LogoDIGINATION LOGO

5 Jurus Meracik Startup Jadi Unicorn

Oleh Desy Yuliastuti Selasa, 14 Agustus 2018 | 04:50 WIB
Share
Ilustrasi (Shutterstock)
Share

Dalam dunia startup ada tiga kemungkinan hasil akhir, yaitu gagal, sukses, dan sukses dengan spektakuler. Dan kemungkinan yang terakhir inilah yang biasanya menjadi calon unicorn (sebutan bagi startup yang telah memiliki valuasi di atas USD 1M).

Peter S. Cohan, President of Peter S. Cohan & Associates yang dimuat dalam entrepreneur.com, mengatakan bahwa dalam setahun hanya dua startup yang didanai Venture Capital dari 1.000 startup yang bertemu dengan mereka. Dan untuk setiap 10.000 startup yang mendapat suntikan dana, hanya satu yang berhasil menjadi unicorn.

Fakta ini membuka mata, untuk menjadi unicorn bukanlah hal mudah. Bagaimana caranya? Disarikan dari buku Mendirikan Startup yang Diburu Investor & Big Fund, Hasnul Arifin dan Tri Admojo berbagi lima tips yang disebut Cohan mampu meningkatkan peluang startup menjadi unicorn.

1. Tinjau Kembali Masalah
Coba tinjau kembali apa tujuanmu mendirikan startup. Pikirkan ulang, apakah startup-mu sudah mampu menyelesaikan masalah? Cobalah lakukan brainstorming dengan mendatangkan puluhan ide, lalu berdasarkan pengalaman fokuskan dua ide terbaik yang mampu melejitkan startup.

2. Belajar Menebak Pasar dengan Cepat
Pasar bergerak cepat dan sering kali mengejutkan para pengusaha. Cara terbaik menebak perubahan konsumen adalah dengan melakukan pengujian. Bagi konsumen menjadi 2 grup, masing-masing grup ada 10 sampai 20 konsumen potensial. Selanjutnya, siapkan ide terbaik untuk masing-masing kelompok.

Tahap berikutnya ajukanlah pertanyaan, seperti; Apakah mereka akan membeli produkmu? Berapa banyak mereka akan membayar? Seberapa sering mereka akan membeli? Ulangi proses ini sampai menemukan produk mana yang mendapat respon positif.

3. Membangun dan Menguji Prototipe
Motti Vaknin, seorang Venture Capitalist, mengatakan apabila konsumen berkata sebuah produk menarik artinya tidak akan pernah mendapatkan penjualan. Agar mereka mau membeli produkmu maka mereka harus menganggap sebuah produk benar-benar dibutuhkan. Karenanya, lakukan pengujian terus-menerus prototipe yang sudah dibuat kepada calon konsumen untuk mendapat feedback positif.

4. Jual ke Pasar Lebih Awal
Jika bisa sampai di tahap ini, artinya produk sudah benar-benar diinginkan pasar. Namun, untuk meraup keuntungan divisi penjualan dan pemasaran harus bisa menyesuaikan dengan kebutuhan konsumen.

Nah, apabila Kamu ingin menjual secara langsung (direct), Cohan menyarankan perlu memasang iklan yang efektif, seperti menggunakan media sosial. Namun, apabila ingin menjual ke perusahaan besar maka perlu marketing berpengalaman.

5. Go Global
Untuk mencapai target penjualan, Kamu perlu menuju ke pasar global yang tepat. Lakukan penelitian untuk memastikan bahwa produkmu memiliki pangsa pasar yang cukup besar. Sebagai contoh, banyak perusahaan yang didirikan di Eropa memutuskan untuk pindah ke Amerika Serikat agar mendapatkan akses pasar yang jauh lebih besar (global). Selain itu, Kamu bisa mencoba menemukan mitra lokal yang tepat untuk mencapai tujuan.
 

  • Editor: Wicak Hidayat
TAGS
RECOMMENDATION
LATEST ARTICLE

Kuliner Passionmu? Ikutan Ini, Nyok!

Permasalahan dalam Industri kuliner di Indonesia cukup rumit. Tapi, jangan khawatir! Yuk, tengok potensi dan peluangnya.

Senin, 22 April 2019 | 17:13 WIB

Masih Berharap Uang Tunai Dalam Dompet Konsumen?

Semakin praktis dan populernya layanan dompet digital sedikit-banyak akan mendorong konsumen untuk ganti dompet. Masih berharap ada uang tunai dalam dompet konsumen?

Jumat, 5 April 2019 | 10:47 WIB

AI untuk UMKM. Mmm, Seperti Apa, ya?

Dari 60 juta UMKM Indonesia hanya 5 % yang sudah memanfaatkan internet. Untuk mendorong pertumbuhan ini Halosis hadir untuk memajukan UMKM dengan teknologi Artificial Intelligence.

Kamis, 14 Maret 2019 | 09:30 WIB