Pemanfaatan Fitur Chatbot untuk Meningkatkan Aktivitas Konsumen

author Oleh Desy Yuliastuti Jumat, 15 September 2017 | 05:49 WIB
Share
Perkembangan era digital menghadirkan banyak teknologi canggih
Share

Perkembangan era digital menghadirkan banyak teknologi canggih. Cara berkomunikasi pun berubah, dari fitur SMS bergeser ke aplikasi messenger. Ruang percakapan makin meluas dan peluang bisnis kemudian melahirkan fitur baru bernama Chatbot.

Fitur Chatbot memungkinkan penggunanya bisa chatting dengan robot yang menggunakan sistem Artificial Intelligence (AI). Chatbot kini menjadi pilihan bagi e-commerce dan brand untuk menawarkan produk dan sarana komunikasi efektif untuk membangun product engagement.

“Secara umum Chatbot bisa digunakan sebagai customer service. Lewat Chatbot brand bisa engage customer lebih baik, misalnya melakukan marketing lewat reminder jika produk sudah habis kemudian menawarkan diskon maka otomatis customer memiliki keinginan melakukan pembelian selanjutnya,” kata Revie Sylviana, Bussiness Development Director LINE Indonesia di sela-sela konferensi Social Media Week Jakarta 2017 di Senayan City, Jakarta, Kamis (14/9/2017) sore.

Di lain sisi, Revie juga menjelaskan alasan kapan dan mengapa brand harus memiliki Chatbot. “Yang paling penting definisikan dulu kepentingan Chatbot-nya untuk apa, terlepas dari kemampuan perusahaannya. Karena ada kontribusi Chatbot mengakuisisi pelanggan,” tambahnya.

Lebih lanjut, diungkap beberapa kelebihan jika brand atau e-commerce menggunakan Chatbot. Pertama, ada faktor kenyamanan karena pesaing bisnis belum memiliki Chatbot. Ini lebih memudahkan menjaring konsumen dengan segmentasi anak muda.

Retail store online pun memerlukan Chatbot untuk membuat target marketing, store prediction, dan reminder product. Selanjutnya, peningkatan aktivitas belanja akan terjadi jika diberlakukan promo online to offline dan sebaliknya, misalnya struk difoto untuk mendapat diskon.

Meskipun terbilang efektif, tetapi pemograman AI untuk membalas pesan dalam sebuah percakapan perlu disesuaikan juga dengan bahasa keseharian dan ini menjadi tantangan terbesar bagi pengembang Chatbot di Indonesia.

  • Editor: Wicak Hidayat
TAGS
LATEST ARTICLE

Mau Mulai Bisnis? Keluarlah dari Zona Nyaman!

Zona nyaman memang membuat kita sulit beranjak. Tetapi, untuk memulai bisnis kita harus keluar dari zona nyaman tersebut. Yuk, simak cerita CEO dan Co-Founder Logisly tentang bagaimana ia keluar dari zona nyaman dan memulai bisnisnya.

Senin, 19 Agustus 2019 | 14:28 WIB