Anak Muda Gampang Tertular Virus Entrepreneur

author Oleh Ana Fauziyah Rabu, 19 September 2018 | 11:30 WIB
Share
ilustrasi bekerja dimana saja (Shutterstock)
Share

Coba perhatikan, deh teman-teman kamu di kampus, mesti ada beberapa yang punya bisnis sendiri. Misalnya dengan berjualan kecil-kecilan di lingkungan kampus, berjualan lewat internet atau toko online, atau menjadikan hobi untuk menghasilkan uang. Entah itu dengan tujuan iseng untuk menambah uang jajan atau benar-benar serius menjalankan usaha.

Yap, menjadi entrepreneur memang sedang hype di kalangan anak muda jaman sekarang. Beberapa dekade lalu, pilihan profesi yang mentereng adalah menjadi pegawai negeri atau karyawan swasta. Namun dengan berkembangnya zaman, saat ini anak muda memiliki banyak pilihan profesi yang dulunya belum terlalu dikenal seperti web programmer, game developer, dan sejenisnya.

Perkembangan teknologi dan internet menjadi salah satu faktor yang membuat profesi entrepreneur ngetren buat anak muda sekarang. Menurut Ilman Akbar, seorang profesional digital Marketing setidaknya ada 10 faktor mengapa entrepreneurship sangat hype pada generasi saat ini. Hal itu ditulis dalam bukunya berjudul 101 Young CEO. Yuk kita cermati...

Baca juga: 5 Hal Penting yang Membuat Entrepreneur Sukses dalam Bisnis

ilustrasi entrepremeur muda (Shutterstock)

  1. Perkembangan teknologi

Perkembangan teknologi khususnya di bidang web dan internet adalah faktor dominan karena membuat siapapun, termasuk kamu, memulai bisnis sendiri meski tanpa modal sama sekali. Hanya dengan memposting foto-foto produkmu dan mempromosikannya di media sosial seperti Facebook atau Instagram, kamu bisa menghasilkan uang jika ada pembeli yang tertarik. Apalagi dengan makin menjamurnya eCommerce dan toko online, berjualan online dengan sistem dropship pun semakin mudah dan efisien. Plus karakter anak muda sekarang yang social media savvy. Semakin banyak yang terhubung dengan koneksi internet, semakin lebar pasar yang terbuka.

  1. Taraf hidup meningkat

Rata-rata taraf hidup masyarakat Indonesia saat ini lebih baik daripada satu atau dua dekade yang lalu. Hal ini menumbuhkan masyarakat kelas menengah yang tidak kaya raya namun juga tidak melarat. Masyarakat kelas menengah yang sudah tidak lagi dipusingkan dengan pemenuhan kebutuhan hidup mencari aktivitas lain agar lebih bermanfaat, salah satunya adalah dengan berbisnis.

  1. Banyak mentor

Banyak pengusaha sukses Indonesia yang turut "mengompori" dan menginspirasi anak muda untuk tidak takut membuka bisnis sendiri. Contohnya adalah Ciputra, Bob Sadino, Chairul Tanjung dan lain-lain yang banyak berbagi pengalaman mereka dalam berbisnis melalui buku, wawancara, atau biografi mereka. Kisah mereka disamping menunjukkan sikap pantang menyerah juga selalu kreatif dan inovatif dalam menjalankan bisnis sehingga menginspirasi anak muda.

Baca juga: Mudahnya Menjadi Entrepreneur Berkat Media Sosial

ilustrasi mau jadi entrepreneur atau pekerja? (Shutterstock)

  1. Pengaruh media

Media cetak dan elektronik saat ini banyak mengangkat isu-isu kewirausahaan, menampilkan profil pengusaha muda sukses, dan memberi banyak tips serta strategi memulai bisnis bagi anak muda.

  1. Banyak institusi perguruan tinggi yang mendukung

Di kampus-kampus mulai banyak bermunculan entrepreneursip center yang mewadahi mahasiswa maupun dosennya untuk berwirausaha. Contohnya adalah Center for Innovation, Entrepreneurship, and Leadership (CIEL) SBM ITB, Community Business and Entrepreneurship Development (CDED) di STMB Telkom, Community Entrepreneur Program (CEP) di Universitas Gadjah Mada dan lain sebagainya.

  1. Banyak kompetisi wirausaha

Selain mendirikan lembaga entrepreneurship, banyak kampus juga mengadakan program kewirausahaan dengan hadiah berupa modal untuk berwirausaha. Banyak juga kompetisi wirausaha lainnya, baik di level kampus, nasional maupun internasional. Contohnya adalah Wirausaha Mandiri, Youth Startup Icon, atau International Young Creative Entrepreneur (IYCE).

Baca juga: Achmad Zaky Raih EY Entrepreneur of the Year Technology & Digital Award 2017

ilutrasi jualan online (Shutterstock)

  1. Banyak lembaga belajar bisnis didirikan

Banyak lembaga untuk belajar bisnis bermunculan yang didirikan oleh pemerintah dan pengusaha-pengusaha yang telah sukses dengan tujuan untuk menginspirasi anak muda. Contohnya adalah Gerakan 1000 Startup oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika, Wisatahati Business School yang didirikan Ustadz Yusuf Mansur, Jakarta Founder Institute, dan lain sebagainya.

  1. Banyak komunitas bisnis

Komunitas bisnis saat ini sudah sangat menjamur dan bisa diikuti oleh anak muda. Misalnya ada komunitas Tangan Di Atas (TDA), Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), #StartupLokal dan lain sebagainya. Tidak hanya sebatas offline, komunitas bisnis ini juga menjamur di dunia maya sehingga memudahkan kamu belajar berbisnis.

  1. Banyak buku kewirausahaan

Buku-buku tentang kewirausahaan makin banyak diterbitkan seiring ngetrennya semangat entrepreneurship di kalangan anak muda. Buku-buku tersebut memberikan motivasi dan ide bisnis, menampilkan profil pengusaha sukses, juga memberikan panduan praktis untuk menjalankan usaha.

  1. Banyak anak muda yang telah sukses jadi pebisnis

Pebisnis muda yang telah sukses memulai dan menjalankan bisnisnya sudah banyak bermunculan sehingga ikut mendorong generasi anak muda untuk mengikuti jejak mereka. Saat masih muda sudah bisa menghasilkan uang sendiri dan membuka lapangan pekerjaan untuk orang lain, siapa sih yang tidak pengin?

Nah, kamu siap mengikuti jejak mereka?

Baca juga: Andrew Darwis Kaskus Raih Asean Entrepreneur Awards 2017

  • Editor: Dikdik Taufik Hidayat
  • Sumber: Buku “101 Young CEO” karya Muhammad Ilman Akbar
TAGS
RECOMMENDATION

Siap Pensiun, Jack Ma Panutan Entrepreneur Muda

Jack Ma telah memutuskan meninggalkan Alibaba.com. Banyak hal yang dapat dipelajari dari Jack Ma, termasuk menjadi role model bagi generasi startup tiongkok.

Rabu, 12 September 2018 | 14:16 WIB
LATEST ARTICLE

Mau Mulai Bisnis? Keluarlah dari Zona Nyaman!

Zona nyaman memang membuat kita sulit beranjak. Tetapi, untuk memulai bisnis kita harus keluar dari zona nyaman tersebut. Yuk, simak cerita CEO dan Co-Founder Logisly tentang bagaimana ia keluar dari zona nyaman dan memulai bisnisnya.

Senin, 19 Agustus 2019 | 14:28 WIB