Fitur Baru Google Photos, Edit Foto dengan Perintah Suara
Pembaruan Google Photo membawa editing ke level yang sangat personal dan mendalam, seperti:
Selasa, 30 Desember 2025 | 18:08 WIB
Indonesia telah memasuki era baru Industri 4.0 yang ditandai dengan meningkatnya konektivitas, interaksi serta masyarakat, mesin, dan sumber daya lainnya yang semakin konvergen sebagai hasil dari kemajuan teknologi informasi dan komunikasi.
Menteri Perindustrian Indonesia Airlangga Hartarto menyebutkan bahwa implementasi Industri 4.0 bertujuan untuk mencapai aspirasi nasional, yang diharapkan akan membawa Indonesia untuk mencapai 10 negara dengan ekonomi terbesar pada tahun 2030, mengembalikan nilai ekspor bersih perindustrian menjadi 10 persen, dan mengalokasikan sebanyak 2% PDB untuk penelitian dan pengembangan serta bidang inovasi teknologi.
President Director Microsoft Indonesia, Haris Izmee, mengatakan diskusi mengenai potensi dampak Artificial Intelligence (AI) pada masyarakat telah menjadi perdebatan panas di antara pemimpin bisnis, pembuat kebijakan pemerintahan, akademisi, dan ahli industri di Asia.
Faktanya, di Indonesia, AI menjadi salah satu dari lima teknologi utama untuk mendukung agenda nasional “Making Indonesia 4.0” yang menjadi kunci utama untuk bersaing di era Industri 4.0.
“Tidak dapat dipungkiri bahwa AI akan menghadirkan serangkaian tantangan sosial baru yang perlu dihadapi secara serius dan hati-hati, khususnya bagi semua organisasi untuk mengembangkan teknologi AI yang tidak melupakan norma dan etika untuk membangun kepercayaan para pelanggan dan stakeholder pada teknologi kecerdasan buatan (AI),” jelas Haris.
Dapat dimengerti bahwa beberapa pengamat memandang pengembangan AI dengan kewaspadaan karena berkembangnya AI berdampak pada banyaknya masyarakat yang akan menjadi pengangguran.
Di lain sisi, Akses AI tak merata tapi kebutuhan AI terhadap data akan terus-menerus meningkat. Namun, hal-hal tersebut sepatutnya tidak menutupi potensi-potensi besar yang ditawarkan AI bagi masyarakat. Berikut lima area kunci dimana Microsoft telah melihat pengembangan dan perkembangan yang luar biasa di Asia berkat AI.
Asia Pasifik saat ini merupakan rumah bagi 690 juta orang dengan disabilitas. AI dapat membantu orang-orang dengan keterbatasan pengelihatan, pendengaran, kognitif, dan mobilitas untuk melakukan pekerjaan harian secara independen, yang akan memberikan kehidupan yang lebih kaya dan produktif serta dapat lebih berpartisipasi dalam masyarakat
Sebagai contoh, Seeing AI merupakan aplikasi gratis yang memanfaatkan kemampuan AI untuk mengidentifikasi sederetan isyarat visual termasuk wajah, emosi, dan tulisan tangan. Data tersebut kemudian dikonversi menjadi deksripsi audio bagi orang dengan keterbatasan pengelihatan. Hal ini memungkinkan 285 juta orang di dunia dengan pengelihatan yang rendah untuk lebih mudah menjalani kehidupan sehari-hari mereka, membuat dunia visual lebih dapat diakses.
Di Indonesia, Microsoft telah mengembangkan Rinna, sebuah chatbot berbasis AI yang diposisikan sebagai teman baik pengguna LINE, sebagaimana fungsinya sebagai chatbot sosial dan dibangun menggunakan berbagai konten sosial dari internet. Dalam waktu dekat, teknologi Rinna juga akan dikembangkan untuk membantu pengusaha-pengusaha lokal di Indonesia meningkatkan produktivitas dan interaksi mereka dengan para penggunanya, menyediakan sebuah layanan yang lebih pintar dan pengalaman yang lebih baik.
Hari ini, Asia merupakan area dengan populasi terbesar di dunia dengan lebih dari 4,5 juta penduduk, hampir 60% dari populasi global, dan angka ini diperkirakan akan bertumbuh sebanyak lebih dari 5 juta pada tahun 2030. Hal ini memberikan sebuah tekanan pada tantangan rantai pasokan pangan yang sudah ada di daerah tersebut kecuali para petani dapat menemukan cara-cara baru untuk memenuhi permintaan, seperti memanfaatkan AI dan teknologi analitis untuk meningkatkan hasil tani mereka secara besar.
Di India, Microsoft telah bekerja sama dengan organisasi nirlaba International Crop Research Institute for Semi-Arid Tropics (ICRISAT), untuk mengembangkan sebuah Aplikasi AI untuk Menabur Benih yang mengirimkan arahan-arahan pada para petani mengenai tanggal yang tepat untuk menabur benih tanaman mereka, berdasarkan kondisi cuaca, tanah, dan ukuran lainnya.
Solusi tersebut memperkirakan periode optimal untuk masa menabur dengan menggunakan AI yang akan menganalisa data rekam jejak cuaca selama 30 tahun ke belakang dan menghitung kadar hujan dan kelembaban tanah menggunakan data dan model ramalan cuaca yang dengan waktu yang nyata. Selain itu, program tersebut membebaskan setiap petani dari biaya modal, seperti pemasangan sensor di lahan mereka, membuat program ini optimal untuk pasar-pasar mendatang.
Baca juga: Kecerdasan Buatan Akan Bantu Manusia Berbelanja. Yakin Cara Tersebut Lebih Baik?
Salah satu tantangan terbesar pada abad ke-21 ini adalah perubahan iklim, dan bagaimana hal tersebut mengancam kesehatan manusia, infrastruktur, dan sistem alam. Hal terbesar yang menyebabkan perubahan iklim adalah emisi karbon.
“Di Microsoft, kami merasa bertanggung jawab untuk beroperasi dengan mempertimbangkan keberlanjutan dan mengurangi dampak lingkungan yang disebabkan bisnis kami. Salah satu cara kami untuk mencapai hal ini adalah dengan memanfaatkan AI untuk mengatur operasi dan infrastruktur pusat-pusat data kami,” kata Haris.
Hasilnya, lebih sedikit aliran listrik yang dibutuhkan untuk menjalankan komputasi dan pendinginan pusat data kami. Faktanya, layanan awan kami 93 persen lebih hemat energi dan hampir 98 persen lebih sedikit karbon dari pusat data perusahaan tradisional.
Pendidikan merupakan salah satu hal yang mendasar untuk menciptakan masa depan yang lebih cerah, dan kami sedang menggunakan kemampuan AI untuk meningkatkan pengalaman pendidikan bagi setiap pelajar dan meningkatkan hasil dalam sekolah.
Hal ini memungkinkan tenaga pengelola dan pendidik untuk secara dini menangani dan mengarahkan setiap pelajar yang memiliki resiko terbesar dengan program-program dan konseling supaya tidak dikeluarkan dari sekolah. Aplikasi ini telah digunakan dan menunjukkan hasil yang baik oleh lebih dari 10.000 sekolah di Andhra Pradesh, mencakup lebih dari lima juta pelajar di 2017.
Terakhir, teknologi AI memiliki potensi untuk membantu penyedia layanan kesehatan dalam tugasnya untuk mengatasi beberapa penyakit yang paling banyak kita temui hari ini, serta meningkatkan kualitas kehidupan bagi masyarakat Asia yang terus bertumbuh.
Di India, Microsoft berkolaborasi dengan salah satu organisasi kesehatan terbesar di negara tersebut, Apollo Hospitals, untuk mengembangkan jaringan yang bertumpu pada AI yang berupaya untuk mengatasi penyakit jantung, yang merupakan penyebab sepertiga kematian di seluruh dunia. Di India saja, hampir tiga juta kasus serangan jantung terjadi setiap tahunnya, dan diperkirakan 30 juta masyarakat India menderita penyakit jantung koroner.
“Hal-hal tersebut adalah beberapa manfaat yang diberikan AI bagi kehidupan kita, meskipun kita masih pada tahapan awal pengembangannya. Cerita tentang AI kini masih berlanjut, dan saya yakin bahwa bab-bab yang kita baca akan didukung dengan anekdot yang positif dan berdampak. Lagipula dengan AI, kami tidak hanya memperkuat kecerdasan manusia, tetapi juga kualitas yang menjadikan kita sebagai manusia seutuhnya: Kepedulian kita. Keingintahuan kita. Keinginan kita bersama untuk menciptakan hari esok yang lebih baik,” tutup Haris.
Baca juga: Gunakan Teknologi AI, Startup Factmata Perangi Berita Hoax
Pembaruan Google Photo membawa editing ke level yang sangat personal dan mendalam, seperti:
Selasa, 30 Desember 2025 | 18:08 WIB
Selain itu, pertumbuhan di level pedesaan ini sejalan dengan data makro nasional. Bank Indonesia (BI) mencatat, hingga September 2025, jumlah pengguna QRIS di Indonesia telah berhasil menembus angka 45 juta pengguna.
Senin, 10 November 2025 | 10:11 WIB
Fitur-fitur baru ini memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk membantu reator, mulai dari tahap awal pembuatan ide hingga proses penyutingan video panjang.
Selasa, 4 November 2025 | 17:58 WIB
Pada akhir 2025 nanti, diperkirakan sekitar sepertiga dari smartphone yang terjual di seluruh dunia akan punya fitur AI generatif. Bukan hanya ponsel premium, tapi juga kelas menengah.
Kamis, 2 Oktober 2025 | 17:06 WIB
Platform pencari kerja Pintarnya menggabungkan kecerdasan buatan (AI) untuk mempercepat proses rekrutmen, sekaligus membuka akses ke layanan keuangan bagi pekerja sektor informal.
Senin, 22 September 2025 | 13:46 WIB
File APK yang diklaim sebagai video demo dari aksi massa di jalanan sedang disebar ke berbagai grup Whatsapp. Hati-hati, jangan asal klik apa lagi ikut menyebarkan ke grup WA lain!
Rabu, 3 September 2025 | 11:44 WIB
Diperkenalkan di Mobile World Congress (MWC) 2025, Barcelona, kelebihan utama Lenovo Yoga Solar PC terletak pada panel surya yang terintegrasi di bagian cover laptop.
Selasa, 19 Agustus 2025 | 12:57 WIB
Doug MacDowell sukses merakit ulang mesin kopi buatan tahun 1980-an itu menjadi PC dengan bodi mesin kopi. Apakah komputer rakitan itu bisa berfungsi dengan baik?
Rabu, 6 Agustus 2025 | 17:55 WIB
Jika penyimpanan data yang disediakan Google secara gratis sebesar 15GB habis, kamu bisa berlangganan Google One. Tapi bagaimana jika kamu tiba-tiba ingin berhenti langganan?
Senin, 4 Agustus 2025 | 15:56 WIB
Jika ingin mengirim cold message pada orang yang tidak kamu kenal di LinkedIn, ada beberapa hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan.
Jumat, 25 Juli 2025 | 15:52 WIB
Di tengah arus informasi yang terus tumbuh, pengambilan keputusan berbasis data sangat dibutuhkan. Yuk pelajari!
Selasa, 22 Juli 2025 | 11:09 WIB
IHC dan ICC resmi memperkenalkan platform otaQku. Apa itu?
Kamis, 17 Juli 2025 | 17:32 WIB
Polri memperkenalkan robot humanoid dan robot quadruped (i-K9), yang siap jadi rekan kerja Polri terutama dalam situasi beresiko tinggi. Apa saja fiturnya?
Kamis, 10 Juli 2025 | 11:51 WIB
Berikut Daftar Password Paling Umum Dibobol Hacker:
Senin, 30 Juni 2025 | 10:25 WIB
Pelanggan Apple Music dapat mulai mentransfer lagu atau playlist dari Spotify untuk iPhone, iPad, atau Android. Bagaimana caranya?
Minggu, 18 Mei 2025 | 16:12 WIB