Cryptocurrency Masih Belum Jadi Solusi?

author Oleh Sukindar Selasa, 15 Mei 2018 | 02:50 WIB
Share
Membawa banyak kelebihan dibandingkan dengan mata uang tradisional, cryptocurrrency masih menyimpan satu permasalahan besar di dalamnya
Share

Membawa banyak kelebihan dibandingkan dengan mata uang tradisional, cryptocurrrency masih menyimpan satu permasalahan besar di dalamnya.

Presiden Federal Reserve Bank St. Louis James Bullard mengutarakan ketidakstabilan dalam nilai tukar masih menjadi hambatan terbesar adopsi lebih luas cryptocurrency.

Nilai tukar mata uang digital ini masih selalu berubah-ubah. Bahkan satu setengah tahun belakangan ini, perubahan nilainya terjadi dengan sangat signifikan.

Pada satu titik di tahun 2017, Bitcoin dan mata uang digital lainnya bisa mencapai nilai hingga  USD 20.000, tapi pada akhirnya sekarang jatuh dengan nilai kurang dari setengahnya.

Bullard juga menjelaskan, permasalahan nilai tukar adalah masalah besar, karena kita tidak tahu bagaimana pertukaran di masa mendatang akan terjadi, seperti yang juga terjadi pada mata uang tradisional terkenal, seperti Yen dan Dollar.

Baca Juga:
Jerman Punya Bank Pertama Dengan Cryptocurrency

Di sisi lain, masih banyak mata uang dari negara-negara mayor yang belum mendekati apa yang terjadi dengan mata uang digital.

Selain itu, beberapa negara, seperti Venezuela dan Zimbabwe, bahkan tidak mengontrol sendiri penerbitan mata uang mereka, yang berakibat pada terjadinya hiperinflasi.

Kepercayaan untuk mempertahankan nilai tukarnya masih menjadi kendala yang cukup besar dalam menggandeng investor menggunakan cryptocurrency.

Bagi Bullard, penerbit mata uang digital dan kredibilitasnya menjaga kepercayaan sangat penting, karena jika tidak bisa mempertanggungjawabkan maka nilai cryptocurrency bisa menjadi nol seperti yang terjadi pada mata uang Bolivar di Venezuela.

Bullard juga menegaskan bahwa St Louis tidak mungkin akan mengenalkan mata uang digitalnya sendiri jika masih dalam kondisi seperti ini.

Dia masih percaya, cryptocurrency belum dapat mengalahkan mata uang dollar meskipun saat ini kehadiranya menuntuk pengawasan dari bank central.

  • Editor: Wicak Hidayat
  • Sumber: CNBC
TAGS
LATEST ARTICLE

Mau Mulai Bisnis? Keluarlah dari Zona Nyaman!

Zona nyaman memang membuat kita sulit beranjak. Tetapi, untuk memulai bisnis kita harus keluar dari zona nyaman tersebut. Yuk, simak cerita CEO dan Co-Founder Logisly tentang bagaimana ia keluar dari zona nyaman dan memulai bisnisnya.

Senin, 19 Agustus 2019 | 14:28 WIB