LogoDIGINATION LOGO

Mahasiswa dan Pengusaha Harus Melek Literasi Keuangan

Oleh Desy Yuliastuti Rabu, 4 Juli 2018 | 15:02 WIB
Share
Di era digital yang bergerak dengan cepat, model serta tantangan yang dihadapi dunia bisnis juga turut mengalami perubahan dengan cepat
Share

Di era digital yang bergerak dengan cepat, model serta tantangan yang dihadapi dunia bisnis juga turut mengalami perubahan dengan cepat. Kolaborasi dan sinergi antara perguruan tinggi, pelaku industri, pemerintah dan masyarakat penting untuk mempersiapkan masyarakat sekaligus mendorong pembagunan ekonomi.

Agar mampu bersaing di era global, mahasiswa dan pengusaha muda harus miliki pemahaman dan kemampuan pengelolaan keuangan yang baik. Edukasi pun terus dilakukan, salah satunya di Kabupaten Banyuwangi yang berhasil menjadi salah satu daerah di Indonesia yang mampu mengadopsi teknologi sebagai kendaraan percepatan kemajuan daerahnya.

Nuni Sutyoko, Head of Corporate Sustainability HSBC Indonesia menjelaskan, di tengah pesatnya pertumbuhan teknologi di era global ini, edukasi dan inklusi memegang peranan penting dalam mempersiapkan  generasi muda dalam menghadapi perkembangan di sektor finansial dan keuangan.

“Karenanya, sejak tiga tahun terakhir kami bekerjasama dengan Putera Sampoerna Foundation (PSF) dan Sampoerna University (SU) secara aktif menyasar pelajar, mahasiswa, dosen serta masyarakat pada umumnya melalui program edukasi finansial dan perbankan berkelanjutan di berbagai daerah di Indonesia,” kata Nuni dalam seminar dan lokakarya (semiloka) bertajuk “Memperkuat Sinergi Tripatrit Pendidikan untuk Pembangunan”, Rabu (4/7/2018).

Wahyoe Soedarmono selaku Project Manager Program Kerjasama HSBC-PSF sekaligus ekonom dari Sampoerna University memaparkan bahwa kerja sama strategis antara HSBC, Putera Sampoerna Foundation dan Sampoerna University mengusung nilai tri dharma perguruan tinggi, yaitu pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, sehingga dapat mendukung penguatan edukasi dan literasi keuangan secara menyeluruh.

Baca juga: 5 Kesalahan Mengatur Keuangan yang Tak Disadari ‘Kids Zaman Now’

“Upaya peningkatan kapasitas dan kemampuan mahasiswa menghadapi tuntutan dunia kerja, riset sivitas akademika yang relevan dengan perkembangan terbaru di dunia bisnis, serta program kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang memiliki relevansi dan memberikan solusi terhadap pengembangan dan pemberdayaan masyarakat guna mendukung pembangunan, mutlak memerlukan sinergi antara universitas, dunia bisnis, dan pemerintah/masyarakat setempat,” tambah Wahyoe.

Kabupaten Banyuwangi sendiri merupakan salah satu daerah yang telah berhasil mengimplementasikan teknologi infomasi berbasis digital. Pada tahun 2017 yang lalu, Banyuwangi meraih penghargaan TOP IT dan Telco yang diberikan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Republik Indonesia.

Hj. Zunita Ahmadah Kusuma Dewi, pemilik “Osing Deles”, pusat oleh-oleh Khas Banyuwangi yang turut berpartisipasi dalam semiloka ini menuturkan, “Perubahan dan inovasi khususnya di bidang teknologi informasi telah mengubah banyak hal. Mulai dari cara interaksi manusia hingga persaingan usaha.”

Banyuwangi, sebagai sebuah daerah yang terus tumbuh tentunya tidak ingin tertinggal dengan perkembangan yang ada. Pemanfaatan teknologi di berbagai bidang menjadi suatu keharusan.

Daerah yang tidak mau berinovasi dan menyesuaikan dengan perkembangan teknologi akan tertinggal. Karenanya, kami terus berupaya untuk  fokus pada pengembangan masyarakat khususnya generasi muda di Banyuwangi.

  • Editor: Wicak Hidayat
TAGS
LATEST ARTICLE

Kuliner Passionmu? Ikutan Ini, Nyok!

Permasalahan dalam Industri kuliner di Indonesia cukup rumit. Tapi, jangan khawatir! Yuk, tengok potensi dan peluangnya.

Senin, 22 April 2019 | 17:13 WIB

Masih Berharap Uang Tunai Dalam Dompet Konsumen?

Semakin praktis dan populernya layanan dompet digital sedikit-banyak akan mendorong konsumen untuk ganti dompet. Masih berharap ada uang tunai dalam dompet konsumen?

Jumat, 5 April 2019 | 10:47 WIB