Data Konsumen Dimanfaatkan untuk Penetrasi Pasar, Legalkah?

author Oleh Ana Fauziyah Senin, 23 Oktober 2017 | 05:01 WIB
Share
Saat pabrik pembuat popok bayi asal Thailand DSG International ingin tahu perilaku pelanggannya terkait belanja keperluan bayi, mereka bekerja sama dengan Lazada dan meminta data perilaku konsumen Lazada untuk dikaji sebagai pertimbangan langkah mereka di ekosistem e-commerce
Share

Saat pabrik pembuat popok bayi asal Thailand DSG International ingin tahu perilaku pelanggannya terkait belanja keperluan bayi, mereka bekerja sama dengan Lazada dan meminta data perilaku konsumen Lazada untuk dikaji sebagai pertimbangan langkah mereka di ekosistem e-commerce.

“Dari data Lazada, kami dapat mengetahui para ibu kadang-kadang melihat-lihat produk di malam hari, jadi kami bisa menawarkan penjualan kilat saat kami tahu pelanggan sedang browsing,” ungkap Ambrose Chan, CEO DSG International tersebut seperti dikutip dari Business Insider (Senin, 23/10).

“Data tersebut juga kami gunakan untuk memposisikan produk tertentu di mana preferensi konsumen berbeda. Misalnya, pelanggan Thailand suka membeli popok bayi dengan kemasan terpisah, sementara orang Malaysia lebih memilih kemasan paket,” imbuh Chan.

Perusahaan multinasional lain seperti kosmetik Unilever dan perusahaan Jepang Shiseido, mengatakan booming e-commerce memungkinkan mereka untuk melakukan penetrasi lebih dalam ke pasar dan meningkatkan penjualan produk mereka.

Dan untuk menjangkau lebih banyak pelanggan atau untuk mendapatkan wawasan tentang perilaku konsumen saat berbelanja online, Unilever dan Shiseido telah menjalin kemitraan dengan perusahaan e-commerce seperti Lazada dan situs mode Zalora.

Namun pemakaian data konsumen tersebut memiliki celah keamanan terkait penyalah gunaan data untuk hal-hal yang tidak diinginkan. Perusahaan mungkin mendapat untung dengan penggunaan data, namun bagaimana dengan hak-hak konsumen yang harus dilindungi? Legalkah menggunakan data konsumen tanpa persetujuan?

  • Editor: Wicak Hidayat
  • Sumber: Business Insider
TAGS
LATEST ARTICLE

Mau Mulai Bisnis? Keluarlah dari Zona Nyaman!

Zona nyaman memang membuat kita sulit beranjak. Tetapi, untuk memulai bisnis kita harus keluar dari zona nyaman tersebut. Yuk, simak cerita CEO dan Co-Founder Logisly tentang bagaimana ia keluar dari zona nyaman dan memulai bisnisnya.

Senin, 19 Agustus 2019 | 14:28 WIB