LogoDIGINATION LOGO

3 Risiko Cybersecurity yang Suka Dilupakan...

author Oleh Alfhatin Pratama Senin, 1 Juli 2019 | 08:15 WIB
Share
Ilustrasi cybersecurity (shutterstock)
Share

Revolusi industri yang terus berjalan memaksa siapa saja, baik individu, kelompok, karyawan, atau pelaku bisnis untuk menyadari bahwa di era industri 4.0 ini, teknologi informasi bukan lagi sekadar pendukung bisnis melainkan bisnis itu sendiri.

Siap atau tidak, mau tak mau, bisnis akan berubah. Agar dapat terus bersaing di era digital, bisnis harus beradaptasi. Jika mengabaikan segala perubahan yang terjadi, bersiaplah mengalami hambatan atau bahkan kegagalan. Para disruptor dapat mengganggu pasar dengan cara mendadak dan muncul tak terduga.

Transformasi digital yang tidak bisa dihindari harus terus dibenahi. Cara berbisnis, beroperasi, berkomunikasi dengan pelanggan, mencari feedback, dan sebagainya harus  disesuaikan dengan perkembangan teknologi yang ada. Infrastruktur dan pola pikir lama yang menghambat perkembangan bisnis harus dikesampingkan.

Mengingat salah satu hal yang penting di era digital adalah tentang data, maka bicara soal cybersecurity juga sangat penting. "Cybersecurity juga memiliki risiko yang harus diperhatikan," ujar Edwin Lim, Country Manager Fortinet Indonesia dalam siaran pers yang diterima Digination.id.

Nah, Apa saja, sih risiko yang harus diperhatikan? 

Baca juga: Awas, Data Bukan Hal yang Sepele, ya!

Ilustrasi sistem cybersecurity (shutterstock)
1. Risiko operasional 

Eksploitasi seperti ransomwaredistributed denial-of-service (DDoS), pencurian data, pembajakan situs, serta pencurian sumber daya dapat secara serius mengganggu operasional bisnis. Beberapa gangguan mungkin memang hanya akan mengganggu operasi bisnis secara internlt, tetapi berbeda jika yang diserang adalah DDoS atau pembajakan situs yang dapat menyebabkan krisis di mata publik.

2. Risiko reputasi.

Baik pelanggan, investor, atau mitra tentunya akan menghindari melakukan bisnis dengan perusahaan-perusahaan yang memiliki reputasi buruk dan berkemungkinan membuat mereka celaka. 

3. Risiko investasi.

Melakukan investasi pada sisi cybersecurity adalah hal yang sangat baik, tetapi investasi yang berlebihan pada infrastruktur cybersecurity yang tidak berfungsi adalah sebuah kesalahan besar. Ingat, setiap dana yang dikeluarkan haruslah digunakan untuk efesiensi bisnis dan meningkatkan produktivitas.

Beberapa hal yang bisa jadi pertimbangan dalam menentukan produk cybersecurity yaitu struktur bisnis seperti apa yang dimiliki dan model bisnis seperti apa yang dijalankan. Lalu, buatlah prioritas pengeluaran, bagian bisnis mana yang harus terlebih dulu dilindungi.

Tentu banyak hal lain yang bisa gunakan untuk mengidentifikasi komponen cybersecurity seperti apa yang dibutuhkan perusahaan. Strategi keamanan yang efektif dan komperehensif menggunakan solusi yang tepat akan mengarah pada perlindungan efektif yang penting bagi keberhasilan bisnis.

Baca juga:  Salah Pilih Karyawan, Data UMKM Disandera

  • Editor: Dikdik Taufik Hidayat
TAGS
RECOMMENDATION

Mau Transaksi E-commerce Aman Cybercrime? Lakukan Tips Ini

Microsoft Asia Pasifik merilis temuan regional dari Security Intelligence Report (SIR) Volume 22 yang menemukan bahwa negara berkembang di wilayah Asia Pasifik paling terekspos oleh program berbahaya

Jumat, 8 September 2017 | 10:08 WIB

Hitachi Vantara Kenalkan Solusi Terbaru untuk Cyber Security

Hitachi Vantara, anak perusahaan milik Hitachi, Ltd, memperkenalkan versi terbaru dari platform pemulihan data khusus, Hitachi Data Instance Director (HDID) v6, yang secara signifikan memodernisasi lingkungan TI dan bagaimana data dilindungi

Rabu, 25 Oktober 2017 | 04:03 WIB

Mau Belajar Cybersecurity Gratis? Ini Tempatnya!

Di era digital seperti ini , cyber security sangat penting untuk melindungi bisnismu dari ancaman cybercrime. Masih bingung apa itu cyber security? Coba liat 5 situs ini untuk belajar cyber security.

Rabu, 23 Januari 2019 | 11:15 WIB
LATEST ARTICLE

Mau Mulai Bisnis? Keluarlah dari Zona Nyaman!

Zona nyaman memang membuat kita sulit beranjak. Tetapi, untuk memulai bisnis kita harus keluar dari zona nyaman tersebut. Yuk, simak cerita CEO dan Co-Founder Logisly tentang bagaimana ia keluar dari zona nyaman dan memulai bisnisnya.

Senin, 19 Agustus 2019 | 14:28 WIB

Ini Dia Konsep Smart City ala TIBCO!

Konsep smart city banyak ditawarkan oleh beberapa perusahaan, salah satunya TIBCO Software Inc. Seperti apa sih konsepnya?

Selasa, 30 Juli 2019 | 11:15 WIB