eSports Raup Rp 13 Triliun dari Indonesia, Kamu Sudah Main?
Indonesia menempati posisi ke-16 pasar Esports dunia dengan jumlah game revenue mencapai USD 879,7 Juta (sekitar Rp 13 triliun)
Rabu, 31 Oktober 2018 | 16:15 WIB
Tahun 2018 lalu, industri eSport diprediksi menjadi industri yang sangat potensial untuk terus berkembang di era digital. Popularitasnya kian meningkat karena 2 hal. Pertama, dijadikan cabang olahraga (cabor) tanpa medali di Asian Games 2018. Kedua, salah satu atletnya, Tyler "Ninja" Blevins asal Amerika Serikat (AS) menjadi perbincangan hangat di media sosial mengalahkan Cristiano Ronaldo, pesepakbola tersohor.
Sedangkan di 2019, berbagai negara mulai membuka diri menciptakan ekosistem eSport. Mereka mulai bekerjasama dengan para pelaku di industri eSport dan organisasi-organisasi lainnya yang mendukung. Hasilnya, eSport akan menjadi cabor bermedali di ajang SEA Games 2019 di Filipina. Sementara untuk Olimpiade Tokyo 2020 di Jepang dan Asian Games 2022 di Tiongkok masih diperdebatkan.
Dunia eSport pun yang terus berkembang, tetapi masih banyak orang yang belum mengetahuinya. Berikut pengenalan singkat tentang dunia eSport yang telah dirangkum oleh Digination.id.
Publisher
Industri eSport sendiri tidak akan ada tanpa para developer (pengembang) atau publisher (penerbit). Beberapa dari mereka juga turut andil menyelenggarakan kompetisi besar kelas dunia seperti Riot Games yang menyelenggarakan The League of Legends Championship Series dan Valve Corporation yang menyelenggarakan Dota 2 International.
Baca juga: Ini Dia Peluang Karier di Industri Game
Berbeda dengan olahraga pada umumnya, satu tim dalam eSport biasanya terbagi menjadi beberapa tim sesuai dengan permainan yang ada. Misalnya salah satu tim eSport ternama, Team Liquid. Tim yang berlogo kuda berwana biru itu berlaga dalam 20 permainan. Beberapa judul permainan eSport di antaranya Dota, FIFA, Fortnite, dan League of Legends.
Tim eSport ada yang dibentuk secara kolektif oleh para gamer yang ingin menjadi atlet profesional, ada juga yang dibentuk oleh investasi dari para pengusaha, perusahaan hiburan, atau pemilik klub olahraga tradisional. Ada juga perusahaan lain yang mulai melirik potensi besar industri eSport untuk membuat sebuah tim, contohnya Red Bull.
Selain itu, ada juga persamaannya dengan sebuah tim olahraga tradisional: tidak ada tim eSport yang besar tanpa atlet eSport yang hebat. Salah satu atlet eSport yang sering diperbincangkan di media sosial adalah Tyler "Ninja" Blevins.
Baca juga: TCG Berbasis Blockchain Dukung Pemain eSport
Penyelenggara Turnamen dan Liga
Sebuah tim eSport jelas harus terpisah secara finansial dari penyelenggara turnamen atau liga. Alasannya supaya penyelenggaraan acara jauh dari unsur kecurangan.
Para penyelenggara turnamen dan liga membutuhkan kerjasama dengan berbagai pihak untuk menyelenggarakan kompetisi yang baik. Sama seperti olahraga pada umumnya, penyelenggara juga mendapatkan keuntungan dari hak siar karena banyaknya jumlah penonton. Apalagi sejak tren menonton pertandingan eSport meningkat.
Penonton yang ingin menonton pertandingan secara langsung harus membayar. Sedangkan, jika menonton melalu live streaming, ada yang berbayar dan ada juga yang tidak.
Baca juga: Masuk Ke eSport, SAP SE Siap Dukung Tim Liquid
Sejauh ini, seperti yang dikutip dari The eSports Observer, merek dan iklan merupakan sumber pendapatan terbesar untuk setiap sektor dalam eSport, baik publisher, tim, dan penyelenggara turnamen atau liga.
Misalnya dalam sebuah tim. Layaknya sebuah tim dalam olahraga pada umumnya, logo sebuah merek yang mensponsori akan terpajang pada seragam setiap atlet dalam tim tersebut. Tidak hanya itu, perangkat keras maupun lunak juga dapat menjadi lahan bagi pihak sponsor yang ingin beriklan. Sama halnya ketika atlet dalam olahraga tradisional mengenakan sepatu bermerek Nike atau Adidas yang mensponsori timnya.
Tidak jauh berbeda dengan turnamen dan liga. Biasanya, merek yang memberikan dana sponsor paling besar akan menjadi nama turnamen atau liga tersebut.
Nah, sudah mulai tahu tentang eSport, kan?
Baca juga: Mau Ngiklan Lebih Murah dan Efektif? Pake Influencer Aja!
Indonesia menempati posisi ke-16 pasar Esports dunia dengan jumlah game revenue mencapai USD 879,7 Juta (sekitar Rp 13 triliun)
Rabu, 31 Oktober 2018 | 16:15 WIB
Kreativitas di dunia game sangat diperlukan untuk mendominasi pasar. Tetapi, kreativitas yang seperti apa? Lewat ide-ide baru atau saling saling-menyalin, ya?
Senin, 17 Desember 2018 | 16:15 WIB
Meskipun sama-sama berangkat dari game, eSports dan gaming ternyata beda, lho!
Kamis, 20 Desember 2018 | 11:15 WIB
Pernah merasa otak tiba-tiba "hang" atau susah fokus padahal tidak sedang mengerjakan tugas berat? Yuk, cari tahu apakah kamu sedang mengalami salah satu dari 8 masalah mental era digital yang sering tidak kita sadari ini!
Rabu, 8 April 2026 | 17:11 WIB
Demi keamanan anak di dunia digital, Roblox berencana menghadirkan mode offline, langkah ini jadi bagian dari adaptasi terhadap aturan baru di Indonesia.
Senin, 30 Maret 2026 | 17:12 WIB
Laporan ini menyusun tujuh tren penting di bidang keamanan yang mempengaruhi perkembangan strategi keamanan ke depannya. Tujuh tren tersebut adalah:
Senin, 30 Maret 2026 | 16:27 WIB
Aturan pandemi global kembali memanas, hasilnya bisa menentukan akses kesehatan yang lebih adil atau tidak di masa depan.
Jumat, 20 Maret 2026 | 22:51 WIB
Investasi emas kini lebih mudah, aman, dan tepercaya melalui fitur eMAS di aplikasi DANA.
Kamis, 12 Maret 2026 | 11:55 WIB
Mau mencoba tren AI "Caricature of Me and My Job"? Mau dibuat lebih personal dan akurat? Yuk simak informasi berikut!
Rabu, 18 Februari 2026 | 16:28 WIB
Google akan mengirimkan server berukuran kecil ke luar angkasa. Mereka bekerja sama dengan perusahaan bernama planet untuk meluncurkan dua satelit prototipe yang membawa server tersebut.
Rabu, 18 Februari 2026 | 16:17 WIB
Mahasiswa dari berbagai jurusan membutuhkan pemahaman dasar tentang Data Analytics. Kalau kamu tertarik mulai mengenal Data Analytics tanpa harus langsung berkomitmen besar, Yuk simak informasi berikut!
Kamis, 12 Februari 2026 | 11:52 WIB
Mengapa Orang Tua Menjadi Target Empuk Penipu?
Rabu, 14 Januari 2026 | 17:25 WIB
Simak lima tips sederhana dari DANA untuk melindungi dompet digitalmu supaya terhindar dari kejahatan siber!
Rabu, 31 Desember 2025 | 10:05 WIB
Pembaruan Google Photo membawa editing ke level yang sangat personal dan mendalam, seperti:
Selasa, 30 Desember 2025 | 18:08 WIB
Selain itu, pertumbuhan di level pedesaan ini sejalan dengan data makro nasional. Bank Indonesia (BI) mencatat, hingga September 2025, jumlah pengguna QRIS di Indonesia telah berhasil menembus angka 45 juta pengguna.
Senin, 10 November 2025 | 10:11 WIB
Fitur-fitur baru ini memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk membantu reator, mulai dari tahap awal pembuatan ide hingga proses penyutingan video panjang.
Selasa, 4 November 2025 | 17:58 WIB
Pada akhir 2025 nanti, diperkirakan sekitar sepertiga dari smartphone yang terjual di seluruh dunia akan punya fitur AI generatif. Bukan hanya ponsel premium, tapi juga kelas menengah.
Kamis, 2 Oktober 2025 | 17:06 WIB
Platform pencari kerja Pintarnya menggabungkan kecerdasan buatan (AI) untuk mempercepat proses rekrutmen, sekaligus membuka akses ke layanan keuangan bagi pekerja sektor informal.
Senin, 22 September 2025 | 13:46 WIB