7 AI Tools Terbaik yang Cocok untuk Membuat Konten Media Sosial
Bingung cari tools AI terbaik untuk content creator? Simak 7 tools AI gratis yang dapat membantu dalam produksi konten
Senin, 7 September 2026 | 16:06 WIB
Siapa sih yang tidak mengenal Go-Jek? Layanan transportasi on-demand ini kini telah menuai kesuksesan, bahkan telah berhasil menjadi salah satu startup dengan nilai valuasi di atas USD 1 milyar atau lebih sering disebut dengan unicorn.
Tapi pasi tidak banyak orang yang tahu, perusahaan ride-hailing yang dibentuk oleh Nadiem Makarim ini awalnya tidak mengantisipasi kesuksesannya.
Nadiem hanya berpikir, hal ini merupakan cara sederhana untuk meningkatkan industri transportasi berjenis sepeda motor, atau lebih akrab kita panggil ojek.
Namun tanpa disangka-sangka, dalam kurun waktu enam tahun, Nadiem berhasil menorehkan sejarah baru sebagai pendiri unicorn pertama di Indonesia.
Saat ini, di usianya yang mendekati angka 34 tahun, Nadiem bahkan berhasil membawa Go-Jek mendekati angka USD 5 milyar sebagai CEO-nya.
Seperti kebanyakan startup, perusahaan tersebut bermula dari Harvard. Sang pendiri yang mengambil sekolah bisnis di universitas itu melihat betapa pentingnya ojek dalam perekonomian Indonesia.
Namun sangat disayangkan, pasar industri tersebut terhambat oleh adanya inefisiensi dalam penetapan harga dan keandalan.
Melihat hal ini, Nadiem memutuskan untuk melakukan sesuatu, dengan mengajak pendiri Go-Jek lainya, yakni Kevin Aluwi dan Michaelangelo Moran.
Pada tahap awal, usahanya terlihat seperti bisnis call-center sederhana yang mencocokkan 20 pengemudi awal dengan penumpang.
Bisnis ini kemudian berkembang dan berevolusi menjadi aplikasi multi-layanan yang memiliki tenaga kerja lebih dari satu juta orang.
Baca Juga:
Bukan Hanya Vietnam, Go-Jek Sasar Tiga Pasar Lainnya
Dalam ingatan Nadiem, semua orang mengingatkannya saat mengawali usahanya untuk memiliki layanan andalan, karena jika tidak ada maka tidak ada yang akan menggunakan produknya atau orang-orang akan memilih mencari layanan yang lebih baik, lebih banyak uang, dan lain sebagainya.
Berlawanan dengan saran konvensional tersebut, Go-Jek malah memutuskan untuk pindah dengan cepat dari ride-hailing murni menjadi “layanan lengkap yang memperbaiki berbagai hal. "
Hal ini sesuai dengan apa yang dirasakan Nadiem untuk wilayah Asia, di mana adopsi ponsel semakin berkembang dan konsumen telah menunjukkan preferensi untuk platform "one-stop shop"
Bagi Nadiem, pelanggan bukanlah pelanggan yang ride-hailing, pelanggan bukanlah pelanggan pengiriman makanan, pelanggan bukanlah pelanggan e-wallet atau e-payment.
Menurutnya, pelanggan hanya seorang pelanggan, yakni seorang manusia dengan masalah sehari-hari, dan Go-Jek membangun produk di sekitar friksi yang dialami rata-rata orang dalam kehidupan sehari-harinya tersebut.
Melalui strategi ini, Makarim berharap Go-Jek akan terus berkembang hingga ke seluruh Asia Tenggara, dan mampu bersaing dengan platform lain dalam industri transportasi.
Sebagai informasi, saat ini Go-Jek memang masih beroperasi untuk wilayah Indonesia, namun beberapa waktu mendatang akan diluncurkan di beberapa negara Asia Tenggara lainnya.
Bingung cari tools AI terbaik untuk content creator? Simak 7 tools AI gratis yang dapat membantu dalam produksi konten
Senin, 7 September 2026 | 16:06 WIB
Strava resmi menjadi pemungut PPN PMSE. Simak dampaknya bagi pengguna gratis dan premium.
Senin, 7 September 2026 | 13:36 WIB
Jualan di Instagram, TikTok, atau marketplace wajib punya NIB? Simak aturan Permendag 19/2026, masa transisi, dan kewajibannya.
Senin, 7 September 2026 | 11:24 WIB
Pemerintah siapkan 2 Perpres AI 2026 tentang Etika & Roadmap. Cari tahu dampaknya bagi pelaku bisnis selengkapnya di sini!
Rabu, 12 Agustus 2026 | 17:02 WIB
Simak perubahan perilaku Gen Z dalam berbelanja dan dampaknya bagi strategi bisnis.
Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:24 WIB
Simak perubahan perilaku Gen Z dalam berbelanja dan dampaknya bagi strategi bisnis.
Selasa, 11 Agustus 2026 | 17:41 WIB
Best practice untuk meningkatkan performa affiliate seller, berikut di antaranya:
Jumat, 5 Juni 2026 | 15:55 WIB
Walaupun AI sangat cepat dalam memproses informasi, AI tetap memiliki keterbatasan mendasar AI tidak benar-benar memahami manusia.
Selasa, 2 Juni 2026 | 17:52 WIB
Pernah merasa otak tiba-tiba "hang" atau susah fokus padahal tidak sedang mengerjakan tugas berat? Yuk, cari tahu apakah kamu sedang mengalami salah satu dari 8 masalah mental era digital yang sering tidak kita sadari ini!
Rabu, 8 April 2026 | 17:11 WIB
Demi keamanan anak di dunia digital, Roblox berencana menghadirkan mode offline, langkah ini jadi bagian dari adaptasi terhadap aturan baru di Indonesia.
Senin, 30 Maret 2026 | 17:12 WIB
Laporan ini menyusun tujuh tren penting di bidang keamanan yang mempengaruhi perkembangan strategi keamanan ke depannya. Tujuh tren tersebut adalah:
Senin, 30 Maret 2026 | 16:27 WIB
Aturan pandemi global kembali memanas, hasilnya bisa menentukan akses kesehatan yang lebih adil atau tidak di masa depan.
Jumat, 20 Maret 2026 | 22:51 WIB
Investasi emas kini lebih mudah, aman, dan tepercaya melalui fitur eMAS di aplikasi DANA.
Kamis, 12 Maret 2026 | 11:55 WIB
Mau mencoba tren AI "Caricature of Me and My Job"? Mau dibuat lebih personal dan akurat? Yuk simak informasi berikut!
Rabu, 18 Februari 2026 | 16:28 WIB
Google akan mengirimkan server berukuran kecil ke luar angkasa. Mereka bekerja sama dengan perusahaan bernama planet untuk meluncurkan dua satelit prototipe yang membawa server tersebut.
Rabu, 18 Februari 2026 | 16:17 WIB