LogoDIGINATION LOGO

Kamu Entrepreneur?

Oleh Ana Fauziyah Sabtu, 20 Oktober 2018 | 13:00 WIB
Share
ilustrasi menjadi entrepreneur (Shutterstock)
Share

Ada bedanya, nggak, antara pola pikir pengusaha dengan pola pikir orang kebanyakan? Yap, tentu saja. Meskipun setiap manusia secara fisik memiliki bentuk otak yang sama, namun pola pikirnya bisa berbeda-beda, lho. Seorang yang bermental pengusaha ternyata memiliki pola pikir yang berbeda dalam melihat berbagai hal. Mindset yang berbeda tersebutlah yang menjadi nahkoda untuk membangun bisnis dari nol dan mendapatkan kesuksesan dalam bisnis mereka. Hmm, seperti apa sih pola pikir entrepreneur itu?

Brian Tracy, seorang pakar pengembangan diri, menulis dalam bukunya yang berjudul Get Smart! bahwa setidaknya ada 5 pola pikir ala pengusaha yang bisa membuat mereka sukses dalam berbisnis. Apa saja kelima pola pikir tersebut? Digination merangkumnya untukmu.

  1. Berpikir tentang konsumen

Cara berpikir entrepreneur berarti fokus pada pelanggan sepanjang waktu. Artinya bukan berarti kamu harus memikirkan pelanggan dari bangun tidur sampai tidur lagi, namun berarti memikirkan secara kontinu bagaimana cara menjual yang bisa memikat hati pelanggan. Menurut Tracy, salah satu kualitas terpenting dalam bisnis yang sukses adalah terobsesi untuk melayani pelanggan.

  1. Mengenal konsumen dengan baik

Orang yang berpola pikir entrepreneur sangat tahu konsumen yang tepat dan ideal untuk produk yang dijual perusahaannya. Mereka mampu mengapresiasi dan menganggap fitur khusus, manfaat, dan hasil dari produk atau layanan yang ditawarkan. Mereka juga selalu berpikir mengenai apa yang dianggap berharga oleh konsumen dan nilai apa yang mereka anut sehingga membuat mereka tertarik membeli suatu layanan atau produk.

Baca juga: Apa Sih Entrepreneur?

jadi karyawan atau entrepreneur? (Shutterstock)

  1. Komitmen adalah segalanya

Berbeda dengan orang yang berpikir korporat, orang yang berpola pikir entrepreneur sangat commit pada kesuksesan perusahaan. Mereka melihat diri mereka sebagai pekerja mandiri dan bersikap seolah-olah mereka pemilik perusahaan. Hal ini membuat mereka sangat bertanggung jawab terhadap keberhasilan proyek-proyek perusahaan.

Orang yang berpola pikir entrepreneur sukarela menerima tanggung jawab lebih banyak. Mereka terus-menerus berpikir untuk memberi kontribusi lebih besar. Secara kontinu, mereka akan berusaha meningkatkan keahliannya, belajar hal baru, dan mencari cara untuk jadi lebih berharga bagi perusahaan. Hal terpenting adalah orang yang berpola pikir entrepreneur selalu mencari cara-cara untuk meningkatkan penjualan dan keuntungan perusahaan.

  1. Mengetahui bidang keunggulannya

Semua perusahaan, produk, dan layanan pasti punya keunggulan komparatif dan kompetitif terhadap pesaing mereka. Keunggulan tersebutlah yang membuat mereka menjadi pilihan terbaik yang dipilih konsumen. Orang yang berpola pikir entrepreneur akan selalu fokus pada pengembangan produk atau layanan dan menjaganya tetap kompetitif.

  1. Kritis

Entrepreneur di segala jenis bisnis selalu bersikap kritis dalam mengkaji dan mengavaluasi setiap langkahnya. Mereka bersedia mempertimbangkan kemungkinan bahwa mereka bisa saja salah atau melihat ada cara yag lebih baik untuk mendapatkan hasil yang lebih optimal.

Baca juga: Pelajaran Terpenting dalam Menekuni Entrepreneurship

  • Editor: Dikdik Taufik Hidayat
TAGS
RECOMMENDATION

Cetak Entrepreneur Syariah, Bekraf Gelar Deureuham

Dalam rangka meningkatkan kemajuan dan perkembangan ekonomi kreatif entrepreneur (ekrafpreneur) berbasis syariah di Indonesia, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) bekerjasama dengan Bank Negara Indonesia (BNI) Syariah menyelenggarakan Deureuham

Senin, 12 Maret 2018 | 13:41 WIB
LATEST ARTICLE

Mudahnya Berbisnis di Uni Eropa Lewat Estonia...

Era digital yang semakin terbuka tanpa memandang batas membuat peluang berbisnis juga ikut terbuka lebar. Salah satunya melalui program asal Estonia ini. Yuk, cari tahu lebih lengkap!

Selasa, 18 Juni 2019 | 08:15 WIB

Memata-matai Karyawan, Boleh Nggak Sih?

Penting mengetahui apa yang sebenarnya dilakukan tenaga kerja Anda, namun banyak karyawan menolak untuk dipantau. Tetapi jika pemantauan dilakukan dengan benar, karyawanlah yang mendapat manfaatnya

Sabtu, 15 Juni 2019 | 09:30 WIB