Karyawan juga akan mendapatkan tambahan 10% dari gaji jika mereka menerima pembayaran gaji dalam Bitcoin sebagai insentif.

GMO Internet Group memang memiliki minat untuk mempromosikan Bitcoin dan secara aktif memperdagangkan Bitcoin. Mekanisme kebijakan pembayaran gaji karyawan tersebut sudah diatur dan siap diimplementasikan tahun depan.

Bitcoin semakin populer dengan makin banyaknya masyarakat yang menggunakan Bitcoin untuk membayar sekolah swasta dan membeli rumah. Namun beberapa pengamat ekonomi masih menyarankan masyarakat untuk berhati-hati. Ekonom terkenal dunia Robert Shiller menyebut Bitcoin sebagai the best example of a bubble.

  • Editor: Wicak Hidayat
  • Sumber: Business Insider
TAGS
LATEST ARTICLE

Kuliner Passionmu? Ikutan Ini, Nyok!

Permasalahan dalam Industri kuliner di Indonesia cukup rumit. Tapi, jangan khawatir! Yuk, tengok potensi dan peluangnya.

Senin, 22 April 2019 | 17:13 WIB

Masih Berharap Uang Tunai Dalam Dompet Konsumen?

Semakin praktis dan populernya layanan dompet digital sedikit-banyak akan mendorong konsumen untuk ganti dompet. Masih berharap ada uang tunai dalam dompet konsumen?

Jumat, 5 April 2019 | 10:47 WIB