Belajar dari Blue Bird, Transformasi Digital adalah Kunci
Blue Bird sempat tergoncang hebat, tapi mereka bangkit dan meluncurkan Mobil Listrik untuk armadanya. Bagaimana caranya, ya?
Jumat, 26 April 2019 | 15:11 WIB
Di era digitalsaat ini, batas antar negara seolah-olah tak ada karena adanya teknologi yang dapat saling menghubungkan. Dengan adanya teknologi seperti itu, sudah bukan masanya lagi komunikasi dan kerjasama dengan pihak yang berbeda negara dipersulit oleh birokrasi.
Estonia, sebuah negara di kawasan Eropa Utara meluncurkan program Estonia e-Residency atau e-Residency. Program tersebut memberikan Digital ID atau identitas digital kepada pihak yang bukan warga negara Estonia dan akses terhadap berbagai layanan elektronik di sana.
"Singkatnya, status tersebut memungkinkan Anda terhubung dengan Estonia serta lingkungan bisnis di Estonia, termasuk kebebasan untuk menjalankan sebuah perusahaan global yang berbasis di Uni Eropa secara online di belahan dunia manapun," kata Arnaud Castaignet, Head of Publich Relations Estonia e-Residency dalam wawancara dengan Digination.id melalui e-mail (1/6).
Sejak diluncurkan Desember 2014, program ini berhasil menggandeng lebih dari 55.000 orang dari 157 negara di dunia untuk berpartisipasi.
Baca juga: Uni Eropa Atur UU Data Konsumen Online
Sebagaimana diketahui, Estonia meraih kemerdekaannya tahun 1991 dari Uni Soviet. Mereka harus membangun seluruh proses administrasi negara yang efektif dan efisien dari nol.
"Oleh karena itu, kami memulai perjalanan yang bertumpu pada inovasi teknologi, yang sebenarnya juga membantu kami dalam memitigasi biaya ketika menyediakan layanan publik kepada masyarakat. Proses tersebut tentunya membutuhkan waktu. Dibutuhkan keberanian yang besar untuk berinvestasi pada solusi berbasis teknologi informasi serta mengambil rute dengan hal tersebut," kata Arnaud.
Lulusan Sciences Po Bordeux itu juga menambahkan bahwa mereka telah berhasil mendesain salah satu masyarakat digital paling canggih di dunia, sebuah sistem yang menawarkan layanan digital yang efisien bagi masyarakat Estonia.
"Jelas terlihat bahwa layanan elektronik yang kami bangun bertahun-tahun merupakan aset utama. Kami membayangkan semakin banyak orang akan memperoleh manfaat dari layanan ini, bahkan tanpa harus menginjakkan kaki di Estonia maupun menjadi warga negara Estonia," tambah Arnaud.
Baca juga: Soal Dagang, Indonesia-Eropa Hampir Sepakat
Arnaud melanjutkan, bahwa ide program yang diluncurkan sejak 5 tahun silam ini datang dari sebuah pertanyaan unik dan sederhana: "Mengapa sebuah negara harus menawarkan layanannya hanya kepada masyarakatnya sendiri dan tidak kepada orang-orang lain di seluruh penjuru dunia yang juga dapat menikmati kemudahan dari layanan-layanan elektronik ini?"
Melalui e-Residency siapa saja bisa dilayani, baik warga negara Estonia sendiri maupun warga negara lain. Dengan membuka batas digital seperti ini, menurut Arnaud, memungkinkan mereka menghasilkan pendapatan bagi Estonia di masa depan serta mendukung perusahaan-perusahaan Estonia untuk terkoneksi secara internasional.
"Siapa pun dapat mendaftar e-Residency, tetapi tentu saja beberapa pihak dapat memperoleh keuntungan lebih dari status ini," kata Arnaud. Untuk e-Resident atau sebutan bagi pihak yang aplikasi e-Residency-nya sudah disetujui, Estonia memberikan berbagai kemudahan untuk menjalankan aktivitas secara independen dari lokasinya masing-masing.
Beberapa contoh pihak yang bisa mendapatkan keuntungan dari pogram e-Residency adalah pengusaha digital yang menjual layanan konsultasi dan menawarkan teknologi informasi lintas batas, para freelancer atau pekerja lepas, dan para digital nomad atau orang yang bekerja lepas dengan memanfaatkan teknologi.
Langkah ini membantu Estonia membangun sebuah komunitas besar yang terdiri atas berbagai pihak pendukung dan menjangkau berbagai pihak dengan melampaui batas-batas fisik yang ada. Pastinya, program ini juga memberikan kesempatan bagi setiap orang untuk membangun perusahaan terpercaya di Uni Eropa dan mengaturnya dari jauh dengan biaya relatif murah.
Mau?
Baca juga: Kota Favorit Digital Nomad Sedunia Ada di Indonesia
Blue Bird sempat tergoncang hebat, tapi mereka bangkit dan meluncurkan Mobil Listrik untuk armadanya. Bagaimana caranya, ya?
Jumat, 26 April 2019 | 15:11 WIB
Soal kejahatan siber di era digital, jangan sampai lengah ya...
Senin, 20 Mei 2019 | 16:21 WIB
Digital Twin? Apaan tuh?
Rabu, 12 Juni 2019 | 08:15 WIB
Aturan pandemi global kembali memanas, hasilnya bisa menentukan akses kesehatan yang lebih adil atau tidak di masa depan.
Jumat, 20 Maret 2026 | 22:51 WIB
Investasi emas kini lebih mudah, aman, dan tepercaya melalui fitur eMAS di aplikasi DANA.
Kamis, 12 Maret 2026 | 11:55 WIB
Mau mencoba tren AI "Caricature of Me and My Job"? Mau dibuat lebih personal dan akurat? Yuk simak informasi berikut!
Rabu, 18 Februari 2026 | 16:28 WIB
Google akan mengirimkan server berukuran kecil ke luar angkasa. Mereka bekerja sama dengan perusahaan bernama planet untuk meluncurkan dua satelit prototipe yang membawa server tersebut.
Rabu, 18 Februari 2026 | 16:17 WIB
Mahasiswa dari berbagai jurusan membutuhkan pemahaman dasar tentang Data Analytics. Kalau kamu tertarik mulai mengenal Data Analytics tanpa harus langsung berkomitmen besar, Yuk simak informasi berikut!
Kamis, 12 Februari 2026 | 11:52 WIB
Mengapa Orang Tua Menjadi Target Empuk Penipu?
Rabu, 14 Januari 2026 | 17:25 WIB
Simak lima tips sederhana dari DANA untuk melindungi dompet digitalmu supaya terhindar dari kejahatan siber!
Rabu, 31 Desember 2025 | 10:05 WIB
Pembaruan Google Photo membawa editing ke level yang sangat personal dan mendalam, seperti:
Selasa, 30 Desember 2025 | 18:08 WIB
Selain itu, pertumbuhan di level pedesaan ini sejalan dengan data makro nasional. Bank Indonesia (BI) mencatat, hingga September 2025, jumlah pengguna QRIS di Indonesia telah berhasil menembus angka 45 juta pengguna.
Senin, 10 November 2025 | 10:11 WIB
Fitur-fitur baru ini memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk membantu reator, mulai dari tahap awal pembuatan ide hingga proses penyutingan video panjang.
Selasa, 4 November 2025 | 17:58 WIB
Pada akhir 2025 nanti, diperkirakan sekitar sepertiga dari smartphone yang terjual di seluruh dunia akan punya fitur AI generatif. Bukan hanya ponsel premium, tapi juga kelas menengah.
Kamis, 2 Oktober 2025 | 17:06 WIB
Platform pencari kerja Pintarnya menggabungkan kecerdasan buatan (AI) untuk mempercepat proses rekrutmen, sekaligus membuka akses ke layanan keuangan bagi pekerja sektor informal.
Senin, 22 September 2025 | 13:46 WIB
File APK yang diklaim sebagai video demo dari aksi massa di jalanan sedang disebar ke berbagai grup Whatsapp. Hati-hati, jangan asal klik apa lagi ikut menyebarkan ke grup WA lain!
Rabu, 3 September 2025 | 11:44 WIB
Diperkenalkan di Mobile World Congress (MWC) 2025, Barcelona, kelebihan utama Lenovo Yoga Solar PC terletak pada panel surya yang terintegrasi di bagian cover laptop.
Selasa, 19 Agustus 2025 | 12:57 WIB
Doug MacDowell sukses merakit ulang mesin kopi buatan tahun 1980-an itu menjadi PC dengan bodi mesin kopi. Apakah komputer rakitan itu bisa berfungsi dengan baik?
Rabu, 6 Agustus 2025 | 17:55 WIB