LogoDIGINATION LOGO

4 Titik Lemah Industri Perjalanan Online

author Oleh Sukindar Rabu, 18 Juli 2018 | 10:50 WIB
Share
Tak perlu dikatakan, industri perjalanan saat ini telah mengarah ke dunia digital dengan ekosistem otomatis yang terus berkembang
Share

Tak perlu dikatakan, industri perjalanan saat ini telah mengarah ke dunia digital dengan ekosistem otomatis yang terus berkembang.

Meskipun sudah sangat membantu, tetapi masih ada banyak celah di ruang ini yang perlu diisi dengan lebih banyak kemampuan teknologi yang lebih mendalam.

Berikut ini merupakan beberapa celah yang masih ada di dalam bisnis perjalanan berbasis online yang masih perlu untuk ditinjau dan ditingkatkan.

Kurangnya Konten yang Dipersonalisasi

Personalisasi masih menjadi kata kunci baru di industri perjalanan. Meskipun demikian, kekurangan konten tujuan masih menjadi halangan bagi industri ini.

Masih banyak informasi perjalanan untuk pengguna oleh portal perencanaan perjalanan individu perlu dikuratori dengan memotong kekusutan.

Hal ini dimaksudkan untuk menawarkan lebih banyak konten-konten dengan tujuan yang lebih relevan dengan minat calon penggunanya.

Ide pokoknya adalah untuk menghindari pengguna beralih ke situs lain dan mengurangi waktu pencarian mereka, dengan memberikan apa yang mereka butuhkan.

Fleksibilitas Terbatas

Saat ini, tren perjalanan sudah mengalami pergeseran ke model Do It Yourself (DIY). Keleluasaan pengguna mengatur perjalanan menjadi kunci di area ini.

Perusahaan travel pun dituntut untuk mengikuti model ini, dengan membiarkan penggunanya menentukan sendiri perjalanannya. Perusahaan hanya perlu memberdayakan mereka dengan alat yang tepat.  

Baca Juga:
Riset: 2018 Jadi Eranya E-Leisure Economy

Perusahaan dapat memberikan pilihan tujuan yang lebih banyak, memberikan pelanggan mengedit rencana perjalanan di setiap tahapannya, serta mengintegrasikan lebih banyak model transportasi yang layak.

Belum Memahami Maksud Perjalanan Pengguna

Persepsi perjalanan telah berubah, dari yang semula hanya berkaitan dengan liburan atau jalan-jalan menjadi saluran pertemuan budaya, penemuan diri dan terapi.

Namun di ruang otomatis, di mana teknologi telah menggantikan interaksi manusia, sulit untuk menentukan maksud perjalanan pengguna.

Namun, dengan mencari wawasan dalam setiap perjalanan pelanggan, perusahaan dapat membangun situs atau aplikasi dengan lebih efisien, dan di tahap selanjutnya dapat memberi para pelanggan apa yang mereka cari.

Tidak Memiliki Solusi End-to-End

Halaman portal perjalanan di seluruh dunia hampir memiliki tujuan yang sama, yakni mengurangi ketergantungan terhadap orang lain, sekaligus memperluas ruang pelanggan dalam merencanakan, membuat, dan memodifikasi perjalanan mereka.

Namun sayangnya, belum ada solusi end-to-end, di mana pelanggan dapat membuat rencana perjalanan yang ketat tanpa bolak-balik di antara beberapa aplikasi.

Dengan membangun platform yang mengatasi kesenjangan ini, akan lebih membantu dalam mencegah pemborosan waktu dan hilangnya minat calon pelanggan.

  • Editor: Wicak Hidayat
  • Sumber: Entrepreneur
TAGS
LATEST ARTICLE

Tren Desain Grafis 2021

Sebagai desain grafis dan kreator konten sejati, kamu tidak boleh melewatkan tren ini

Selasa, 2 Februari 2021 | 13:57 WIB