LogoDIGINATION LOGO

Cerita di Balik Pembuatan 3 Iklan Ramadan Viral. Penasaran?

Oleh Desy Yuliastuti Minggu, 10 Juni 2018 | 11:28 WIB
Share
Ramadan menjadi momentum yang dimanfaatkan banyak perusahaan untuk mengeluarkan iklan ikonik
Share

Ramadan menjadi momentum yang dimanfaatkan banyak perusahaan untuk mengeluarkan iklan ikonik. Mulai dari kontennya yang menyentuh hati, pesan sosial, sampai bernuansa komedi.

Di Ramadan 2018 ini ada 3 iklan brand lokal Indonesia yang cukup viral menjadi perbincangan masyarakat hingga menuai pujian dari Joko Anwar karena kontennya yang dinilai sangat kreatif dan menarik.

“Bulan Ramadhan ini kita dihadiahi 3 iklan yang sangat kreatif dan menarik”, ungkap Joko Anwar. Dalam cuitannya di akun Twitter @jokoanwar, sutradara terkenal tersebut mengapresiasi para pembuat iklan dan creative agency, dari Tokopedia, Go-Jek, dan Ramayana yang berani untuk tidak membuat iklan asal hard-sell.

-

Tokopedia sendiri mengusung iklan Ramadan 2018 dengan cerita ringan tapi sangat menyentuh hati, bertajuk ‘Jadikan Ramadan Kesempatan Terbaik’. Berangkat dari pesan yang ingin disampaikan Tokopedia mengenai bagaimana momen Ramadan yang merupakan kesempatan untuk melakukan kebaikan dimulai dari diri sendiri kepada orang yang kita sayangi, bahkan orang-orang di sekitar kita.

Di dalam iklan berdurasi 2 menit ini, menceritakan kisah Rafi dan Ibunya yang tinggal di daerah pesisir, tapi belum pernah mencicipi udang galah seumur hidupnya dan Ramadan menjadi kesempatan bagi Rafi untuk memberikan yang terbaik bagi sang Ibu.

“Menurut kami, nilai-nilai kebaikan lah yang sangat penting untuk ditekankan dalam campaign ini, seperti bagaimana perjuangan seorang ibu dan anak untuk memberikan yang terbaik bagi orang yang mereka sayangi dengan berbagai keterbatasannya. Beberapa scene dalam iklan ini memang sontak akan membuat penonton menitikkan air mata karena pesannya akan sebuah pengorbanan yang tulus,” ungkap Head of Brand Tokopedia, Monita Moerdani.

Iklan Ramadan Tokopedia yang mengambil lokasi shooting di Anyer ini hanya memakan waktu produksi selama satu bulan. “Dengan timeline yang sangat ketat, kerja keras dari berbagai pihak sangat dibutuhkan untuk memastikan bahwa semua materi ter-deliver tepat waktu dan tetap mengedepankan kualitas yang maksimal,” pungkas Monita.

Viral! Ibu-ibu Keluar dari Rice Cooker

Sementara itu, iklan Ramayana versi kasidah di Ramadan tahun ini juga menjadi bahan perbincangan karena keunikannya yang mampu mengundang tawa. Sang sutradara, Dimas Djay, mengatakan bahwa dalam karyanya kali ini sengaja memasukkan konsep kasidah.

"Jadi memang kebetulan sering bikin iklan yang ngaco gitu hehehe. Bikin iklan itu kalau enggak ngaco banget, serius banget. Ini karena mau puasa aja sih pakai konsep kasidah," kata Dimas.

Menurut Dimas, konsep yang tersaji dalam iklan merupakan hasil riset. Adapun hal-hal lucu yang ada dalam scene iklan, kebanyakan terpikirkan secara spontan.

Di lain sisi, Go-Jek yang mengusung iklan Ramadan bertajuk 'Cari Pahala' memakan waktu kurang lebih satu bulan pembuatan video dari mulai brainstorming hingga eksekusi. Cissylia Stephani, VP Brand Go-Jek mengatakan, ide awal membuat iklan #caripahala dengan anak kecil karena ingin kelihatan berbeda dengan brand lain.

“Kita tidak mau terlalu hard selling dan  emosional sehingga memilih tema yang lebih cheerful agar mudah teringat oleh masyarakat,” papar Cissylia Stephani. Pihaknya juga mengakui bahwa respon audience hingga saat ini sangat baik, banyak sentimen positif di media sosial dan peak conversation yang tinggi sejak iklan tersebut diluncurkan.

-

Hadirnya berbagai iklan kreatif di Indonesia belakangan ini memberikan sinyal positif kemajuan industri kreatif dan periklanan di Indonesia, yang semakin mampu bersaing dengan dunia periklanan Thailand dan Filipina, sebagai negara dengan dunia periklanan terbaik di Asia.

Dengan kehadiran iklan–iklan kreatif tersebut, Joko Anwar juga berharap agar dunia periklanan di Indonesia semakin kreatif. Cuitan Joko Anwar di Twitter-nya mengundang reaksi dari nitizen yang juga menilai iklan–iklan tersebut patut diancungi jempol.

“Saya kebetulan sudah lihat semuanya dan punya pendapat sama dgn Mas @jokoanwar, iklan2 itu cerdas dan menyentuh, menawarkan audience-nya sebuah inspirasi dari hal2 kecil tanpa kehilangan tujuan menanamkan image perusahaan pengiklannya... Bukan jenis iklan garing dan ngasal” - @hkushardanto

“Nonton iklan Tokopedia teringat masa kecil gw yg mirip banget kasusnya, cuman bedanya mi goreng, waktu itu pernah ngerengek minta mi goreng (wktu itu ibu blm kerja, my dad vanished, jd g ada pemasukan), gw sm adek makan mienya, ibuk makan kol2nya doang buat lauk :(“ - @mas_fa_fa

“Coba nonton dulu Iklan Tokopedia abis itu lanjut iklan Ramayana. Campur aduk hatiku~” - @ferintinar

  • Editor: Wicak Hidayat
TAGS
LATEST ARTICLE

Kuliner Passionmu? Ikutan Ini, Nyok!

Permasalahan dalam Industri kuliner di Indonesia cukup rumit. Tapi, jangan khawatir! Yuk, tengok potensi dan peluangnya.

Senin, 22 April 2019 | 17:13 WIB

Masih Berharap Uang Tunai Dalam Dompet Konsumen?

Semakin praktis dan populernya layanan dompet digital sedikit-banyak akan mendorong konsumen untuk ganti dompet. Masih berharap ada uang tunai dalam dompet konsumen?

Jumat, 5 April 2019 | 10:47 WIB

AI untuk UMKM. Mmm, Seperti Apa, ya?

Dari 60 juta UMKM Indonesia hanya 5 % yang sudah memanfaatkan internet. Untuk mendorong pertumbuhan ini Halosis hadir untuk memajukan UMKM dengan teknologi Artificial Intelligence.

Kamis, 14 Maret 2019 | 09:30 WIB