LogoDIGINATION LOGO

Keren! Tas Rotan Indonesia Dijual di Amazon

author Oleh Desy Yuliastuti Kamis, 15 Maret 2018 | 05:30 WIB
Share
Indonesia Trade Promotion Center Los Angeles (ITPC LA) semakin gencar melakukan promosi produk ke berbagai platform e-commerce di pasar Amerika Serikat (AS)
Share

Indonesia Trade Promotion Center Los Angeles (ITPC LA) semakin gencar melakukan promosi produk ke berbagai platform e-commerce di pasar Amerika Serikat (AS).

Inkubator produk artisan binaan ITPC LA, Everina yang menghasilkan berbagai macam tas buatan tangan asal Indonesia, berhasil melewati proses kurasi produk dan manajemen usaha sehingga dapat menjual ke salah satu platform e-commerce raksasa dunia, Amazon Handmade.

“Hal ini merupakan contoh upaya positif ITPC LA mendorong ‘Akselerasi Perdagangan di Era Ekonomi Digital’ sejalan dengan tema Rapat Kerja Kemendag awal tahun 2018,” ungkap Kepala ITPC LA Antonius A. Budiman dalam keterangan resmi, Kamis (15/3).

Merek Everina menghadirkan berbagai produk tas selempang berbahan rotan, tas jinjing berbahan lamun (sejenis rumput laut), dan tas tenun ikat. Produk-produk tersebut merupakan produk buatan tangan yang dibuat oleh para pengrajin wanita di Nusa Tenggara Timur dan Bali.

Baca juga: Siapa Bakal Susul Amazon, JD Atau Alibaba?

Masuknya Everina ke Amazon Handmade yang mengkhususkan pada penjualan produk buatan tangan didasari ketertarikan konsumen AS dengan produk buatan tangan karena memiliki keunikan tersendiri.

“Berbagai respons positif ini merupakan bukti tingginya minat konsumen AS untuk produk artisan. Momentum ini harus dimanfaatkan untuk peningkatan ekspor Indonesia ke AS, terutama di kawasan Pantai Barat,” kata Antonius.

-

Namun, untuk menjadi pemasok dan menjual produk di Amazon Handmade, para kurator harus memperhatikan desain dan kualitas produknya, serta berkontribusi terhadap kesejahteraan para pengrajinnya.

Konsul Jenderal Republik Indonesia (Konjen RI) Simon Soekarno menambahkan bahwa perubahan fundamental menuju tren digital diperkirakan akan terus meningkat, sehingga The Wall Street Journal menginformasikan para peritel besar seperti Macy’s, West Elm, Whole Foods, dan Nordstrom untuk mulai mencari berbagai produk artisan dari berbagai negara.

Ekspor Tas dan Aksesori Indonesia ke AS

Pada periode Januari-Oktober 2017 impor produk tas dan aksesori AS mencapai USD 10,9 miliar, naik 1,36% dari periode yang sama di tahun 2016. Sementara itu, impor dari Indonesia pada periode Januari-Oktober 2017 untuk produk ini mencapai USD 203,80 juta.

Jumlah ini meningkat sebesar 39,05% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar USD 146,57 juta. Nilai ini melampaui total impor tertinggi dari Indonesia selama 5 tahun terakhir.

Baca juga: E-Commerce Baru Serap 7% UMKM Lokal, Sisanya Produk Asing

Negara asal impor tertinggi untuk produk tas dan aksesori pada tahun 2016 adalah China dengan nilai mencapai USD 7,5 miliar. Namun, untuk periode Januari-Oktober 2017 nilai tersebut mengalami penurunan sebesar 1,91% dari USD 6,4 miliar menjadi USD 6,27 miliar dibandingkan periode yang sama pada 2016.

Sementara itu, peringkat Indonesia mengalami peningkatan dari negara urutan ke-8 pada periode Januari-Oktober 2016 menjadi peringkat ke-7 pada periode yang sama tahun 2017.

Simon berharap gencarnya upaya untuk menyasar berbagai acara, situs e-commerce, dan pusat perbelanjaan dapat meningkatkan ekspor produk artisan di pasar AS secara signifikan. “Perwakilan senantiasa akan terus mendukung perluasan akses pasar produk Indonesia di AS,” pungkasnya.

Baca juga: P2P Lending Jadi Alternatif Modal Usaha UMKM

  • Editor: Wicak Hidayat
TAGS
LATEST ARTICLE

Tips Menghadapi Resesi 2023

Akibat dari resesi masyarakat maupun ekosistem pada suatu negara itu pun bisa terkena imbasnya seperti :

Kamis, 6 Oktober 2022 | 18:22 WIB