LogoDIGINATION LOGO

3 Strategi Agar Storytelling Menjadi Senjata Ampuh dalam Pemasaran

Oleh Desy Yuliastuti Jumat, 15 September 2017 | 13:51 WIB
Share
Storytelling menjadi salah satu medium bahasa yang menarik dalam menyampaikan pesan dan membangun brand awareness
Share

Storytelling menjadi salah satu medium bahasa yang menarik dalam menyampaikan pesan dan membangun brand awareness. Lebih lanjut, peran storytelling dalam memasarkan produk tidak lepas dari pola konsumen dalam mengakses internet.

Format iklan dalam durasi tertentu atau mendikte konsumen tentang kelebihan brand tak lagi efektif. Konsumen tak lagi memperhatikan iklan, bahkan dalam sekejap bisa saja memutuskan ingin menyaksikan atau melewatkannya begitu saja.

Matt Briant, Head of Social Media, Southeast Asia Disney, mengatakan sudah saatnya pemasar mempromosikan produk melalui storytelling.

“Marketing sebenarnya merupakan upaya ‘bercerita’ mengenai sebuah produk yang dijual dan bisa diterima masyarakat. Hal terpenting dalam storytelling adalah relevansi, discoverability, dan konsistensi,” kata Briant dalam sensi konferensi Social Media Week Jakarta 2017 di Senayan City, Jakarta, Jumat (15/9/2017).

Lalu bagaimana agar storytelling dalam pemasaran menarik? Tentu penerapannya tak hanya digunakan untuk mempengaruhi konsumen saja, tapi konsep storytelling dibangun mulai dari tim internal.

Berikut tiga tips dari Briant agar para marketing sukses menerapkan strategi storytelling.

  1. Buat konten yang memiliki kedekatan hubungan dengan target audience.
  2. Pilihlah kanal distribusi dengan cermat dan sesuai dengan karakternya masing-masing.
  3. Jadilah unik dan fokus pada mereka yang menyukai konten Anda.

Hindari menyajikan data yang tidak benar, cerita-cerita klise, cerita bertele-tele, dan storytelling tanpa struktur yang baik. Jangan terlalu fokus pada produk, tapi buatlah audience nyaman dan tawarkan produk sebagai solusi.

Untuk tim internal marketing, Briant menekankan pentingnya brain storming, building sales culture, dan diskusi rutin bersama tim. Usahakan selalu fokus mengembangkan konten yang relevan menjadi kunci utama.

Terakhir untuk mengoptimalkan konten storytelling bisa menggunakan influencer untuk menjangkau khalayak. Namun, pilih influencer yang sesuai dengan karakter konten yang ditawarkan ke target audience agar storytelling menjadi efektif.

  • Editor: Wicak Hidayat
TAGS
LATEST ARTICLE

Mudahnya Berbisnis di Uni Eropa Lewat Estonia...

Era digital yang semakin terbuka tanpa memandang batas membuat peluang berbisnis juga ikut terbuka lebar. Salah satunya melalui program asal Estonia ini. Yuk, cari tahu lebih lengkap!

Selasa, 18 Juni 2019 | 08:15 WIB

Memata-matai Karyawan, Boleh Nggak Sih?

Penting mengetahui apa yang sebenarnya dilakukan tenaga kerja Anda, namun banyak karyawan menolak untuk dipantau. Tetapi jika pemantauan dilakukan dengan benar, karyawanlah yang mendapat manfaatnya

Sabtu, 15 Juni 2019 | 09:30 WIB