LogoDIGINATION LOGO

Ini 4 Aturan Dasar Crowdfunding

Oleh Ana Fauziyah Kamis, 31 Januari 2019 | 16:15 WIB
Share
Ilustrasi crowdfunding. (Foto: Pexels)
Share

Sis, Mawar lagi sakit parah dirawat di RS. Kita patungan yuk buat ngebantu dia!”

Sering nggak kamu dapat pesan seperti di atas? Sebagai bentuk solidaritas, biasanya kita pun berinisiatif mengajak teman yang lain untuk ikut menyumbang dana bagi teman yang sedang kesulitan. Inisiatif tersebut menjadi pesan berantai yang disebarkan di berbagai macam platform media sosial untuk menjangkau sebanyak mungkin calon donatur.

Yap, itulah crowdfunding alias penggalangan dana. Jika zaman dulu lebih bersifat pribadi, dengan semakin berkembangnya internet dan media sosial, crowdfunding mulai tumbuh menjadi fenomena tersendiri. Kampanyenya tak hanya disebarkan melalui aplikasi pesan, tapi juga melalui platform tersendiri semisal kitabisa.com.

Semua bisa dibuatkan penggalangan dana seperti tagihan rumah sakit, dana pendidikan, bantuan bencana alam, bahkan kebutuhan pribadi. Crowdfunding memberi hampir semua orang kesempatan untuk membantu meringankan beban keuangan melalui kemurahan hati orang lain.

Namun sebelum melakukan kampanye penggalangan dana secara terbuka di media sosial, kamu harus tahu beberapa aturan dasarnya. Apa saja yang boleh dan tak boleh dilakukan. Hal ini karena membicarakan kesulitan finansial seseorang di ranah digital bukan hal yang mudah dan bebas risiko.

Seperti disarikan dari Mashable, Minggu (27/1), ada 4 hal yang sangat penting untuk diketahui sebelum melakukan crowdfunding.

Baca juga: Akibat Kampanye Belanja, Donasi Digital Meningkat

Ilustrasi mengajak teman berdonasi digital. (Foto: Pexels)
1. Pastikan orang tersebut bersedia

Mungkin kamu ingin memberikan kejutan teman dengan uang yang sangat mereka butuhkan. Tetapi melakukan penggalangan dana secara diam-diam tanpa sepengetahuannya bisa menimbulkan masalah.

Masalah keuangan merupakan hal yang bersifat sangat pribadi. Ada kalanya seseorang ingin menyimpan sendiri masalahnya dan tidak ingin kesulitan tersebut diketahui banyak orang. Karena masalah ini sangat sensitif, lebih baik kamu meminta kesediaannya lebih dulu. Biarkan dia tahu bahwa kamu akan membuat kampanye crowdfunding atas namanya.

Dengan membiarkan temanmu tahu, kamu telah memberikan ruang baginya untuk berpikir apakah dia benar-benar bersedia kesulitannya dipublikasikan, atau apakah dia mau menerima bantuan dana dari khalayak yang tidak dia kenal. Dengan begitu, ia masih memiliki kontrol atas situasinya.

2. Ceritakan kisahnya dengan bertanggung jawab

Bagian penting dari crowdfunding adalah menceritakan kisah yang menarik kepada calon donatur, menjelaskan mengapa mereka harus merasa termotivasi untuk memberi. Namun kamu harus berhati-hati menceritakan kisah tersebut agar tidak berbuntut panjang.

Ketika melakukan crowdfunding untuk orang lain, kamu menceritakan sebuah kisah yang bukan sepenuhnya kamu alami. Kamu harus menulis kisah yang bisa menyentuh hati khalayak agar bersedia menyumbang, namun hormati setiap detail dan informasi yang bersifat pribadi. Ingat, tidak semua hal layak diposting.

Baca juga: Sedekah Nontunai Lebih Mudah dengan 'Kencleng Digital'

Ceritakan kisah yang menyentuh calon donatur. (Foto: Pexels)
3. Tetapkan target dana yang realistis

Mungkin kamu tergoda ingin mengumpulkan uang sebanyak mungkin, tetapi target yang realistis dan bertanggung jawab sangat penting. Jangan berasumsi kamu tahu biaya yang diperlukan untuk menghapus beban keuangan temanmu. Tanyakan pada mereka berapa tepatnya nominal yang diperlukan dan jadikan jumlah tersebut sebagai target penggalangan dana.

4. Miliki rencana cadangan jika mendapat dana lebih

Syukur jika kampanye crowdfunding yang kamu lakukan berhasil mencapai target. Tetapi ada kalanya beberapa kampanye menjadi viral dan mendapat banyak perhatian khalayak sehingga dana yang terkumpul melebihi target.

Jika hal ini terjadi, kamu harus memiliki rencana cadangan untuk menyalurkan dana lebih tersebut. Misalnya, kamu bisa memberikan dana lebih tersebut ke komunitas sosial lainnya, atau menyumbangkan ke orang lain yang memiliki masalah yang sama dan lain sebagainya. Yang terpenting, pastikan khalayak tahu ke mana dana tersebut dialirkan. Jangan lupa beri rincian digunakan untuk apa saja setiap rupiah yang didapat.

Yuk, sebar kebaikan dengan berdonasi untuk sesama!

Baca juga: Kamu Sudah Berdonasi Hari Ini?

  • Editor: Dikdik Taufik Hidayat
  • Sumber: INC, Mashable, Sites.Suffolk.edu
TAGS
RECOMMENDATION

3 Kunci Sukses Migrasi ke Bisnis Digital

Kunci terjun ke bisnis digital adalah disiplin untuk melayani dan men-deliver apa yang ditawarkan pada media online tersebut. Awaluddin meramu tips bermigrasi ke bisnis digital dalam 3C, yakni Character, Competence, dan Courage. Yuk disimak

Minggu, 26 Agustus 2018 | 10:00 WIB

10 Tips untuk Mengalahkan Kebiasaan Menunda Pekerjaan

Kebiasaan suka menunda-nunda pekerjaa ini terkesan sepele namun jika terus-menerus dibiarkan akan berdampak besar. Kebiasaan jelek ini bisa mengganggu karier dan kepercayaan dirimu.

Senin, 19 November 2018 | 14:00 WIB
LATEST ARTICLE

Kuliner Passionmu? Ikutan Ini, Nyok!

Permasalahan dalam Industri kuliner di Indonesia cukup rumit. Tapi, jangan khawatir! Yuk, tengok potensi dan peluangnya.

Senin, 22 April 2019 | 17:13 WIB