LogoDIGINATION LOGO

Ini Kualitas Founder Startup Anti Gagal

Oleh Ana Fauziyah Kamis, 25 Oktober 2018 | 11:15 WIB
Share
ilustrasi leadership dan kerja sama (Shuttersetock)
Share

Perkembangan startup di Indonesia bisa dibilang cukup pesat. Bagaimana tidak, hampir setiap tahun bermunculan startup-startup baru yang ikut meramaikan industri digital tanah air. Menurut data Startup Ranking per Oktober 2018, saat ini setidaknya telah ada 1.925 startup yang lahir di Indonesia.

Hal itu menjadikan Indonesia berada di posisi ke-6 negara yang memiliki startup terbanyak di dunia setelah Amerika Serikat, India, Inggris, Kanada, dan Jerman. Namun, jumlah yang banyak saja belum cukup sebab ternyata banyak startup yang justru berguguran di awal perjalanannya.

Lalu apa sih yang bisa membuat startup tetap bertahan sehingga bisa tumbuh dan berkembang? Bukan soal pendanaan, ternyata salah satu kunci startup bisa bertahan di industri digital terletak pada founder-nya. Seperti disadur dari buku Strategi Kewirausahaan Digital yang diterbitkan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), seorang founder startup harus memiliki kualitas-kualitas berikut ini agar bisa sukses.

Baca juga: Ignition Yogyakarta Mencari Sosok Founder Startup Ideal, Seperti Apakah?

1. Passion kuat

Pendiri startup harus memiliki ketertarikan yang besar (passion) terhadap bisnis yang ditekuninya. Minat dan kecintaan yang besar terhadap sesuatu yang dijalani akan membuat kamu terus termotivasi dan maju terus untuk mencapai tujuan. Kamu juga akan terus terpacu untuk melakukan hal yang terbaik di setiap langkah bisnismu.

Selain membuatmu tetap termotivasi, minat yang kuat akan membuatmu tidak lengah dan putus asa setiap menghadapi kendala. Tanpa minat yang cukup kuat, startup bisa saja berhenti di tengah jalan.

ilustrasi kepemimpinan (Shuttersetock)

2. Memiliki visi jangka panjang

Minat dan ketertarikan yang besar hanyalah salah satu dari banyak prinsip yang harus dimiliki oleh seorang wirausaha digital. Prinsip selanjutnya yang juga sangat penting adalah memiliki visi jangka panjang yang akan membantu menentukan langkah yang harus diambil dalam menjalankan bisnis. Termasuk di dalamnya menentukan strategi perusahaan.

Baca juga: Scale-Up Asia 2018: Inspirasi Sukses Para Founder Dorong Pertumbuhan

3. Kepemimpinan

Dalam menjalankan suatu bisnis, seorang wirausaha digital harus memiliki kemampuan memimpin, minimal untuk diri sendiri. Kemampuan memimpin ini akan semakin diperlukan ketika kamu tidak lagi bekerja sendiri, tetapi juga dengan orang lain. Jiwa kepemimpinan itu akan membantumu dalam menjaga semangat, kepercayaan, serta kerja sama tim dalam mencapai apa yang menjadi tujuan bersama.

4. Jaringan

Dalam membangun usaha, membangun jaringan adalah prinsip yang sangat penting. Membangun relasi harus dimulai sejak awal merintis suatu usaha. Bisa membangun dan mendapatkan mitra kerja yang andal akan membantumu dalam mengembangkan bisnis, terlebih lagi jika bisnis sedang mengalami kendala. Pada saat-saat sulit, jaringan yang kuat dan relasi yang banyak bisa kamu manfaatkan untuk membantumu menghadapi setiap kesulitan.

Jadi, sudahkah kamu memiliki kualitas di atas?

Baca juga: 9 Entrepreneur Muda Indonesia Lulus Program eFounders Fellowship

  • Editor: Dikdik Taufik Hidayat
  • Sumber: Startup Ranking, buku Strategi Kewirausahaan Digital (Kemkominfo)
TAGS
RECOMMENDATION

4 Buku Rahasia Kepemimpinan CEO Dropbox

Membaca adalah salah satu hal yang dapat dilakukan oleh seseorang untuk meningkatkan kualitas diri dalam rangka meraih kesuksesan karir yang dijalaninya

Selasa, 3 April 2018 | 11:33 WIB
LATEST ARTICLE

Kuliner Passionmu? Ikutan Ini, Nyok!

Permasalahan dalam Industri kuliner di Indonesia cukup rumit. Tapi, jangan khawatir! Yuk, tengok potensi dan peluangnya.

Senin, 22 April 2019 | 17:13 WIB

Masih Berharap Uang Tunai Dalam Dompet Konsumen?

Semakin praktis dan populernya layanan dompet digital sedikit-banyak akan mendorong konsumen untuk ganti dompet. Masih berharap ada uang tunai dalam dompet konsumen?

Jumat, 5 April 2019 | 10:47 WIB

AI untuk UMKM. Mmm, Seperti Apa, ya?

Dari 60 juta UMKM Indonesia hanya 5 % yang sudah memanfaatkan internet. Untuk mendorong pertumbuhan ini Halosis hadir untuk memajukan UMKM dengan teknologi Artificial Intelligence.

Kamis, 14 Maret 2019 | 09:30 WIB