LogoDIGINATION LOGO

e-Residency Bawa Estonia Jadi Salah Satu Negara Tercanggih di Dunia

author Oleh Alfhatin Pratama Minggu, 16 Juni 2019 | 09:30 WIB
Share
Peta negara Estonia (shutterstock)
Share

Di era digitalsaat ini, batas antar negara seolah-olah tak ada karena adanya teknologi yang dapat saling menghubungkan. Dengan adanya teknologi seperti itu, sudah bukan masanya lagi komunikasi dan kerjasama dengan pihak yang berbeda negara dipersulit oleh birokrasi.

Estonia, sebuah negara di kawasan Eropa Utara meluncurkan program Estonia e-Residency atau e-Residency. Program tersebut memberikan Digital ID atau identitas digital kepada pihak yang bukan warga negara Estonia dan akses terhadap berbagai layanan elektronik di sana.

"Singkatnya, status tersebut memungkinkan Anda terhubung dengan Estonia serta lingkungan bisnis di Estonia, termasuk kebebasan untuk menjalankan sebuah perusahaan global yang berbasis di Uni Eropa secara online di belahan dunia manapun," kata Arnaud Castaignet, Head of Publich Relations Estonia e-Residency dalam wawancara dengan Digination.id melalui e-mail (1/6).

Sejak diluncurkan Desember 2014, program ini berhasil menggandeng lebih dari 55.000 orang dari 157 negara di dunia untuk berpartisipasi. 

Baca juga: Uni Eropa Atur UU Data Konsumen Online

Ilustrasi bekerja dari jarak jauh (shutterstock)
Di balik suksesnya e-Residency

Sebagaimana diketahui, Estonia meraih kemerdekaannya tahun 1991 dari Uni Soviet. Mereka harus membangun seluruh proses administrasi negara yang efektif dan efisien dari nol.

"Oleh karena itu, kami memulai perjalanan yang bertumpu pada inovasi teknologi, yang sebenarnya juga membantu kami dalam memitigasi biaya ketika menyediakan layanan publik kepada masyarakat. Proses tersebut tentunya membutuhkan waktu. Dibutuhkan keberanian yang besar untuk berinvestasi pada solusi berbasis teknologi informasi serta mengambil rute dengan hal tersebut," kata Arnaud.

Lulusan Sciences Po Bordeux itu juga menambahkan bahwa mereka telah berhasil mendesain salah satu masyarakat digital paling canggih di dunia, sebuah sistem yang menawarkan layanan digital yang efisien bagi masyarakat Estonia.

"Jelas terlihat bahwa layanan elektronik yang kami bangun bertahun-tahun merupakan aset utama. Kami membayangkan semakin banyak orang akan memperoleh manfaat dari layanan ini, bahkan tanpa harus menginjakkan kaki di Estonia maupun menjadi warga negara Estonia," tambah Arnaud.

Baca juga: Soal Dagang, Indonesia-Eropa Hampir Sepakat

Ilustrasi Estonia sebagai negara digital (shutterstock)
Konsep besar yang berawal dari pertanyaan sederhana

Arnaud melanjutkan, bahwa ide program yang diluncurkan sejak 5 tahun silam ini datang dari sebuah pertanyaan unik dan sederhana: "Mengapa sebuah negara harus menawarkan layanannya hanya kepada masyarakatnya sendiri dan tidak kepada orang-orang lain di seluruh penjuru dunia yang juga dapat menikmati kemudahan dari layanan-layanan elektronik ini?"

Melalui e-Residency siapa saja bisa dilayani, baik warga negara Estonia sendiri maupun warga negara lain. Dengan membuka batas digital seperti ini, menurut Arnaud, memungkinkan mereka menghasilkan pendapatan bagi Estonia di masa depan serta mendukung perusahaan-perusahaan Estonia untuk terkoneksi secara internasional.

"Siapa pun dapat mendaftar e-Residency, tetapi tentu saja beberapa pihak dapat memperoleh keuntungan lebih dari status ini," kata Arnaud. Untuk e-Resident atau sebutan bagi pihak yang aplikasi e-Residency-nya sudah disetujui, Estonia memberikan berbagai kemudahan untuk menjalankan aktivitas secara independen dari lokasinya masing-masing.

Beberapa contoh pihak yang bisa mendapatkan keuntungan dari pogram e-Residency adalah pengusaha digital yang menjual layanan konsultasi dan menawarkan teknologi informasi lintas batas, para freelancer atau pekerja lepas, dan para digital nomad atau orang yang bekerja lepas dengan memanfaatkan teknologi. 

Langkah ini membantu Estonia membangun sebuah komunitas besar yang terdiri atas berbagai pihak pendukung dan menjangkau berbagai pihak dengan melampaui batas-batas fisik yang ada. Pastinya, program ini juga memberikan kesempatan bagi setiap orang untuk membangun perusahaan terpercaya di Uni Eropa dan mengaturnya dari jauh dengan biaya relatif murah.

Mau?

Baca juga: Kota Favorit Digital Nomad Sedunia Ada di Indonesia

  • Editor: Dikdik Taufik Hidayat
TAGS
RECOMMENDATION
LATEST ARTICLE

Mau Mulai Bisnis? Keluarlah dari Zona Nyaman!

Zona nyaman memang membuat kita sulit beranjak. Tetapi, untuk memulai bisnis kita harus keluar dari zona nyaman tersebut. Yuk, simak cerita CEO dan Co-Founder Logisly tentang bagaimana ia keluar dari zona nyaman dan memulai bisnisnya.

Senin, 19 Agustus 2019 | 14:28 WIB

Ini Dia Konsep Smart City ala TIBCO!

Konsep smart city banyak ditawarkan oleh beberapa perusahaan, salah satunya TIBCO Software Inc. Seperti apa sih konsepnya?

Selasa, 30 Juli 2019 | 11:15 WIB